Setiap ada pertemuan maka akan datang perpisahan. Akhir tahun 2019 ini akan menjadi akhir tahun yang cukup kelabu untuk penggemar JKT48, beberapa member senior akan lulus dari grup ini dan membuka lembar baru dalam kehidupannya, mereka adalah: Michelle (tim J); Yona, Vienny, dan Rachel (tim KIII); Ayana, Sonia, Vanka, Angel, dan Zara (tim T). Kelulusan mereka akan “dirayakan” dalam sebuah event bertajuk “Wisuda Kelopak-kelopak Bunga Sakura” yang akan diselenggarakan pada 30 November 2019. Selain nama yang sudah disebut masih ada satu member lagi yang sudah mengumumkan kelulusan, yaitu Kyla dari tim T. Kelulusan member yang sudah disebut menyisakan 9 kursi kosong di ketiga tim (atau bila kita mengasumsikan Anin akan dipindah permanen ke tim T maka akan menjadi 10 kursi kosong), dengan tim J memiliki 1 posisi kosong, tim KIII 4 kursi kosong dan 5 tempat tersisa di tim T (tim T saat ini berisi 17 member, sehingga bila dikurangi 6 member yang lulus maka akan menjadi 11 member, atau kurang 5 member dari kuota standar per tim.)

Posisi yang kosong tersebut tentunya akan diberikan kepada member generasi baru yang saat ini masih berada di AcademyClass A (selanjutnya saya sebut sebagai Academy saja, karena saat artikel ini dibuat Academy Class B dalam keadaan kosong). Adapun Academy saat ini diisi oleh 28 member yang berasal dari generasi 6, 7, dan 8. Di artikel ini saya akan berusaha membahas siapa saja memberAcademy yang sudah cukup siap untuk menjadi member tim dengan menjadikan aspek pernah tampil sebagai backup tim sebagai tolok ukur utama, mereka adalah: Shalza dari generasi 6; Aiko Harumi (Aiko), Dhea Angelia (Dey), Febrina Diponegoro (Bri), Febriola Sinambela (Olla), Freya Jayawardhana (Freya), Jessica Chandra (Jessi) dan Jesslyn Callista (Jesslyn) dari generasi 7; Fiony Alveria Tantri (Fiony), Lulu Salsabila (Lulu), dan Zahra Nur (Ara) dari generasi 8.

    1. Shalza Grasita alias Shalza
Shalza.jpg

Shalza adalah satu-satunya member generasi 6 yang masih belum naik ke tim, bahkan “diloncati” oleh junior-juniornya dari generasi 7 dalam hal kesempatan naik ke tim atau hanya sekadar menjadi backup tim. Di awal kemunculannya di grup ini memang Shalza terlihat sangat kedodoran dengan staminanya, belakangan diketahui bahwa masalah kesehatan membuat stamina Shalza tidak seprima teman-temannya. Kesabarannya berbuah manis saat akhirnya mendapat kesempatan backup tim J di setlist “Fajar Sang Idola”. Saat artikel ini dibuat, Shalza baru sekali tampil sebagai backup tim. Kesempatan tersebut berusaha dimanfaatkan dengan maksimal oleh Shalza. Di penampilan perdananya bersama member tim, Shalza berusaha keras menutupi rasa gugupnya, di lagu pertama sempat terlihat salah blocking namun Gaby berhasil mengoreksinya dengan cukup manis sehingga kesalahan Shalza tidak begitu tampak. Secara keseluruhan, penampilan Shalza di shonichi tidak bisa dibilang buruk, kesalahan-kesalahan yang dia buat sangat wajar untuk seorang pemula, salah blocking-nya pun tidak begitu banyak. Walau begitu Shalza masih harus belajar banyak dalam hal keluwesan ekspresi wajah untuk bisa mengejar ketertinggalannya, mimik yang dia tunjukkan saat membawakan unit song“Pajama Drive” adalah standar yang harus ia pertahankan di sepanjang penampilannya.

  1. Aiko Harumi alias Aiko
Aiko.jpg

Panda junior ini sudah merasakan menjadi backup di tim J pada setlist “Fajar Sang Idola”, dan di tim T pada setlist “Tunas di Balik Seragam”. Aiko menjalani debut di tim J lebih dulu sebelum debut di tim T. Penampilan dia saat shonichi di tim J bisa dibilang kurang memuaskan, dia terlihat gugup dan terlalu banyak salah gerakan. Namun shonichi dia di tim T bisa dibilang cukup memuaskan, wajah gugup yang sangat terlihat saat shonichi di tim J hampir tidak terlihat, dia berhasil mengimbangi senior-seniornya di tim ini dan detail dance yang dia tunjukkan cukup baik, selain itu mimik wajah yang dia tunjukkan saat tampil membawakan “Tunas di Balik Seragam” terlihat lebih lepas.

