22 Januari 2019, JKT48 merilis sebuah mini album terbarunya yang berjudul Rapsodi. Dalam album ini terdapat lima buah lagu yaitu Rapsodi, Sweet & Bitter, Menanti, Mimpi yang Hina, dan juga Siapa yang Mempertemukan Kita Berdua. Lagu andalan dari album ini adalah lagu Rapsodi yang dimana merupakan single original pertama dari JKT48 setelah 7 tahun terbentuk.

Album Rapsodi

Sebagai sebuah album, Rapsodi merupakan album yang buruk. Tidak ada garis besar narasi yang dibawa dalam album ini, selain itu album ini terasa sangat versatile. Album ini dibuka dengan lagu Rapsodi yang terkesan jazzy, pop, chill namun serius. Berikutnya nuansa yang dibangun oleh lagu tersebut ditabrak dengan lagu Sweet & Bitter yang terdengar manis dan kekanak-kekanakan, 180 derajat berbeda dengan lagu sebelumnya. Setelah lagu Sweet & Bitter adalah lagu ballad yang dibawakan Shani dengan Judul Menanti. Lagi-lagi menurut saya susunan lagu ini tidak masuk akal sama sekali. Album dilanjutkan dengan lagu Mimpi yang Hina yang bernuansa pop rock dan Siapa yang Mempertemukan Kita Berdua yang terdengar sangat tropical. Sebagai sebuah album, Rapsodi menurut saya tidak memiliki identitas sama sekali. Walau sejujurnya hampir semua album yang dirilis oleh JKT48 memiliki kesan yang mirip seperti ini.

Meski album Rapsodi bukanlah album yang bagus untuk dinikmati sebagai suatu kesatuan, bukan berarti tidak ada lagu yang bagus dalam album ini. Saya pribadi menyukai lagu title song-nya, yaitu Rapsodi, dan juga lagu Siapa yang Mempertemukan Kita Berdua. Dibandingkan menyebutnya album saya akan lebih setuju jika menyebut mini album ini sebagai kompilasi lagu. Tiap-tiap lagu yang ada dalam mini album ini akan jauh lebih baik bila dinikmati secara terpisah. Misalnya lagu Rapsodi tidak akan saya satukan dengan Sweet & Bitter karena nuasanya yang jauh berbeda, saya akan lebih menikmati lagu Rapsodi dengan lagu Pop Indonesia dari artist lainnya, seperti Marion Jola, Rizky Febian, Lalahuta, atau Vidi Aldiano.

Single Original Rapsodi

Sudah sangat jelas bahwa lagu Single Original dari JKT48 ini merupakan upaya dari Idol Group ini untuk menunjukan kemampuannya di skena musik Indonesia, dimana sebelumnya JKT48 hanya dikenal dengan lagu Heavy Rotation. Selain dengan promosi secara besar-besaran, lagu Rapsodi ini sepertinya memang didesain untuk dapat masuk dengan mudah ke telinga orang-orang awam. Namun dengan agenda seperti ini apakah lagu original ini akan disukai pula oleh fans? Pertanyaan itu yang pertama muncul dikepala saya ketika mendengar lagu ini satu bulan lalu. Ada seorang teman saya yang menyukai lagu-lagu JKT48 yang kebanyakan terkesan pop rock dan juga pop punk, ketika mendengar Rapsodi dia cukup kecewa karena menurutnya “Gak kedengeran kayak lagu JKT48”, dan saya setuju dengan pendapat beliau terkait hal ini. Bila saya didengarkan lagu Rapsodi tanpa mengetahui siapa penyanyinya saya tidak akan menebak bahwa penyanyinya adalah JKT48, lagu ini seperti kehilangan karakter JKT48 didalamnya.

Genre yang ada pada lagu ini pun berbeda dari single-single JKT48 sebelumnnya, dimana lagu ini lebih terdengar Pop Indonesia dibandingkan Pop Jepang. Instrumen-instrumen yang digunakan juga terdengar berbeda, pada single ini instrumen yang digunakan terdengar sangat akustik. Saya sendiri jatuh cinta dengan beat drum pada lagu ini, yang sepertinya terinspirasi dari jenis musik trap. Meskipun beat drumnya sedikit berbeda dari kebanyakan lagu Pop Indonesia, lagu ini tidak kehilangan rasa Pop Indonesia-nya, malahan beat drum tersebut memberikan rasa yang unik pada lagu Rapsodi, menurut saya itu merupakan daya tarik tersendiri dari lagu ini.

Cerita yang dibawa dalam lagu Rapsodi ini juga menunjukan keinginan dari JKT48 untuk keluar dari kebiasaan. Umumnya lagu JKT48 memiliki lirik yang bertema nostalgia masa sekolah, cinta searah, atau masa muda pada umumnya. Pada lagu ini cerita yang dibawakan adalah cerita kebahagian yang lebih dewasa daripada biasanya, yaitu cerita tentang pernikahan. Langkah ini sepertinya langkah yang juga diambil untuk menggapai target pasar yang merupakan orang-orang awam. Selain lirik terjemahan yang biasanya terdengar aneh di telinga kebanyakan orang, pernikahan juga merupkan sesuatu yang sakral dalam kultur masyarakat Indonesia. Banyak pula lagu bertema pernikahan yang akhirnya menjadi hits di Indonesia, salah satunya lagu Akad oleh Payung Teduh. Namun menurut saya pribadi lagu dengan lirik seperti ini lebih cocok untuk dibawakan oleh penyanyi laki-laki dan juga tidak cocok dengan image JKT48 yang merupakan sekumpulan gadis-gadis remaja yang ingin mengejar mimpi.

Diskusi dan Kesimpulan

Menurut saya pribadi lagu Rapsodi ini merpukan lagu yang bagus dan sangat mudah dinikmati, saya cukup yakin banyak orang yang akan setuju dengan pendapat saya. Namun JKT48 seperti kehilangan karakternya pada lagu ini. Bila diharuskan memperkenalkan JKT48 kepada seseorang yang baru, lagu Rapsodi tak akan menjadi pilihan saya karena lagu ini sama sekali tidak mendefinisikan JKT48 menurut saya. Rasanya bila ada yang menyukai JKT48 karena lagu ini, orang tersebut akan kesulitan menyukai lagu-lagu JKT48 yang lain.

Jadi untuk menyimpulkan saya akan mengatakan lagu Rapsodi ini merupakan lagu yang bagus dan saya sangat menikmati momen-momen dalam lagu ini. Namun, jika saya ingin mendengarkan JKT48 bukan lagu ini yang saya cari. Tapi ini semua hanya opini saya, kalau menurut kalian bagaimana?

Share to everyone
Orangnya suka sok tahu, tapii yaudahlah yah. Music and Data Geek

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here