Kaca’s Idoling Diary: Farewell, Lidya.

Adelaide, 7 November 1993.

“It’s never too late to change your mind, you know…,” Ron Dennis berbisik kepada Ayrton Senna, di perayaan podium GP Australia 1993. Senna akan pindah ke Williams-Renault di akhir musim, setelah karir yang gemilang bersama McLaren-Honda.

Hari ini kalimat itu melintas lagi di pikiran gue, cuma konteksnya yang sedikit berbeda.

Senayan, 27 Oktober 2018.

Di dalam hati kecil, gue masih berharap Lidya ini cuma bercanda mau grad. Ya gimana ga mikir gitu ya, ini anak baru beberapa bulan sebelumnya ganti jikoshokai jadi versi menggemaskan seperti strawberry segar! “Wah Lidya ada penyegaran nih, kayanya menarik untuk dilihat perkembangannya,” logika gue sebagai wota polos mengatakan demikian.

Eh lha dalah, ga lama setelahnya #minLid ini bilang mau grad. Lucu banget, mau cubit rasanya. Akutu ga bisa diginiin.

Throwback ke HS tanggal 29 Sep, beli tiket beliau untuk 10 detik.

K: “Lid, lo jahat banget ya.”
L: “Eh, kenapa kak?”
K: “Iya lah, abis ganti jiko trus ngumumin grad.”
L: “Hehe. Suka jiko yang baru ya???”
K: *hmmmm 10 jam*

First impression gue ke Lidya ini kebetulan cukup bagus dan memang semenjak rutin nonton Team KIII di Saka Agari dia jadi perhatian gue, terutama kalau blocking Viny agak jauh dari posisi nonton (maaf ya, Vin).

So yeah, I decided to went on with her graduation show process, mulai dari Pajama Drive sampai Saka Agari. Tumbenan gue mau apply cuti buat beginian. Oh ya, selain mau lihat Lidya untuk terakhir kalinya di teater, tentu saja motivasi lain untuk nonton 2 show tersebut adalah untuk lihat yayang Viny. Ya setidaknya harus lihat beliau perform Temodemo no Namida di teater minimal sekali lah.

Pajama Drive, no contest. Jam terbang memang ga bisa bohong. 4 lagu pertama masih jadi pembuka paling kuat dari semua setlist JKT48. Siapa yang tahan untuk tidak ikut karaoke di Futari Nori no Jitensha? Lagu itu harus jadi anthem untuk para korban friendzone dan temanpulangbareng-zone.

Lidya tampil di Tenshi no Shippo. Freakin’ performance. Naomi tampil di Junjou Shugi. Sangat sensual. Viny ada di Temodemo no Namida, rambutnya bagus. Mengingatkan dengan poni belah jaman dahulu kala.

=== Skip ke Saka Agari. ====

Di lagu To Be Continued, sudah sekuat tenaga menahan tangis haru. Halloween Night cukup membuat suasana kembali ceria. Viny jadi Wicked Witch (?), sayang tidak ada yang pakai kostum Elaine. Seorang teman menyimpulkan, mungkin membernya tidak ada yang muat pakai kostum itu. #yajugaya

Sasae memang lagu paling top untuk bikin bendungan air mata jebol.

Lalu ada video K3poin Oshi episode terakhir. Di momen ini, gue baru sadar seberapa besar pengaruh Lidya terhadap pengalaman idoling gue. Sampai sekarang, K3poin Oshi adalah web series terbaik yang pernah dimiliki oleh JKT48. Ketika dulu vlog belum jadi tren, they set the bar. K3poin Oshi sangat membantu untuk teman-teman yang mungkin jarang datang ke teater atau kegiatan JKT48 lainnya, untuk tahu apa yang terjadi dibalik layar, bagaimana pribadi masing-masing member Team KIII, dan juga untuk melihat oshi mereka yang mungkin dapat screentime sedikit di konten reguler JKT48. Terima kasih banyak, #minYon dan #minLid.

Lidya bukan oshi gue, dibilang kesayangan pun rasanya masih jauh. Tapi dari interaksi yang hanya sebentar, Lidya berhasil membuat kesan yang mendalam. People come and go, but the memories will last forever.

Wishing you a tons of luck for your bright future, miss happy-go-lucky. I do hope our path crossed next time, ’till we meet again.

 

PS.
Yes, it’s never too late to change your mind, Lids. 😉

 

IMG_20181028_025454.jpg

Share to everyone

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here