Sudah hampir empat bulan sejak tim J membawakan setlistIdol no Yoake atau Fajar Sang Idola. Sudah banyak juga cerita yang terukir dalam perjalanan yang lumayan singkat ini, sebut saja lulusnya Shania, Saktia, dan Della yang merupakan member senior di tim ini. Demosi salah satu member ke academy, cedera cukup lama yang dialami oleh Aya, dan masuknya Amel & Eve sebagai keluarga baru. Keluar masuknya member membuat warna tim J menjadi kerap berubah-ubah, apalagi member yang keluar bukanlah member sembarangan.

Dalam artikel ini saya ingin berbagi pandangan mengenai penampilan para ratu idola saat membawakan setlist Fajar Sang Idola. Karena menurut saya dinamika yang terjadi di tim ini membuat penampilan mereka selalu menarik untuk disaksikan. Namun saya membatasi fokus saya pada penampilan member pada unit song karena perbedaan susunan member paling terasa saat kualitas individu member ditampilkan di unit song. (baca: saya terlalu malas menulis panjang, lagi pula tulisan ini seharusnya menjadi part 2, di mana part 1 seharusnya mengulas penampilan tim J di semua lagu selama sebulan dan part 2 mengulas perbedaan setelah beberapa member keluar)

Tim J mengawali setlist ini dengan 15 member reguler ditambah 1 memberacademy, yaitu Amel. Saat artikel ini dibuat, tim J diisi oleh 13 member reguler dengan 3 memberacademy sebagai back up, yaitu Azizi, Chika, dan Dey. Mulai 21 Juli 2019 tim J akan kehilangan Aya yang dipindah ke tim K3 dan kedatangan 4 memberAcoustic dari tim K3, yaitu Nadila, Rona, Aurel, dan Sisca. Dalam kurun empat bulan saja sudah banyak bongkar susun susunan member di tim ini.

Ada lima unit song di setlist ini, masing-masing memiliki tema yang bisa dibilang berbeda, tidak seperti pada setlist sebelumnya yang temanya cukup seragam, yaitu cinta. Bukan hal yang jelek jika tema lagu yang dibawakan tidak seragam, dan bukan hal yang jelek juga ketika tema lagu yang dibawakan seragam, masing-masing memiliki keunikannya sendiri.

shonichi zannen shoujo
zannen shoujo (frieska, yupi (c), della) – shonichi

Lagu unit song yang pertama adalah Zannen Shoujo, Si Gadis yang Celaka. Sebuah lagu yang menceritakan pertentangan batin dari gadis yang memiliki dua kepribadian. Pada awalnya lagu ini dibawakan oleh Yupi, Della, dan Frieska. Sejujurnya saya cukup skeptis ketika mereka bertiga muncul dengan kostum ini, karena pada setlist sebelumnya Yupi dan Frieska terlihat kurang cakap memainkan ekspresi. Terlebih lagi Yupi yang ketika membawakan Faint terlihat kurang luwes dalam memainkan mimik wajah, selain itu gerakan Della juga kerap terlihat kaku.

Namun ternyata penampilan mereka bertiga cukup apik. Yupi yang biasanya hanya memasang satu jenis ekspresi di wajahnya mulai bisa menunjukkan dirinya yang lain. Frieska dengan wajahnya yang memang sudah cetakan judes terlihat aman memainkan perannya, dan Della sangat terlihat menikmati sisa waktunya di grup ini. Setelah keluarnya Della, kini unit song ini dibawakan oleh Yupi, Eve, dan Chika. Sayangnya Eve dan Chika masih terlalu kaku dalam memainkan mimik wajahnya. Kesan gadis berkepribadian ganda kurang terlihat dari mereka. Mungkin Chika memang butuh waktu karena dia memang member baru. Namun saya berharap lebih dari Eve yang bisa dibilang merupakan member yang cukup senior di grup ini, dia harus memacu dirinya untuk berkembang lebih jauh lagi.

Sebenarnya saya berharap setelah shuffle Juli nanti, unit song ini diserahkan kepada tiga memberAcoustic, misalnya saja Aurel, Sisca, dan Rona. Lalu mereka membawakan lagu ini secara live, mengingat koreografinya yang tidak terlalu brutal saya rasa mereka bisa melahap lagu ini dengan baik, lebih baik dari versi shonichi-nya.

