Tempo hari (22/8), Team T telah dengan sukses menampilkan pertunjukan terbaru mereka yang bertajuk Fly! Team T. Sama halnya dengan team lainnya, menyambut setlist baru merupakan momen yang sangat sakral dan spesial. Meski lagu-lagu yang disuguhkan dalam setlist tersebut tidak dapat disebut lagu yang benar-benar baru, pada pertujukan tersebut para anggota team telah diberikan sebuah misi besar untuk memberikan kesan pertama yang bagus kepada para penggemar, terlebih lagi sang kapten, Celine, pada sebuah wawancara telah mengatakan bahwa team T yang lahir kembali untuk kali ketiganya ini merupakan sebuah team yang benar-benar lepas dari citra yang telah melekat erat pada team T sebelumnya. Pernyataan sang kapten tersebut menunjukan bahwa Team T ingin terlahir kembali bukan hanya pada tataran maujud, bukan sekadar menghadirkan anggota-anggota yang baru, melainkan sebuah team yang terlahir dengan konsep yang baru.

Implementasi Konsep Baru

Jika menengok poster dan deretan lagu yang dihadirkan pada pertunjukan Fly! Team T, setidaknya ada tiga kata kunci yang menjadi sorotan, yaitu langit, melompat dan terbang. Kata langit yang dalam bahasa Jepang disebut sora muncul dalam judul dari tiga buah tembang pada pertunjukan terbaru kali ini, yaitu M.01 Langit Biru Cinta Searah (Aozora Kataomoi), M.02 Salah Dengar Rock (Soramimi Rock), dan M.13 Tetaplah Ada Di Langit Biru (Aozora No Soba Ni Ite). Tak hanya itu, dalam poster pertunjukan yang ditempel pada lobi teater JKT48, elemen langit juga nampak dengan sangat jelas.

Fakta ini semakin menguatkan bahwa elemen langit menjadi sebuah elemen krusial dalam terlahirnya kembali Team T. Tentu saja, elemen langit yang identik dengan warna biru ini, kedepannya akan menjadi pegangan yang kuat bagi Team T dalam menunjukan distingsi  terhadap team J dan KIII di bawah semboyan kesatuan JKT48 ONE, serta menjadi sebuah standar atau patokan  dalam menunjukan kemampuan sebuah team. Memang tidaklah mudah bagi team yang didominasi oleh generasi baru untuk menunjukan kiprah dengan berpatokan ‘langit’, tapi sebagai penggemar, kita patut memberikan dua jempol atas keberanian segenap anggota Team T dalam mengusung konsep ini.

Esensi Elemen Langit

Ekspektasi besar tentu saja akan diberikan pada Team T karena selain standar ‘langit’ yang Team T suguhkan, kehadiran Team T sudah dinantikan-nantikan oleh para penggemar selama sekitar 8 bulan semenjak dibubarkan sementara pada akhir tahun lalu. Satu hal yang patut mendapatkan perhatian lebih dalam pertunjukan Fly! Team T adalah pemilihan lagu Salah Dengar Rock (Soramimi Rock). Meski kita tahu bahwa kata sora memiliki arti langit seperti yang telah diungkapkan di atas, kata langit justru tidak muncul pada judul lagu versi terjemahan Bahasa Indonesia.

Lalu sebenarnya apa maksud dari sora pada lagu Soramimi Rock? Kata sora yang disimbolkan dengan aksara kanji空 sebenarnya memiliki dua buah makna dasar yaitu langit dan kosong. Sedangkan kata mimi yang disimbolkan dengan aksara kanji耳 yang berarti telinga. Jika dua aksara kanji sora dan mimi tersebut digabungkan akan menjadi sebuah frasa tersendiri yang memiliki dua makna dasar. Makna yang pertama dari soramimi adalah ‘perasaan yang seolah-olah terdengar sesuatu meski sebenarnya tidak ada suara maupun bunyi’. Makna yang kedua dari soramimi adalah ‘berpura-pura tidak mendengar meski sebenarnya mendengar sesuatu’. Kedua makna dari frasa soramimi yang saling bersifat kontradiksi satu sama lain tersebut sebenarnya tercermin pada lirik dan genre lagu ini. Lirik lagu yang cenderung menggambarkan kesedihan dan kelemahan seseorang sangat kontras dengan genre rock yang penuh dengan gema suara gitar listrik dan dentam drum yang bersemangat.

Kekontrasan dan keimplisitan dalam lagu Salah Dengar Rock seolah-olah menjadi sebuah medium oleh Team T kepada para penggemar dalam memberikan makna terhadap elemen langit yang dihadirkan pada pertunjukan Fly! Team T. Bahwasannya esensi elemen langit tersebut tidak hanya dimaknai sebatas sebagai entitas yang berwarna biru atau entitas yang tinggi. Ada sebuah pesan yang ingin disampaikan dalam memaknai elemen langit melalui Salah Dengar Rock yang dapat kita temukan jika mau meluangkan waktu untuk menyimak lirik sembari menilik kembali makna frasa soramimi.