  1. Dhea Angelia alias Dey alias Ratu Shwalla Khandalla
Dey.jpg

Menjalani debut dengan baik sebagai backup tim J pada setlist “Fajar Sang Idola”, Dey juga tampil baik di setlistSaka Agari” yang dibawakan oleh tim KIII. Saya tidak tahu berapa kali Dey sudah tampil di dua setlist tersebut, namun yang jelas Dey sudah tampil cukup banyak sebagai memberbackup, bahkan ada saat ketika Dey tampil hampir di semua setlist dalam satu minggu. Seingat saya Dey selalu tampil stabil di setiap penampilannya, terlepas dari dia terpeleset saat membawakan “Saka Agari”. Kelebihan dari Dey adalah keluwesan ekspresinya yang cukup baik, dia tidak segan “mengunci” salah satu fans untuk diajak bernyanyi bersama. Selain itu keberanian dia saat MC bersama seniornya juga patut diacungi jempol, logat nyablak yang mirip dengan Eril & Nabilah kerap membuat suasana teater lebih ramai. Saya rasa Dey adalah salah satu member yang tidak perlu ditahan lebih lama di Academy, kemampuannya akan menjadi berkah besar untuk tim mana pun.

  1. Febrina Diponegoro alias Bri
Bri.jpg

Bri merupakan member spesialis tim T. Pernah menjadi backup di setlist “Sambil Menggandeng Erat Tanganku”, Bri juga diberi kesempatan untuk menjadi backup di setlist “Tunas di Balik Seragam”. Saya memang jarang melihat penampilan tim T, namun saat saya melihatnya tampil dia terlihat cukup baik dalam mengimbangi seniornya. Bri masih perlu memperbaiki fokusnya karena beberapa kali dia terlihat terlambat berpindah blocking atau ragu dengan gerakannya, selain itu kemampuan MC-nya juga perlu diasah lagi agar mampu mengembangkan tema MC.

  1. Febriola Sinambela alias Olla
Olla.jpg

Olla baru saja mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai backup tim pada bulan September kemarin. Karena saya belum pernah melihat penampilannya di “Tunas di Balik Seragam”, maka saya akan mengulas penampilannya di “Pajama Drive”. Olla sebenarnya merupakan member yang memiliki kemampuan merata, dance yang ia tampilkan cukup energik, selain itu permainan ekspresi yang ia mainkan juga cukup luwes. Kelebihan utamanya adalah MC yang cukup berani, di Academy dia dan Viona Fadrin alias Vivi alias Badrun adalah member yang membuat suasana MC lebih ramai, kadang kecerobohannya saat MC juga bisa menjadi sasaran empuk bagi teman-temannya. Jika ditanya apa yang harus diperbaiki dari Olla, saya akan tegas menjawab: otaknya. Ya, jokes-nya yang seperti bapak-bapak Whatsapp membuat saya bingung dengan lingkungan pergaulannya, apakah ada yang pernah menghajar Olla habis-habisan sampai otaknya jadi geser seperti sekarang.

  1. Freya Jayawardhana alias Freya

Freya ML.jpg

Lho salah, bukan Freya yang itu!

Freya.jpg

Freya adalah salah satu member termuda di generasi 7, dia dan Yori cukup untuk membuat om-om satu teater mental jauh hingga ke angkasa sana karena ke-uwu-an mereka. Member yang dicurigai merupakan Tara Basro yang meminum APTX 4869 (apa itu? APTX 4869 adalah pil yang membuat Ran jomblo bertahun-tahun karena Shinichi Kudo menciut jadi curut, maaf, maksudnya menciut jadi Conan) agar bisa menyamar menjadi member JKT48 ini sudah membawakan setlist “Fajar Sang Idola” bersama tim J, dan “Tunas di Balik Seragam” bersama tim T. Mari kita bahas penampilan dia bersama tim J, karena kebetulan saya belum pernah melihatnya saat tampil dengan tim T. Freya bisa dibilang cukup tenang saat tampil bersama member yang jauh lebih tua dari dia. Detail gerakan yang dia tampilkan cukup baik, sayangnya dia kurang bisa memainkan ekspresi saat tampil di tim J, padahal saat membawakan “Two Years Later” di “Pajama Drive” dia bisa menunjukkan permainan ekspresi yang cukup memukau. Saya rasa ia tidak butuh banyak waktu untuk memperbaiki masalah ekspresi ini, lagi pula wajahnya yang sangat uwuuuuuu untuk sementara dapat menutupi kelemahannya dalam berekspresi. Freya juga harus lebih berani berbicara saat MC dengan seniornya, kadang ia terlihat ragu untuk mengusili seniornya, padahal saat di “Pajama Drive” dia bisa membuat member lain kesal, tapi tetap lucu, tapi bikin kesal, tapi tetap lucu, tapi bikin kesal, tapi tetap lucu, ya sudah pokoknya Freya lucu.