Kuchi Utsushi Chocolate
Kuchi Utsushi Chocolate (michelle, feni (c), cindy) – shonichi

Pertunjukan dilanjutkan dengan lagu Kuchi Utsushi Chocolate, atau Berikanlah Cokelat dengan Bibir. Bagi saya ini adalah lagu tersulit di setlistIdol no Yoake. Butuh pemahaman dan eksekusi yang baik untuk bisa mengalahkan lagu ini. Lagu ini menceritakan tentang gadis sekolah yang tergila-gila dengan seseorang, walaupun gadis itu tahu cinta tak selamanya manis namun ia tetap ingin beradu dengan pria itu dalam buaian cinta. Feni, Michelle, dan Cindy yang menjadi lakon awalnya cukup baik dalam menafsirkan lagu ini. Khususnya Feni, penampilannya di lagu ini sudah seperti martabak dengan 4 telur bebek, spesial. Beberapa orang mungkin menganggap ekspresi yang ditunjukkan oleh Feni berlebihan, namun menurut saya justru ekspresi berlebihanlah yang harus ditunjukkan di lagu ini.

Kuncinya ada di nama Betty Blue yang disebutkan di lagu ini, dia adalah karakter perempuan dalam sebuah film Perancis yang tayang pada tahun 80an. Betty Blue merupakan wanita menawan yang punya karakter sangat genit namun memiliki gangguan mental. Sehingga saya merasa ekspresi yang harus dibawakan adalah genit yang liar, seperti Betty Blue. Sayangnya Cindy kurang ekspresif dalam membawakan lagu ini, begitu juga dengan Diani yang kerap menggantikan posisi Michelle saat ia membawakan unit song lain. Sedangkan Michelle sudah berada di jalur yang benar, begitu juga dengan Gaby yang pernah membawakan lagu ini.

Kataomoi no Taikakusen
Kataomoi no Taikakusen (stefi, aya (c), ariel) – shonichi

Berlanjut ke unit song ketiga, yaitu Kataomoi no Taikakusen, alias Garis Diagonal Cinta Searah. Entah apa yang dipikirkan oleh Yasushi Akimoto saat membuat lirik lagu ini, mungkin dia sedang mengerjakan soal Pythagoras sampai-sampai bisa membawa istilah diagonal ke dalam sebuah lagu (secara harfiah taikakusen memang berarti diagonal). Dengan Aya, Stefi, dan Eril sebagai penggawa awal lagu, unit song ini mengajak penonton untuk mengalihkan pikiran dari ciuman berlapis cokelat ke kisah gadis yang menyukai pacar temannya, ironis, seperti kisah dalam Only Today yang dengan oa oe atau tanpa oa oe tetap membawa kisah ironi cinta satu arah. Aya dan Stefi yang bersama dengan Feni saya anggap merupakan tiga member terbaik di tim J tentu saja bisa melahap lagu ini dengan mudah. Gerakan mereka tegas tanpa melupakan permainan ekspresi di wajah mereka.

Sebagaimana lagu JKT48 yang lain, lagu ini berisi kegalauan yang penyelesaiannya menggantung. Walaupun si gadis tahu bahwa pria itu adalah milik temannya namun masih ada rasa ingin memiliki. Sehingga pada titik tertentu lagu ini membutuhkan ekspresi menggoda. Hal inilah yang sering dilupakan oleh Eril, bukan masalah besar sebenarnya, namun akan lebih baik kalau dia bisa meningkatkan kemampuannya. Apalagi Stefi sudah diasingkan ke trainee, eh, Academy A dan Aya akan dipromosikan, maaf, dipindah ke tim K3, sehingga Eril menjadi satu-satunya member lawas di lagu ini. Sejak Stefi mendapat demosi, Frieska mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Stefi. Dan sayang sekali Frieska belum mampu mengimbangi Stefi.

Manajemen perlu melakukan sesuatu untuk membuat lagu ini tidak kehilangan jiwanya saat sang center pindah tim nanti. Mengingat Cindy yang biasa mengisi pos Aya saat Aya cedera pun belum bisa menampilkan kemampuan terbaiknya. Selain tiga member utama, lagu ini juga dilengkapi dengan back dancer yang diisi oleh membermemberacademy. Tidak banyak yang bisa diulas karena memalingkan mata dari Aya cukup sulit, maaf, maksud saya back dancer “hanya” bertugas sebagai pengiring tarian member utama. Sejauh ini penampilan mereka belum pernah mengecewakan.

Tengoku Yarou
Tengoku Yarou ( diani, amel, sinka (c), juli) – shonichi

Tidak semua lagu unit song di setlist ini memiliki tema yang serius. Salah satu lagunya yaitu Tengoku Yarou atau Berandalan di Surga menjadi penyegar unit song. Penonton diajak bersenang-senang dengan para berandalan sebelum diajak pergi ke Siberia. Lagu ini tidak memerlukan teknik menari khusus, liriknya pun cukup jelas dengan ketidakjelasannya. Ya memang lagu ini tentang empat berandalan tidak jelas yang lebih suka hepi hepi ketimbang bekerja, sudah jelas?

