Jika kalian yang biasa menonton tim J pasti tidak asing dengan kalimat, “jangan main-main dengan pesona sanguine ku”.  Atau bagi kalian penikmat show tim KIII, pasti juga sangat terbiasa dengan ucapan, “semanis coklat, selembut sutra”. Ya, setiap idol memiliki kalimat perkenalan / jikoshoukai (selanjutnya disebut jiko) yang unik untuk mereka masing-masing.

Pertanyaannya adalah apakah jiko mereka juga berhasil membentuk persona mereka sebagai idol?

Mungkin bukan hanya saya sendiri yang penasaran dengan jawaban dari pertanyaan tersebut. Namun, karena keterbatasan informasi, disini saya akan mencoba untuk membahas berdasarkan pengamatan saya selama menonton theater . Perlu diketahui bahwa saat pertunjukan theater JKT48 selalu ada jeda disela-sela lagu untuk para member berkenalan dan bercerita tentang tema tertentu.

Dari hasil pengamatan saya, jiko akan saya bagi menjadi 4 jenis:

  1. Personifikasi, adalah jiko yang menggunakan benda mati/ tumbuhan/hewan sebagai umpama. Contohnya adalah, “bagaikan angin..”, “bagaikan awan putih….”, “selembut aurora….”, “seperti irama pada gitar…”, dll.
  2. Karakter, adalah jiko yang berusaha menceritakan diri mereka dalam seutas kalimat. Contohnya adalah, “si gadis penuh kejutan penyebar virus kebahagiaan…”, “terlihat pendiam tapi tunggu sampai kalian mengenalku.. ”, “selalu tersenyum dan mudah tertawa…”, “ si gitaris kidal… ”, dll.
  3. Spesial, adalah jiko yang berusaha memberitahu penonton akan charming point dari mereka. Contohnya adalah, “jangan tertipu dengan wajah jutek ini….”, “tatapan pertama dengan mata indahku….”, “semangat menariku tak tertandingi… , “ si kawaii yang senyumnya…. ”, dll.
  4. Statement, adalah jiko yang berisi pernyataan dari member, biasanya memberitahukan sesuatu ataupun ajakan. Contohnya adalah, “tangga nada keenam yang diulang 2 kali.. ”, “ayo bergerak dengan ceria bersamaku…”, “segala sesuatu yang tidak mudah..”, “bintang bersinar dimalam hari… ”, dll.

Dari keempat jenis jiko yang saya sebutkan, semuanya memiliki persamaan yaitu semuanya berusaha memberikan energy positif pada saat perkenalan.

Tapi jika hanya dari jenis jiko, ini masih belum menjawab pertanyaan kita. Sebelum saya beropini lebih jauh, ada baiknya kita mempelajari dahulu apa yang dimaksud dengan persona. Menurut KBBI, persona dapat diartikan sebagai topeng, wajah, ciri khas seseorang, identik dengan pribadinya. Dari pengertian ini kita dapat menyimpulkan secara gamblang bahwa persona member JKT48 sebagai idol dan sebagai pribadi diluar JKT48 bisa jadi berbeda. Jika demikian, tentu dibutuhkan sebuah tolak ukur yang bisa dijadikan pegangan bagi setiap fans tentang idola mereka. Sangat banyak faktor yang bisa menjadi tolak ukurnya, salah satu yang menarik perhatian saya adalah jiko ini.

Oke, sekarang kembali lagi ke pertanyaan awal. Jika ditilik dari jenis jiko dan pengertian dari persona, jiko Karakter dan Spesial adalah yang paling mendekati jawaban bahwa jiko member  adalah persona mereka sebagai idol. Untuk menguji validitas dari pernyataan saya ini, mari kita ambil contoh dari jiko Azizi Asadel (Zee) dan Gabriel Margareth (Gaby) sebagai perwakilan Karakter dan  Aurel Mayori (Yori) dan Nurhayati (Aya) sebagai perwakilan Spesial.

  1. Zee : “Si gadis tomboy yang semangatnya meletup-letup”
  2. Gaby : “Selalu tersenyum dan mudah tertawa”
  3. Yori : “Si kawaii yang  senyumnya selalu available untuk kalian semua”
  4. Aya : “Tatapan pertama dan mata indahku akan membuat kalian tersihir ”

Apakah valid? Menurut saya ini cakup valid, mari saya jelaskan. Zee selalu identik dengan persona “gadis tomboy”-nya sebagai idol. Gaby, kita semua tau kalau Gaby adalah salah satu member yang paling murah senyum. Yori sebagai member paling muda di generasi 7 dan tim J, tentu persona kawaii menempel erat dengan dia. Aya, ya saya tersihir dengan tatapan pertamanya. Tapi kembali lagi, ini adalah opini probadi penulis. Jadi, validitas dari opini ini adalah kembali ke pribadi masing masing.

Dan untuk kasus jiko Personifikasi dan Statement, jiko sangat kecil atau bahkan tidak mempengaruhi persona idol mereka. Kita juga akan uji pernyataan ini, kita ambil contoh Shani Indira (Shani) dan  Jesslyn Callista (Jesslyn) sebagai perwakilan dari Personifikasi. Kemudian Jinan Shafa (Jinan) dan Nabila Fitriana (Lala) sebagai perwakilan dari Statement.

  1. Shani: “Semanis coklat, selembut sutra”
  2. Jesslyn: “bagaikan awan putih yang melayang dengan tenang”
  3. Jinan: “1,2,3,4,5,6,7,8 ayo bergerak dengan ceria bersamaku”
  4. Lala: “tangga nada ke-6 yang diulang dua kali siapa dia?”

Oke, sepertinya untuk kasus kedua tidak perlu dijelaskan, bahkan jiko mereka pun tidak ada hubungannya dengan persona.

Sekian tulisan opini yang sedikit cocoklogi dari saya, semoga sedikit ada manfaatnya. Kalau ada teman-teman yang kurang setuju ataupun tidak mengerti tentang artikel ini, boleh langsung menghubungi saya.


Share to everyone
Part timer || Amateur writer || ordinary fans

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here