Lewat general manager baru JKT48 yaitu Melody, JKT48 meluncurkan program JKT48 re:boost untuk membangkitkan kembali eksistensi JKT48 dan harapannya bisa mengulang lagi masa kejayaan seperti tahun 2013-2014. Jika dicermati poin-poin yang ada di JKT48 re:boost seperti JKT48 akan pergi ke berbagai daerah. Sistem tim baru dan JKT48 academy, memang cukup untuk menarik perhatian fans termasuk banyak juga fans lama yang sudah tidak mengikuti JKT48 dan tertarik untuk melihat JKT48 kembali.

Namun ada satu hal yang menjadi impian fans maupun member sejak dulu, namun belum tertulis dalam poin-poin program JKT48 reboost, yaitu single orisinal. Salah satu impian Melody yang belum tercapai saat menjadi member dan ingin coba ia wujudkan sebagai General Manager. Tapi pertanyaannya, perlu gak sih single orisinal untuk JKT48 saat ini?

Jawabannya, tergantung dari tujuan apa yang ingin JKT48 capai lewat single orisinal.

Jika tujuannya hanya agar JKT48 punya lagu sendiri, maka single orisinal itu tidak perlu. Kita tahu bahwa sebenarnya 48 group kurang begitu dikenal di Indonesia. Sehingga kalau JKT48 membawakan sebuah lagu, orang-orang yang bukan fans JKT48 biasanya akan mengira kalau JKT48 membawakan lagunya sendiri. Yah, karena mereka tidak tahu AKB48. Benar, kan?

Tapi, jika tujuannya untuk ekspansi dan menambah jumlah fans (setidaknya untuk memanggil fans yang sudah “pensiun” untuk kembali), single orisinal itu perlu, karena single orisinal adalah impian fans JKT48 sejak dulu, termasuk mereka yang sudah tidak lagi mengikuti JKT48. Jika JKT48 merilis lagunya sendiri, hampir pasti mereka yang sudah lama tidak aktif dalam fandom JKT48 akan kembali, entah hanya karena penasaran dengan single orisinal JKT48 atau syukur-syukur bisa kembali “terjebak” dalam fandom ini.

Namun , baik itu lagu saduran atau lagu hasil karya sendiri, sebenarnya impian semua grup musik itu sama, yaitu memiliki lagu yang jadi hits. Ketika sebuah lagu menjadi hits, maka grup tersebut akan makin terkenal dan banyak job manggung. Eksistensi mereka pun akan terus terjaga.

Pertanyaannya, apakah single orisinal bisa jadi hits? Bisa iya, bisa juga tidak.

Sebenarnya tanpa single orisinal pun JKT48 sudah pernah merilis single yang menjadi hits. Masalahnya, itu sudah lama sekali. Terakhir kali single JKT48 yang menjadi hits adalah Fortune Cookie yang Mencinta. Itu sudah 5 tahun yang lalu. Untuk sebuah grup musik, 5 tahun tanpa hit single adalah waktu yang sangat lama, bahkan terlalu lama dan berbahaya untuk eksistensi grup musik tersebut ke depannya.

Apa yang membuat JKT48 sudah lama tidak menciptakan hit single? Ada banyak faktor. Mungkin karena waktu rilis single yang tidak tepat, mungkin karena terjemahan liriknya aneh, atau bisa juga karena promo yang kurang gencar. Tapi faktor yang paling memungkinkan adalah lagu-lagu tersebut kurang diterima oleh telinga masyarakat Indonesia. Istilahnya, kurang nyantol di kuping lah. Selera musik orang Indonesia tentu berbeda dengan Jepang, kan? Maka wajar saja jika lagu-lagu JKT48 banyak yang kurang hits.

Jika nanti JKT48 merilis singlenya sendiri dan yang menciptakan adalah Akimoto sensei dan musisi jepang lainnya, saya membayangkan agak sulit lagu tersebut untuk hits di indonesia. Karena mereka tidak benar-benar mengerti bagaimana selera pecinta musik disini, apalagi kini industri musik Indonesia sedang lesu. Bisa saja 1-2 lagu jadi hits, tapi sangat sulit untuk membuat lagu hits terus menerus. Hasilnya tidak akan jauh beda dengan lagu-lagu terjemahan JKT48 yang sudah-sudah.

