Beberapa waktu lalu ketika saya bercakap-cakap dengan teman saya, dan membahas sedikit tentang senbatsu dan orang-orang yang dipilih didalamnya karena tersebarnya foto member memakai issou baru dan video dance Everyday Kachuusa yang membuat timeline twitter ramai jadi perbincangan. Teman saya memutuskan untuk menulis di article mamen ini melalui saya. berikut isinya:

Pagi tadi tiba-tiba timeline twitter fans JKT48 diramaikan dengan tersebarnya sebuah foto yang memperlihatkan Yupi dan Anin sedang berjalan memakai seifuku baru JKT48. Sontak fans JKT48 langsung berspekulasi kalau mereka adalah bagian dari single Everyday Kachuusa atau Ebikachu yang akan dirilis 30 Juni nanti.

Sebuah spekulasi yang sepertinya akurat kalau melihat tempat mereka difoto di dekat pantai dan warna seifukunya warna warni. Karena hampir tidak mungkin UZA syuting di pantai dan mendapat seifuku warna warni. Saya yang belum tidur dari sahur mau tidak mau makin tidak bisa tidur melihat komen-komen yang muncul setelah foto tersebut tersebar.

Bocornya dua orang member dan seifuku dari single Ebikachu ini membuat fans JKT48 kejang kejang dan terbagi menjadi beberapa kubu. Ada yang senang senang aja, ada yang kecewa karena bocor, ada yang tetap ngotot ingin melihat bikini, ada yang menolak spekulasi karena menganggap kalau sudah masuk senbatsu UZA maka tidak bisa lagi masuk senbatsu Ebikachu, dan tentu saja yang pasti ada di setiap pemilihan senbatsu, yang marah marah karena senbatsunya diperkirakan itu lagi itu lagi. Kamu ada di kubu mana nih?

Ngomong-ngomong tentang kubu pembicaraan, sebelum masuk ke pembahasan pemilihan senbatsu, saya ingin bertanya sedikit. Sebenarnya gosip kalau member yang sudah masuk ke senbatsu UZA tidak bisa lagi masuk ke senbatsu Ebikachu itu berasal dari mana sih? Saya sudah melihat lihat LR pengumuman dari Edricko dan membaca lagi pengumuman Official, tidak ada satupun yang menuliskan kalau senbatsu UZA tidak bisa menjadi senbatsu Ebikachu. Jadi sebaiknya dibuang jauh-jauh saja anggapan bahwa senbatsu UZA tidak bisa menjadi member senbatsu Ebikachu. Tidak ada buktinya dari perkataan Melody atau pengumuman resmi dari Official JKT.

Menarik memang pemilihan senbatsu ini, sebuah peristiwa yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh semua fans JKT48 apalagi sousenkyo. Tapi juga jadi sumber berantem dan nyinyir sana sini. Bahkan senbatsu janken dan sousenkyo yang notabene lebih jelas sumber vote-nya dari mana pun tidak luput menjadi bahan nyinyir dan gosip tak sedap.

Terkadang mengesalkan memang kalau membaca opini orang lain tentang oshi sendiri yang dianggap tak pantas atau dianggap nyogok atau dianggap titipan ketika masuk senbatsu. Tapi sayangnya, sistem yang ada di 48G memang terbentuk sedemikian rupa. Entah disengaja ataupun tidak untuk mendapatkan keuntungan dari perbincangan panas semacam ini.

Sedikit klarifikasi, saya bukannya menganggap kalau 48G memang mengatur hasil sousenkyo, menaruh member titipan, dll. Tapi dengan tidak adanya transparansi bagaimana pemilihan ini dilangsungkan (bahkan sousenkyo pun tidak ada hasil vote realtime dan umumnya rekap yang dilakukan fanbase masing-masing berbeda dengan jumlah akhir yang resmi), 48G membuka lebar lebar ruang spekulasi bagi para fans yang tentu saja mempunyai oshi masing masing dan ingin oshi-nya mendapatkan hasil terbaik. Bahkan janken yang sebenarnya sudah jelas bagaimana membernya terpilih pun masih ada yang suka menggelontorkan teori konspirasi tentang member yang disuruh mengalah dan sebagainya.

Ruang spekulasi inilah yang menurut saya menjadi kekuatan tersendiri dari sistem 48G. Semua fans bertarung di ruang spekulasi ini. Berbagai opini tentang mengapa member A dipilih dan member B tidak dipilih dikeluarkan, dipegang teguh, dan diadu dengan argumen lawannya. Semakin besar badai opini negatif yang menghantam sebuah member, makin besar pula dukungan kepadanya. Adu opini ini menjadi seru – dan tidak ada juntrungannya – karena sebenarnya tidak ada kriteria pasti bagaimana seorang member bisa dipilih manajemen menjadi seorang senbatsu.

