Debut dan lulus dalam kamus JKT48 adalah dua kata yang saling terkait dan tidak terpisahkan. Keduanya menjadi momen sakral bagi para fans karena dua hal tersebut melambangkan ‘pertemuan’ dan ‘perpisahan’. Debut dan kelulusan masing-masing anggota JKT48 tentu akan menjadi kenangan yang indah bagi para fans setianya. Kali ini, kenangan yang terkesan acak tersebut akan coba saya himpun dan saya ulas agar dapat menjawab pertanyaan, “bagaimana debut dan lulusnya anggota-anggota JKT48?”

Untuk mengumpulkan tanggal debut dan lulus masing-masing anggota JKT48, saya menggunakan Wikipedia sebagai sumber data primer. Berkat kegigihan teman-teman di Wikipedia, saya bisa mendapatkan data yang menurut saya cukup kredibel dan rapi. Data yang terakhir saya kumpulkan adalah data JKT48 di Wikipedia tanggal 26 Oktober 2020. Data ini berarti tidak menyimpan keluarnya Gabryela dan anak-anak Generasi 10.

Saya mengakui jika pengambilan data memang terlampau jauh dari waktu rilisnya artikel ini. Akibat pekerjaan, waktu analisis dan eksplorasi, hingga peristiwa besar saat pandemi, artikel ini harus molor dari waktu yang diinginkan. Saya mohon maaf. Meski begitu, saya bisa meyakinkan jika trajektori data secara umum tidak berbeda jauh meski saya mengambilnya pada Desember 2020.

Dari data yang saya himpun, tercatat dari 2011 hingga Oktober 2020, JKT48 sudah mengumpulkan 200 anggota. Selama itu, 122 orang sudah keluar dari JKT48, entah lulus, dipecat, atau mengundurkan diri hingga menyisakan 78 anggota aktif. Berikut diagram kuenya.

diagram1.png

Dari diagram tersebut tentu kita bisa melihat banyaknya alumni JKT48, jauh lebih banyak dari anggota-anggota yang masih bertahan hingga saat ini. Jika kita melihat seluruh anggota JKT48 membawakan After Rain di atas panggung 9th Year Anniversary di RCTI+, dibutuhkan panggung setidaknya 2x lebih besar untuk menampung seluruh alumni JKT48.

Data tersebut tidak serta-merta bisa dijadikan bukti jika perbedaan anggota JKT48 aktif dan tidak aktif begitu jomplang. Kita tentu tahu jika kelulusan dalam JKT48 adalah suatu keniscayaan. JKT48 pun tidak bisa menimbun banyak-banyak anggotanya karena setiap tim harus dalam figur yang seimbang. Itu salah satu alasan mengapa reshuffle diperlukan. Jadi bukan suatu hal yang aneh jika prosentase anggota aktif akan lebih kecil tahun- ketahunnya.

diagram3.png

Menarik jika kita melihat grafik masuk dan keluarnya anggota JKT48 setiap tahun. Dari tahun 2011 hingga 2020, keduanya terlihat fluktuatif. Pada rentang 2015-2016, jumlah anggota yang masuk turun drastis. Pada waktu itu, hanya 12 anggota Generasi 4 debut di 2015 dan 17 anggota generasi 5 debut di 2016.

Tidak ada yang tahu persis mengapa jumlah anggota yang debut pada 2015-2016 relatif sedikit dibandingkan tahun-tahun lainnya. Ada yang mengatakan jika memang peserta audisi ketika itu tidak terlalu banyak, atau mungkin belum ada lagi peserta yang layak hingga hanya sedikit saja yang terpilih. Apapun itu, dua generasi ini lalu menjadi cikal bakal Team T era Fresh Peach dan menggantikan senior-senior dari Generasi 3 yang dipecah ke Team J dan K3.

Kita juga menyaksikan adanya lonjakan anggota JKT48 yang keluar pada 2016. 19 anggota tercatat keluar, entah lulus, dipecat, atau mengundurkan diri. Jumlah itu lalu turun pada 2017, lalu kembali melonjak lagi hingga total 46 anggota JKT48 keluar pada 2018-2019.

diagram4.pngdiagram6.png

Pada tahun tersebut, generasi yang paling banyak keluar adalah Generasi 2 dengan prosentase sebanyak 32,6%. Dua peringkat di bawahnya secara berturut-turut ditempati oleh Generasi 5 dan Generasi 6 sebanyak masing-masing 15,2%. Melalui grafik di atas kita bisa mengetahui jika pada rentang tahun tersebut, banyak anggota senior yang keluar dari JKT48. Pernyataan tersebut juga didukung oleh banyaknya anggota dengan waktu aktif di atas lima tahun yang keluar.