Saat shonichi lagu ini dibawakan oleh Sinka, Amel, Juli, dan Diani. Masing-masing dari mereka mengenakan kostum dari beberapa jenis profesi, misalnya: suster, driver gojek, pegawai kantoran, polwan, poltu, dan poltri. Sedangkan back dancer yang mengiringi lagu sebelumnya kembali muncul di lagu ini dengan berbagai kostum dari berbagai profesi juga. Ada yang menjadi pilot, banser NU (mungkin maksudnya tentara), satpam, dan kostum beberapa profesi lain. Saya rasa tidak perlu mengulas lebih lanjut tentang penampilan member di lagu ini. Bukan karena jari saya sudah lelah, tapi memang lagu ini menyuruh kita untuk hepi,. Bagaimana mau hepi kalau saya mengeluh tentang penampilan member di lagu ini?

 Itoshiki Natasha
Itoshiki Natasha (gaby, shania (c), saktia)- shonichi

Unit song diakhiri dengan lagu Itoshiki Natasha, atau Natasha yang Kucinta. Lagu ini memiliki makna yang mirip dengan lagu Arjuna milik Dewa 19, yaitu sebuah hiperbola dari seseorang yang mencari orang yang dia cinta. Jika Once mendaki gunung dan melintasi samudera untuk mencari istri; Shania, Saktia, dan Gaby jauh-jauh ke Siberia untuk mencari bucin, eh, Natasha. Saya rasa lagu ini diambil dari sudut pandang laki-laki, kecuali Natasha yang mereka maksud adalah seorang laki-laki, atau….. (abaikan opsi kedua), kita samakan persepsi bahwa lagu ini menjadikan member sebagai aku (laki-laki). Shania yang menjadi center lagu ini sangat mencuri perhatian. Dia sangat menawan saat menggunakan kostum lagu ini, untuk penampilan tidak usah diragukan lagi. Shania selalu menyuguhkan penampilan di atas rata-rata.

Kejutan terbesar adalah Saktia yang di setlist sebelumnya sering terlihat malas-malasan saat di atas panggung justru berhasil membuat saya memberikan standing ovation kepadanya. Walaupun saya tidak benar-benar berdiri karena yang duduk di belakang saya wajahnya seram. Sedangkan Gaby selalu menjadi orang yang penampilannya stabil, tidak terlalu menonjol tapi tidak pernah terlihat buruk. Sayangnya setelah Shania dan Saktia lulus, lagu ini sedikit kehilangan jiwanya. Amel yang menjadi pemeran lagu ini pasca kelulusan kedua seniornya terlihat tidak segarang kedua seniornya. Seolah dia hanya mencari Natasha di Senayan City, tidak sampai Siberia.

Sebenarnya akan sangat menarik jika setlist ini dikupas tuntas hingga semua lagu. Namun akan jadi sangat panjang dan kalian yang membaca jadi malas membacanya. Apalagi saya yang mengetik, makin malas. Mungkin akan saya bahas di lain waktu, mungkin….

Sang idola yang bangkit seiring fajar Menatap hari dengan tegar Mengemban beban yang tak terduga Mari kita kawal sang ratu idola Agar bisa bangkit dengan paripurna Dari tidurnya yang telah lama
Images : Twitter @OfficialJKT48
Share to everyone

4 KOMENTAR

  1. Hiyah lagi lagi si daichi daichi ini dengan analisis analisis setengah matangnya, hihihi sudahlah mas (atau mbak), racauan mu ini simpan di blog pribadimu saja, tidak bermutu

    • Halo, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca, mungkin bisa diperjelas lagi masukannya agar saya bisa memperbaiki analisis saya di artikel selanjutnya?

  2. Intinya gini, Hargai Usaha Mereka melatih, berbagai macam Karakter dalam waktu singkat itu ga mudah.. apalagi ini berisi perempuan perempuan semua.. Jangankan 4bulan.. dulu pun untuk melatih Melody,Nabilah,Shania juga butuh bertahun tahun sampai akhirnya mereka berhasil.. selain itu dalam kurun waktu ±4 bulan banyak Keluar Masuk Member ke tubuh J dimana juga mempengaruhi Ikatan Kerjasama tiap member yg membawakan unit song, contoh saat Aya mengalami musibah, cindy mengganti kan tetap saja cindy kurang memuaskan.. jika mau Tampil Terbaik Maka setiap member harus melatih teman temannya secara bergantian Contoh Aya Melatih semua member J untuk bisa memainkan Ekspresi di Unit Song yg dia bawakan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu dia tidak bisa tampil maka member lain siap memback-up

    • Saya sangat menghargai mereka kok, secara konsisten saya selalu memberi masukan ke mereka karena kebetulan saya sering menyaksikan pertunjukan mereka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here