Setelah melewati “Minggu Menangis” yang membuat sedih para fans pada tanggal 16 Maret 2021, JKT48 telah memasuki konsep baru, “JKT 48 New Era”. Saya sebenarnya bertanya-tanya seperti apa konsep “New Era” ini? Apa yang akan dibawa oleh manajemen kepada fans dengan keadaan grup yang baru saja “bedol desa” meluluskan 26 member-nya? Melody selaku General Manager dari JKT48 Theater ketika diwawancarai oleh Jawa Pos pun memberikan gambaran bahwa konsep “New Era” merupakan konsep baru dari JKT48 tanpa sekat tim. Harapannya agar para member dari generasi dan latar belakang yang berbeda bisa membaur dan membangun kembali JKT48 dari awal.

Kemunculan “JKT48 New Era” ditandai dengan rilisnya Music Video (MV) single terbaru yang berjudul “Cara Ceroboh Untuk Mencinta/Darashinai Aishikata”. Sempat merilis teaser berdurasi 15 detik sebelum MV single ini rilis, nampaknya respon yang diberikan oleh fans juga macam-macam . Respon dari “katanya new era, kok centernya dia lagi?” sampai respon “ambience musiknya girl power banget buat narik fans baru yang suka K-Pop kena nih”. Tapi jika saya boleh ikut memberikan respon setelah melihat teaser-nya, saya cuma bisa membatin, “hah cuma gini doang nih?”. Berbekal ekspetasi minim dari teaser tersebut dan tidak berani menaruh ekspetasi tinggi terhadap MV ini, keinginan saya hanya satu semoga MV ini bukan full animasi. Syukurlah MV ini tetap menampilkan member sebagai model video klipnya tidak seperti ketakutan saya bahwa videonya akan full animasi.

Kesan saya ketika pertama kali melihat MV ini adalah dark sekali. Jika biasanya JKT48 menggunakan warna-warna cerah, baru kali ini JKT48 menggunakan warna-warna gelap dalam video klipnya. Bahkan sebagai perbandingan MV Beginner dan Uza pun masih “lebih terang”. Menurut saya menggabungkan konsep animasi ke dalam video menjadi kekurangan di MV ini. Penggabungan animasi terkesan seperti menambal keseluruhan video klip . Sehingga bagian-bagian yang harusnya bisa dipakai untuk screen time para member tidak bisa dilakukan. Animasi dalam MV ini juga tidak merepresentasikan pesan visual dari makna lagu tersebut.

Mungkin jika ingin menggunakan animasi sebagai video klip bisa digunakan untuk video lyric daripada harus dimasukan ke dalam MV. Animasi ini membuat pengambilan gambar dan transisi dari member satu ke member yang lainnya menjadi tidak maksimal. Sepertinya akan lebih bagus jika tidak memasukan animasi ke dalam MV ini. Selain itu scene di dalam gedung ketika semua member (33 orang) menari secara bersamaan menurut saya “terlalu numpuk”. Untuk mengatasinya mungkin pengambilan gambar pada scene tersebut bisa dipecah menjadi 5 member atau 10 member.

Bagian yang paling saya suka di MV ini adalah scene terakhir ketika semua member menari di lapangan dengan pengambilan gambar dari atas. Scene ini menunjukan formasi koreografi secara keseluruhan dengan baik. Secara keseluruhan MV ini menunjukan suasana baru dan menawarkan aura berbeda dengan JKT48 sebelumnya. JKT48 yang identik dengan remaja-remaja lucu menjadi remaja yang lebih dewasa.

Berbicara mengenai MV, sepertinya saya masih belum bisa move on dari single Rapsodi. Sedikit menarik kebelakang, ditahun lalu ketika JKT48 rilis Rapsodi, saya mempunyai harapan yang besar terhadap single ini. Single yang diciptakan oleh trio musisi Laleilmanino serta koreografinya dibuat oleh Ari Tulang. Single yang akan menjadi “jembatan” orang awam untuk mengenal JKT48 dan menggantikan Heavy Rotation yang selama ini melekat. Promosi gencar pun dilakukan oleh manajemen. Beberapa kali saya lihat promo single ini melalui adboard ketika sedang naik KRL.