Keluarnya anggota-anggota senior tentu dapat memberikan anggota-anggota junior ruang lebih luas untuk berkembang dan memberikan mereka pressure untuk dapat bersinar lebih cepat. Anggota-anggota seperti Aya, Amel, Celine, dan Ariella adalah salah satu produknya. Namun demikian, kita juga bisa melihat banyaknya anggota dengan waktu aktif 0-3 tahun yang keluar dari JKT48 pada 2018-2019. Hal tersebut jelas mengkhawatirkan karena makin banyak anggota junior yang keluar, semakin kecil kemungkinan figur-figur berbakat di JKT48 dapat dicetak. Fakta ini semakin mengkhawatirkan mengingat pada 2020, krisis pandemi membuat JOT harus membatalkan debut Generasi 10. Praktis JKT48 kini bisa dikatakan timpang dalam hal regenerasi.

Regenerasi Membutuhkan Waktu

Regenerasi adalah aspek yang menurut saya paling krusial di dalam JKT48. Tanpa regenerasi, JKT48 sulit untuk bisa bertahan. Kita tahu bahwa tagline JKT48 adalah tumbuh dan berkembang bersama fans. Agar anggota JKT48 dapat tumbuh dari angka nol menuju 100, mereka membutuhkan waktu dan proses untuk berkembang. Waktu dan proses ini juga yang dibutuhkan hingga anggota JKT48 layak menyandang jabatan kapten, atau center, misalnya.

Ambil contoh Shani. Butuh setidaknya tiga tahun bagi Shani sejak debut untuk bisa meratui Senbatsu 2017. Cindy Yuvia sendiri bahkan membutuhkan waktu enam tahun agar bisa menjadi pemenang dalam Senbatsu 2018. Masih banyak contoh lainnya yang mengisyaratkan jika untuk menjadi besar di JKT48, setiap anggota membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar.

diagram8.pngdiagram7.png

Ketika saya melihat daftar seluruh anggota JKT48 yang telah keluar sepanjang 2012-2020, hasilnya jauh lebih mengkhawatirkan. Dari seluruh anggota JKT48 yang keluar, sebanyak 24,1% hanya bertahan selama setahun, 20,7% hanya bertahan dua tahun, dan 12,1% hanya bertahan kurang dari setahun. Artinya, lebih dari 50% anggota JKT48 yang keluar tidak mampu bertahan lebih dari dua tahun.

Banyak faktor yang menyebabkan anggota JKT48 tidak bisa lepas dari ‘kurungan’ dua tahun tersebut; mulai dari culture shock, izin orang tua, hingga kesehatan adalah salah satunya. Kian tersisihnya JKT48 di panggung hiburan mainstream Indonesia juga bisa menjadi alasan. Banyak anggota junior JKT48 yang hanya sekadar mencoba-coba atau sedikit ‘mengumpulkan’ pengikut sebelum terjun ke dunia hiburan sidestream (baca: YouTube, TikTok, Instagram). Tentu dengan semakin sedikitnya anggota-anggota junior yang bisa menginjak waktu 3 tahun lebih di JKT48, berarti mempersempit juga figur-figur anggota yang dapat melanjutkan panji JKT48. Karenanya masa depan JKT48 di 2021 terasa semakin muram.

diagram9.png

Grafik sebaran (scatter) di atas bisa memperjelas bagaimana anggota-anggota JKT48 keluar dari 2011 hingga 2020. Dari grafik tersebut kita bisa melihat jika proses keluar masing-masing generasi relatif gradual, artinya tidak ada pengunduran massal yang membuat satu generasi langsung habis, melainkan bertahap setiap tahunnya.

diagram10.pngdiagram11.png

Lalu ketika saya melihat hubungan usia ketika debut dan tahun mereka keluar, hasilnya terlihat cukup acak. Dari grafik sebaran di atas bisa kita lihat jika usia 13-18 menjadi usia paling banyak bagi anggota JKT48 ketika debut. Insight ini tentu bisa menjadi panduan para perempuan yang ingin masuk JKT48 jika rentang usia tersebut adalah usia yang paling tepat untuk mendaftar. Namun lagi-lagi data mengenai waktu aktif semua eks-anggota tidak begitu baik. Dari rentang eks anggota dengan usia 13-18 tahun, rata-rata waktu aktif mereka tidak lebih dari 5 tahun. Pun ketika saya melebarkan batasan data dan memasukkan anggota yang masih aktif, hasilnya tidak berbeda jauh.