  1. Jessica Chandra alias Jessi
Jessi.jpg

Jessi sudah membawakan dua setlist sebagai backup tim, yaitu “Fajar Sang Idola” dan “Saka Agari”. Jika dihitung dengan unit song di “Pajama Drive”, ia sudah membawakan 7 unit song selama menjadi memberAcademy. Di usianya yang masih muda, 14 tahun, dia bisa beradaptasi dengan baik dengan berbagai tema lagu, sebut saja “Wagamama na Nagareboshi” yang menuntutnya untuk tampil lucu, “Itoshiki Natasha” & “Kagami no Naka no Jeanne d’Arc” yang membuatnya harus tampil garang, “Tengoku Yarou” yang memaksa dia tampil konyol, “Kataomoi no Taikakusen” yang menjadikannya gadis galau, “Junjou Shugi” di mana ia harus tampil menggoda, atau “Temodemo no Namida” yang mengharuskan dia menjadi sad girl. Bila ada yang kurang dari Jessi, itu adalah fokusnya yang kadang berkurang di pertengahan setlist, dan akan lebih baik lagi jika dia bisa lebih yakin dengan apa yang akan dia ucapkan saat MC. Sama dengan Dey, saya merasa Jessi sudah tidak perlu lagi ditahan lebih lama di Academy, pengalaman yang Jessi miliki sebagai memberbackup adalah salah satu yang terbanyak. Kemampuan Jessi dalam beradaptasi dalam berbagai jenis lagu dan kemampuannya dalam menghafal koreografi yang di atas rata-rata akan menjadi bantuan besar untuk tim apa pun.

  1. Jesslyn Callista alias Jesslyn alias Jeji sobat Tasya
Jesslyn.jpg

Jesslyn merupakan member yang cukup sering mengisi kekosongan di setlist Sambil Menggandeng Erat Tanganku milik tim T, namun di setlist terbaru tim T dia belum mendapatkan kesempatan mengisi posisi kosong. Penampilan Jesslyn sejauh ini cukup baik, dia jarang membuat kesalahan yang terlalu tampak, fokusnya juga bisa terjaga sampai akhir setlist. Yang kurang dari Jesslyn adalah dia kurang percaya diri dengan ekspresi lucunya, sehingga terkadang kurang lepas di lagu-lagu lucu.

  1. Fiony Alveria Tantri alias Fiony
Fiony.jpg

Walaupun masih baru, dia sudah mendapatkan kesempatan menjadi center“Pajama Drive”. Sebagai backup tim, dia pernah mengisi posisi kosong di “Saka Agari”. Penampilan Fiony di atas panggung bisa dibilang cukup baik, shonichi-nya di “Saka Agari” berjalan cukup baik, tidak spesial memang, tapi dia tidak membuat banyak kesalahan yang terlalu tampak. Sayangnya kelucuannya di Twitter masih belum terbawa saat MC, mungkin dia masih merasa canggung saat berbicara di depan banyak penonton.

  1. Lulu Salsabila alias Lulu
Lulu Salsabila alias Lulu

Menjalani debut sebagai backup KIII bersama dengan Fiony dan Ara, bisa dibilang Lulu adalah yang terlihat paling gugup saat shonichi. Blocking dan gerakan yang salah cukup sering terlihat dari kursi penonton, mungkin Lulu masih perlu belajar bagaimana cara untuk mengembalikan fokus dengan cepat setelah melakukan kesalahan di awal setlist. Namun sebenarnya penampilan Lulu di “Pajama Drive” tidaklah buruk, dia cukup bisa menjaga detail koreografi saat tampil di atas panggung. Bila diberi jam terbang yang lebih tinggi, saya rasa Lulu bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

  1. Zahra Nur alias Ara
Ara.jpg

Ara adalah penampil terbaik dari generasi 8, setidaknya itu yang terlihat sejauh ini. Dia mampu tampil sangat baik saat mendapat kesempatan shonichi di “Saka Agari”, ekspresi yang sangat dinamis, dance yang energik, sampai kemampuan dia untuk “mengunci” penonton berada di level yang berbeda dengan teman-teman segenerasinya. Walaupun masih baru, tapi saya rasa dia layak mendapat kesempatan untuk menjadi member reguler.

