Menerka Plot Unit Song Setlist Saka Agari K3

Selamat kepada tim K3! Akhirnya, setelah melalui proses cukup panjang, tantangan teater fullhouse selama 20x (tidak berturut-turut) rampung juga. Rampungnya tantangan tersebut pada Sabtu (09/12) kemarin, langsung disambar dengan dua berita baik dan buruk. Berita buruk berisi pengumuman lulusnya Chikano Rina. Berita baik adalah diumumkannya setlist terbaru K3, “Saka Agari”.

Saya tidak akan membahas keputusan lulus Chikano Rina. 10 tahun mengabdi untuk grup 48 adalah suatu penghargaan tersendiri bagi saya. Semoga, Chikano Rina bisa sukses di luar sana. Yang menjadi fokus pembahasan saya kali ini adalah menebak siapa saja member yang didapuk untuk membawakan masing-masing unit song dalam “Saka Agari” K3.

Dipilihnya “Saka Agari” berarti menambah jumlah setlist Team K AKB48 yang dibawakan Tim K3 JKT48; sebanyak tiga setlist. Tentu hal tersebut menandakan makin lekatnya Tim K3 dengan citra Team K sebagai tim yang diisi dengan member-member bertalenta, penampil sejati, dan yang paling penting, piawai dalam menari.

Imej tersebut kini makin diuji, karena setlist terbaru mereka “Saka Agari” memberi tantangan baru. Dimana lagu-lagu didalamnya, dikenal karena koreografi yang relatif lebih rumit dibanding setlist-setlist terdahulu. Saya tidak akan membahas semua lagu dalam “Saka Agari”, saya hanya khusus membahas unit song-nya saja. Mari kita simak satu-persatu.

1. End Roll

Unit song pertama ini, dahulu dibawakan Oshima Yuko, Umeda Ayaka, Matsubara Natsumi, dan Noro Kayo. Dari liriknya, lagu ini bercerita tentang kesepian seseorang dan suasana sentimentilnya di sebuah bar bergaya latin. Maka menjadi masuk akal mengapa aransemen gitarnya kental dengan nuansa mexican style.

Meski liriknya demikian sentimentil, koreografi yang ditawarkan sebaliknya begitu enerjik. Disini member-member yang mampu bermain peran, serta piawai dalam menari adalah jawabannya. Pilihan saya tentu jatuh kepada para kru JKT48 Dance Project, yakni Beby, Stefi/Aurel, Acha, Sonia/Chikacang. Kesemuanya tentu adalah member yang berpengalaman dalam bidang menari, tinggal melihat bagaimana mereka berperan diatas panggung nantinya.

2. Wagamama na Nagareboshi

Tidak ada yang bisa menolak kehadiran Ono Erena dalam unit song ini. Lagu ini menjadi salah satu bab akan tumbuh berkembangnya Erepyon. Dari yang dahulu memiliki imej kawaii alias kinyis-kinyis, lalu menjadi dewasa, hingga foto-foto gravurenya beredar dimana-mana (saya akui gravure Erepyon adalah salah satu gravure terbaik dalam grup 48).

Lirik lagu ini sendiri bercerita tentang proses coming of age atau proses menuju kedewasaan. Dimana lagu ini seperti berpesan jika, “kamu tidak bisa selamanya menjadi anak kecil, dan akan dewasa saatnya nanti”. Pesan ini dengan apik menggambarkan sepak terjang member-member grup 48 seperti Mayuyu, Erepyon, Tashima Meru yang kesulitan mengubah imej mereka dari anak kecil menjadi dewasa.

Melalui argumen diatas, tentu kalian bisa menerka siapa member yang sesuai, yap pilihan saya jatuh kepada Anin/Yupi, Ayana. Ketiganya adalah member yang sedang menjalankan transformasi tersebut. Ayana tentu lebih sulit, karena ketika dia masuk ke JKT48 sebagai adik kecil, kini dia harus berperan sebagai senior dan mengayomi adik-adik barunya. Permasalahannya adalah apakah ketiga member ini mampu membawakan peran lagu tersebut dengan sempurna?

3. Ai no Iro

Unit song yang anggotanya paling banyak. Saya merasa lagu ini membutuhkan member-member yang memiliki kualitas vokal diatas rata-rata, pilihan saya jatuh kepada Rachel, Shafa, Desy, Gre, Nadila, dan Frieska.

4. Dakishimeraretara

Salah satu lagu berbahaya yang dialihbahasakan JKT48. Lagu ini memberikan fantasi untuk para fans menggunakan kekuatan lirik dan keseksian seifukunya. Karena lagu ini memaksimalkan penampilan dan imej seksi. Pilihan saya jatuh kepada Natalia, Shani, Naomi/Lidya. Bagi Shani jika tebakan ini benar terjadi, plot tersebut menjadi tantangan berat karena Shani yang harus keluar dari zona nyaman, yakni imej perempuan polos dan malu-malunya.

Selain plot Shani, prioritas lainnya adalah melengkapi aksesoris teater, dalam hal ini ialah hidrolik panggung, saya merasa jika aspek tersebut begitu penting untuk ada dalam lagu ini. Lalu pertanyaannya, bagaimana manajemen memodifikasi koreografi Dakishimeraretara tanpa adanya hidrolik panggung?

5. Mushi no Ballad

Di Team K AKB48, lagu ini pernah dibawakan Akimoto Sayaka. Di JKT48, lagu ini juga pernah dibawakan Sisca dan terbukti sukses. Member lainnya yang saya pilih adalah Ayen.

Tulisan ini sejatinya tidak bermaksud menggurui, saya hanya ingin mengutarakan pendapat saya tentang euforia setlist terbaru Tim K3. Lagipula jika tebakan saya benar-benar terjadi, bukankah itu menyenangkan? Tapi jika saya diminta memilih, saya lebih suka “Nounai Paradise”.

Share to everyone

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here