Ketika mulai rilis pun banyak upaya dari fans serta member untuk memperkenalkan single ini. Saya termasuk yang ikut mempromosikan dengan cara memutar lagu ini berulang-ulang di ruangan kantor sampai teman kantor bertanya mengenai JKT48. Tetapi sayang ketika pertengahan tahun 2020 lalu sebuah virus yang bernama COVID-19 datang ke Indonesia menghentikan semua kegiatan promosi Rapsodi. Termasuk kegiatan direct selling dan promosi yang sedang berjalan harus berhenti secara tiba-tiba. Kegiatan yang sudah direncanakan harus berhenti.

JKT48 dan manajemen seharusnya dapat mengambil tindakan apa yang harus dilakukan agar kegiatan promosi tetap berjalan. Manajemen sepertinya kehilangan momentum atas promosi yang mereka lakukan sebelum pandemi datang ke Indonesia. Kemeriahan atas rilisnya Rapsodi yang sudah dibangun sejak awal tidak dilanjutkan dengan baik . Sampai akhirnya beberapa senbatsu dari Rapsodi pergi meninggalkan JKT48.

Saya tidak menutup mata bahwa cara konvensional seperti tampil di Televisi serta promosi lewat Radio disertai kegiatan direct selling untuk menjangkau fans khususnya yang berada di luar Jakarta merupakan cara yang ampuh. Tetapi dengan segala hal yang terbatas akibat pandemi bukankah ada cara lain agar kegiatan promosi tetap berjalan? Seperti menjual merchandise dari single ini serta mendorong penjualan album fisik. Harus diingat bahwa rilisnya Rapsodi adalah untuk menarik pasar penggemar yang lebih luas lagi. Promosi yang lebih gencar pun seharusnya dilakukan meski dengan keadaan yang terbatas akibat terhalang pandemi.

Saya melihat upaya yang dilakukan oleh manajemen selama pandemi untuk mempromosikan Rapsodi praktis hanya “JKT48 Merayakan Pernikahanmu” dan itu pun nampaknya belum berhasil. Melihat kualitas musik dan video yang bagus dari Rapsodi, sangat disayangkan hanya mendapatkan lima juta penonton di Youtube dalam waktu satu tahun. Padahal dengan karakter lagu-lagu ciptaan Laleilmanino yang ramah dan mudah dicerna oleh telinga pendengar awam seharusnya bisa melebihi 5 juta penonton. Dikutip dari sumber yang sama yaitu Jawa Pos, Melody pun mengakui bahwa dalam hal promosi Rapsodi dirinya masih tidak puas karena banyak sekali rencana untuk promosi single Rapsodi tetapi harus dibatalkan.

Mempromosikan single baru ditengah pandemi serta tidak melupakan Rapsodi adalah tantangan bagi manajemen. Jangan sampai karena terlalu fokus dengan promosi single baru sementara Rapsodi dilupakan. Bagaimanapun juga Rapsodi merupakan single original milik JKT48. Single yang dinantikan oleh para fans selama 8 tahun. Melody juga menginginkan Rapsodi menjadi single yang evergreen.

Saya berharap kejadian seperti Rapsodi yang kurang maksimal dalam hal promosi bisa diatasi. Akan sangat lucu apabila manajemen masih belum bisa mengatasi dan jatuh di lubang yang sama. Berkaca pada Rapsodi, promosi dengan merilis lewat kanal digital seperti Youtube dan Spotify atau dengan media konvensional seperti tampil di Televisi dan promosi lewat Radio nampaknya tidak cukup. Harus disertai dengan kegiatan promosi yang lain dan lebih masif. Manajemen seharusnya sudah tahu strategi promosi apa yang cocok di masa pandemi sekarang ini agar kejadian seperti Rapsodi tidak akan terulang lagi.

Sumber : https://www.jawapos.com/entertainment/music-movie/04/02/2021/restrukturisasi-membangun-lagi-jkt48-dari-awal-tanpa-sekat-tim/
Share to everyone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here