Dipilih dari dance paling bagus? Baru senbatsu UZA yang melakukan hal tersebut. Dan senbatsu ini juga sudah mendapat nyinyiran padahal perform juga belum. Dipilih dari yang paling jago nyanyi? Sudah jelas tidak. Dipilih dari hasil akhir sousenkyo? Ini mungkin yang paling dekat, tapi tidak selalu sama juga. Mengambil sedikit contoh dari AKB48, ada member bernama Muto Tomu yang dalam setiap senbatsu sousenkyo selalu naik peringkatnya tapi dalam senbatsu pemilihan manajemen, ia nyaris selalu tidak masuk.

Jadi dari mana asal pemilihan senbatsu ini? Tidak ada yang tahu pasti kecuali manajemen. Ini yang saya maksud dengan tidak adanya transparansi untuk menilai dengan objektif siapa siapa saja yang bisa masuk ke dalam jajaran senbatsu. Akhirnya fans yang beradu argumen, yang terus bercakap cakap mengenai pemilihan senbatsu, akan melakukannya sampai akhir zaman. Atau minimal sampai akhir masa hidup 48G.

Siapa yang mendapat keuntungan dari pembicaraan abadi ini? Tentu saja 48G yang mau tidak mau akan terus ada di benak masing-masing fans. Contoh yang lebih nyatanya mungkin seperti ini; fans yang kecewa oshinya tidak masuk di senbatsu manajemen akan berusaha lebih keras di senbatsu sousenkyo, atau di Request Hour, atau mendukung dengan datang terus ke theater, atau membeli habis satu sesi handshake-nya, semua dengan harapan agar oshinya bisa masuk ke dalam jajaran senbatsu.

Apakah ini hal yang baik? Tergantung saja… Tidak ada transparansi penilaian objektif bisa berarti memang tidak ada kriteria spesial yang harus dimiliki member. Semua bisa menjadi senbatsu, semua bisa menjadi center, semua bisa menjadi apapun yang dimaui. Ini sesuai dengan narasi yang dikedepankan 48G, usaha keras tidak akan mengkhianati. Tapi tidak adanya transparansi juga membuka ruang spekulasi negatif dari para fans seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

Member titipan, member anak emas, dll. Yang jelas, penbincangan yang terjadi, positif mupun negatif, tetap akan menguntungkan 48G secara langsung maupun tidak langsung.

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah “apakah model bisnis seperti ini bisa bertahan lama?” Sulit sebenernya menjawab pertanyaan ini karena tidak ada data yang mendukung. Tapi jika melihat bagaimana AKB48 sudah bertahan lebih dari 10 tahun di Jepang tanpa adanya perubahan signifikan dari sistem pemilihan senbatsunya, dan bersiap melebarkan sayapnya ke Korea juga dengan sistem kompetisi yang mirip mirip, sepertinya sistemnya bisa dikatakan berhasil. Tentu saja ini dengan tidak mengesampingkan strategi marketing lainnya dan kultur idoling setempat yah.

Manajemen JKT48 sendiri juga sebenarnya tidak buta dengan potensi yang dimiliki membernya, senbatsu ataupun bukan. Contohnya JKT48 Akustik yang mendapat job di mana-mana, JKT48 dance project yang juga sudah pernah tampil sendiri di acara offair, dan banyaknya member yang sudah keluar theater untuk menjadi host, mc, bintang tamu acara TV, ataupun pemain film. Namun tetap saja, posisi senbatsu yang prestisius lah yang menjadi incaran banyak member maupun fans.

Mungkin perpaduan antara apresiasi bakat dan potensi yang diberikan manajemen kepada member JKT48 dan prestise senbatsu yang bertugas sebagai bahan pembicaraan abadi akan membuat grup ini bertahan lama. Atau mungkin juga malah menjadi pedang bermata dua dan fans akan bosan karena sadar bahwa pembicaraan ini tidak ada juntrungannya. Yang pasti, saya akan terus berada di sini untuk melihat garis akhirnya. Bagaimana lagi, udah kadung sayang sih.

P.S. Di era reboost ini saya mendukung Zara untuk menjadi center JKT48 karena alasan yang sudah jelas; Dia ujung tombak JKT48 di mata orang awam alias non-fans. Dengan kemunculannya di film Indonesa terlaris kedua sepanjang masa, Dilan 1990 dan di akhir tahun nanti, Keluarga Cemara. Zara pantas menjadi wajah JKT48 untuk beberapa tahun kedepan. Tapi sekali lagi, ini bukan ilmu eksakta.

Sumber Foto : youtube.com
Share to everyone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here