Tapi, jika lagu orisinal JKT48 diciptakan oleh musisi lokal, ada peluang untuk lagu tersebut jadi hits. Karena musisi lokal tentu lebih mengerti bagaimana selera masyarakat indonesia, dan lebih mengerti bagaimana strategi-strategi yang diperlukan agar lagu tersebut bisa dikenal banyak orang. Memang sih, resikonya JKT48 bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan ciri khas jejepangan di lagu tersebut, dan belum tentu juga lagunya laku. Tapi, usaha ini lebih baik daripada terus bergantung pada lagu-lagu buatan musisi Jepang yang sulit diterima masyarakat Indonesia.

Jadi, kembali lagi ke tujuan JKT48 re:boost. Jika ingin meningkatkan eksistensi dan ingin berusaha meraih kembali masa kejayaan seperti 2013-2014, maka mengusahakan lagu orisinal yang dibuat oleh musisi lokal Indonesia patut menjadi prioritas. Maunya tetap Akimoto sensei yang membuat lagunya? Boleh saja, tapi peluang lagu tersebut menjadi hits lebih kecil.

Tinggal satu masalah besar yang mengadang selama ini, bisakah JKT48 merilis single orisinal?

Memang sulit, tapi sebenarnya bukan tidak bisa. Ini hanya masalah izin dan kelonggaran kebijakan saja. Seperti halnya restoran-restoran asing yang punya cabang di Indonesia, seperti McD dan Burger King misalnya. Awalnya mereka menjual makanan sesuai dengan arahan pusat. Namun seiring berjalannya waktu, dimana strategi baru diperlukan agar mereka tetap bisa eksis, akhirnya McD menjual bubur ayam dan nasi uduk, dan Burger King akhirnya tidak menjual burger saja tapi berbagai makanan.

Analogi tersebut bisa saja terjadi pada JKT48, apalagi dengan kondisi JKT48 sekarang yang sedang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan. Memang, kelonggaran izin dan kebijakan sepenuhnya ada di tangan AKS. Sulit untuk mengubah pemikiran orang jepang yang dikenal konservatif.

Tapi jika diperhatikan, sebenarnya JKT48 sudah menerima sedikit kelonggaran. Misalnya, tahun ini senbatsu sosenkyo dilakukan akhir tahun, padahal biasanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan. Tahun ini pun tidak ada perilisan single di sekitar bulan Ramadhan dan lebaran.

Single ke-19 baru akan rilis bulan Juli nanti. Artinya, JKT48 sudah diberikan kelonggaran dalam jadwal perilisan single. Mungkin ini bertujuan agar tidak ada kegiatan promosi single selama bulan Ramadhan hingga setelah lebaran. Di tahun-tahun sebelumnya, single yang rilis pada periode Ramadhan-lebaran selalu tidak maksimal promosinya. Dan kebijakan JOT untuk mengundur jadwal rilis single dan sosenkyo adalah langkah yang harus diapresiasi.

Jadi, mau punya lagu hits atau tidak, JKT48?
Share to everyone
  • 1
    Share

5 KOMENTAR

  1. Fortune Cookie bisa menjadi Hit Single selain karena lagunya mudah nyantol, juga karena lagunya sempat dijadikan soundtrack salah satu sinetron di RCTI (penonton sinetron terbanyak). Sudah saatnya JKT48 melakukan hal yang sama, menginvasi seluruh lapisan Masyarakat dengan menjadikan lagu-lagu mereka sebagai soundtrack sinetron.

    Ingat bagaimana grup band Letto dulu melesat terkenal dengan cara yang sama?

    Kalo ya, berarti kita seumuran 😅

  2. sepertinya biar lagu jadi hits ya harus sering muncul di televisi, misal sebagai soundtrack serial TV atau acara TV yg tayang tiap hari/hampir tiap hari, nanti seiring berjalannya waktu, bisa jadi lagu tersebut jadi familiar di beberapa lapisan penikmat siaran TV

    • Iya, cara itu juga bisa dicoba sih. Promosi yg masif bisa jadi kunci hitsnya sebuah lagu. Cuma tentu butuh biaya yg ga sedikit. Mungkin jot ga lakuin karna kendala itu

  3. Mungkin yg membuat lagu lagu jkt48 tidak hits lagi karena
    1. Pasar sudah bosen dengan jkt48 yg gitu gitu aja.
    2. Rata rata masyarakat indonesia denger nama jkt48 aja mungkin udah males kali ya. Jadi gimana mau hits lagu nya jkt48 kalo orang aja baru denger nama jkt48 udah males apalagi buat dengerin lagu nya.

    IMO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here