Promosi berikutnya mungkin akan diumumkan di event handshake 1 Desember 2019 alias sehari setelah konser “Wisuda Kelopak-kelopak Bunga Sakura”, atau bisa juga diumumkan di hari yang sama dengan konser kelulusan, yang jelas kemungkinan besar akan diumumkan sekitar tanggal tersebut. Apabila manajemen ingin mengisi semua kekosongan kursi, maka akan ada 11 memberAcademy yang dipromosikan ke tim, dan apabila yang dipromosikan adalah member yang pernah menjadi backup tim, maka akan ada 1 member yang tetap tinggal di Academy. Dan, sekali lagi, apabila promosi tersebut didasarkan dari penampilan member selama menjadi backup, maka kemungkinan susunannya akan menjadi seperti ini:

J : Shalza
KIII : Dey, Ara, Jessi, Fiony
T : Aiko, Bri, Freya, Olla

Dengan penambahan member seperti di atas, tim T masih kekurangan 1 member, bisa jadi manajemen menempatkan 1 memberbackup dari tim lain seperti Lulu, atau dalam kurun 2 bulan akan menempatkan member lain untuk magang di tim T. Namun hasil akhir bisa saja berbeda, bisa saja manajemen memutuskan untuk menaruh member yang sering menjadi backup di tim K3 ke ticketing menemani Zahrin… ya enggak lah, maksudnya bisa saja member yang menjadi backup tim K3 ditaruh di tim T atau sebaliknya.

Namun jika saya berandai-andai siapa saja yang akan naik ke tim, maka saya akan memilih:

J : Shalza
K3 : Dey, Ara, Jessi, Fiony
T : Aiko, Bri, Freya, Olla, dan Viona Fadrin (Vivi)

Mengapa susunannya seperti itu?

Shalza saya rasa patut diberi kesempatan untuk berjuang di tim, kenapa di tim J? Selain karena dia pernah menjadi backup di tim J, saya rasa dia akan lebih baik tidak ditempatkan di tim yang membawakan setlist yang terlalu menguras stamina seperti tim T.

Dey, Ara, Jessi, dan Fiony ingin saya tempatkan di tim KIII karena penampilan mereka di tim tersebut cukup apik. Mereka memang masih harus melatih detail dance mereka, namun detail yang saat ini mereka tunjukkan sudah cukup baik untuk diberi kesempatan lebih. Selepas perginya Yona yang membawakan unit song“Dakeshimeraretara”, saya sangat ingin melihat Ara yang memiliki kemampuan berekspresi di atas rata-rata membawakan lagu itu.

Aiko, Bri, Olla, dan Freya saya sebut karena mereka sudah memiliki jam terbang di tim tersebut. Sedangkan Vivi saya pilih, selain karena penampilannya di “Pajama Drive” cukup baik, juga karena kemampuan dia untuk menghidupkan MC. Yang mana pasca perginya Angel maka tim T akan kehilangan salah satu aset terbesar mereka dalam bidang MC. Semoga dengan bergabungnya banyak memberAcademy, MC tim T bisa lebih hidup dari sebelumnya.

Demikian tadi 11 member yang saya bahas, selanjutnya kita akan lanjut ke unit song, selamat menikmati~

Maaf, kangen teater

Demikian pembahasan yang bisa saya bagikan. Pada dasarnya manajemen sudah memberikan kesempatan yang cukup besar agar para member baru bisa berkembang, tinggal bagaimana member mencari jalan untuk mengembangkan kemampuannya dengan cara masing-masing karena sebenarnya setiap member adalah individu unik yang akan berkembang dengan caranya sendiri.

 

Setiap mula akan menjadi akhir Kelopak bunga itu gugur meninggalkan ranting Kelopak baru akan mekar merimbun pepohonan Semua yang gugur akan tetap dikenang Semua kuncup suatu hari akan mekar Semua yang mekar akan gugur jua Mari kita nikmati momen itu Saat sakura perlahan mulai mekar sempurna Sampai saatnya... ia juga akan pergi meninggalkan ranting 
images source : twitter
Share to everyone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here