Posisi Menentukan Prestasi?

Seperti klausul logis paling sederhana yakni, “jika x maka y”, saya mencari jawaban mengenai sangat sedikitnya anggota yang betah di JKT48. Jawabannya bisa beragam. Namun kali ini saya coba mencarinya dari data pribadi mereka yang paling standar; tempat lahir. Meskipun tempat lahir tidak bisa dijadikan patokan tempat anggota JKT48 tinggal semasa hidupnya, data tersebut setidaknya bisa digunakan sebagai gambaran untuk domisili awal mereka.

diagram12.png

Secara rerata, hampir 50% anggota JKT48 lahir di Jakarta. Kota besar kedua yang menjadi tempat lahir anggota adalah Bandung, sisanya tersebar di seluruh Nusantara dan beberapa bahkan lahir di luar Indonesia. Dari waktu aktifnya, antara Jakarta dan luar Jakarta memiliki rerata yang tidak berbeda jauh; secara berurut yakni 3,3 tahun dan 2,9 tahun.

Namun ada hal menarik yang bisa kita lihat melalui grafik di atas. Jumlah anggota JKT48 di Jakarta yang debut pada rentang usia 15-18 tahun lebih rendah dibandingkan jumlah anggota JKT48 dari luar Jakarta. Jumlah kategori ini bahkan memanjang hingga usia 21 tahun. Tandanya, anggota JKT48 yang lahir di luar Jakarta dan mungkin berdomisili di luar Jakarta tidak memiliki kesempatan untuk debut di usia yang lebih muda. Pertimbangan usia dan jarak mungkin menjadi syarat mengapa para ‘perantau’ ini baru bisa mengadu nasib di Jakarta pada usia yang relatif lebih dewasa.

Temuan ini juga didukung oleh cerita Indah, anggota Generasi 9 kelahiran Jambi. Meski dia mengaku telah menyukai JKT48 sejak kecil, jauhnya jarak antara Jambi dan Jakarta serta izin orang tua membuat ia mengurungkan niat untuk mendaftarkan diri di JKT48 dan baru debut pada usia 19 tahun. Hal ini tentu saja bisa menjadi pertimbangan. Pasalnya, banyak anggota yang memutuskan keluar dari JKT48 ketika telah lulus kuliah. Bagi Indah dan para perantau lainnya, waktu mereka di JKT48 tidak akan bisa selama anggota-anggota lainnya yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.

diagram13.png

Pernyataan saya di paragraf sebelumnya juga didukung oleh grafik jumlah anggota berdasarkan waktu aktif di atas. Anggota dari luar Jakarta pada rentang usia 0-2 tahun lebih banyak dibandingkan anggota dari Jakarta pada rentang usia yang sama. Namun pada rentang usia 3-7 tahun, anggota dari Jakarta memiliki jumlah sedikit lebih besar dibandingkan anggota dari luar Jakarta. Meski tidak signifikan, lokasi merupakan faktor penting yang menentukan bertahan atau tidaknya anggota JKT48.

Penutup

Pengamatan saya di atas; meski belum lengkap, setidaknya bisa memberikan teman-teman gambaran umum bagaimana perempuan-perempuan tersebut debut dan keluar dari JKT48. Data ini tentu jauh dari kesempurnaan karena belum bisa mengkategorikan cara keluar, entah dipecat, mengundurkan diri, atau lulus dari JKT48. Kategori tersebut tentu penting untuk memberikan kedalaman akan analisis di atas.

Tidak hanya itu, data yang saya gunakan juga belum terhubung dengan daftar Senbatsu yang lengkap sehingga saya tidak bisa menguji hubungan waktu aktif di JKT48 dengan tingkat keterkenalan (Senbatsu) karena banyak juga anggota-anggota yang masih seumur jagung di JKT48, namun sudah diberikan kepercayaan untuk menjadi center, Andela dan Zara adalah salah duanya. Pun berkaca dari mereka, kesempatan menjadi center tidak juga membuat mereka bertahan lama di dalam grup.

Saya harap, tulisan di awal 2021 ini bisa menggambarkan krisis atau masalah yang sedang dihadapi JKT48, seberapa urgent masalah tersebut, dan mungkin akan membuat teman-teman lebih menghargai waktu dan momen ketika mengidolakan JKT48, selagi bisa.

images : http://goodeeewthings.blogspot.com/
Share to everyone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here