Keyakinan dan Keberanian

Frasa Soramimi yang diterjemahkan menjadi ‘salah dengar’ terkesan sebagai sebuah frasa yang hanya berkutat pada ruang indera pendengaran. Namun seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, frasa ini memiliki dua makna yang saling bertentangan. Dua makna tersebut menghadirkan pula setidaknya dua pesan utama yang ingin disampaikan oleh team T kepada para penggemar.

Namaku dipanggil oleh seseorang, saat kucoba menoleh ke belakang, di sana hanya ada angin berhembus

Mereka ‘seolah-olah mendengar sesuatu meski sebenarnya tidak ada suara maupun bunyi’, tapi dari situlah keyakinan mereka tumbuh dan tercipta. Keyakinan yang besar terhadap para penggemar. Sebagai team yang terlahir kembali dengan komposisi anggota 80 persen diisi oleh anggota generasi 7 dan 8 yang notabene belum genap 2 tahun dalam menjalani aktivitas sebagai member JKT48, team T berharap dan meyakini bahwa teriakan dari penggemar akan terus bergaung terlepas dari pengalaman mayoritas anggota team T yang terbilang masih sedikit. Mereka yakin akan ada suara penggemar yang meneriakan nama mereka masing-masing. Meski pada pertunjukan pertama mereka tidak mendengar suara para penggemar secara langsung karena penggemar hanya dapat menyaksikan pertunjukan melalui siaran virtual, keyakinan mereka telah menjadi modal yang cukup besar untuk mendeklarasikan bahwa mereka akan terbang.

Jika kita menutup mata pasti kita bisa melupakan semuanya. Tapi jikalau memang menginginkannya impian pasti akan terlihat lagi. Berapa kalipun”

Mereka ‘berpura-pura tidak mendengar meski sebenarnya mendengar sesuatu’, tapi dari situlah mereka mau menunjukan kemauan dan usaha. Usaha untuk lepas dari ‘jeratan’ citra yang sudah lama melekat pada team T.  Citra terhadap team T yang paling kentara dan lama melekat adalah warna merah muda. Tahun 2015 , tepatnya pada konser JKT48 Ada Banyak Rasa, Pilih Suka Rasa Apa?, sepertinya menjadi awal mula warna merah muda menjadi warna yang merepresentasikan Team T hingga cukup lama. Meski pada saat itu team T disimbolkan dengan buah melon, pada siluet gambar buah melon, warna yang digunakan adalah warna merah muda. Bahkan hingga detik-detik sebelum akhirnya Team T dibubarkan untuk kedua kalinya pada tahun 2019, Team T masih mengusung warna merah muda dalam konsep fresh peach.  Jika disimpulkan, setidaknya lima tahun citra tersebut telah melekat pada team T, sehingga tidak aneh rasanya jika para penggemar menggambarkan team T dengan warna merah muda.

Terlepas dari lamanya warna tersebut melekat,  kali ini Team T menunjukan sebuah usaha untuk ‘menafikan’ keberadaan Team T selama ini. Mereka tak ayal menghilangkan warna yang terlampau lama melekat. Mereka seolah-olah ‘tidak mengindahkan’ impresi terhadap Team T yang kurang lebih lima tahun lamanya menempel. Tentu saja ini semua dilakukan demi kebaruan Team T. Dalam hal ini tidak hanya baru secara lahiriah, akan tetapi juga secara batiniah. Mereka berani merombak tidak hanya pada permukaan, melainkan merombak hingga sampai inti, hingga sampai jiwa. Jiwa merah muda yang telah berganti dengan jiwa berwarna biru.

Mengawal Bersama Proses Pendewasaan

Sebagai para penggemar, kita tentu saja tahu bahwa langkah yang diambil Team T kali ini cukup revolusioner. Di satu sisi penggemar juga tahu bahwa team T ‘hanya’ memiliki dua sosok senior. Sangat berbeda dengan team T sebelumnya yang memiliki sosok senior setidaknya lebih dari dua orang. Kali ini team T hanya memiliki Celine dari generasi 4 yang juga bertugas sebagai kapten dan Anin dari generasi 3 sebagai senior. Seberapa hebatnya konsep yang dihadirkan dalam Team T kali ini, nampaknya akan sia-sia jika para penggemar absen dalam proses ‘penerbangan’ Team T. Tidak dapat dipungkiri bahwa Team T kali ini butuh ‘para pengawas’ yang tentunya juga harus lebih dewasa dari mereka atau setidaknya sama dewasanya dengan Celine maupun Anin dalam mengawal setiap proses masing-masing anggota dan juga proses team T sebagai sebuah kesatuan team.

“Dalam hati ku ada tanah yang kosong. Rumput-rumput liar tumbuh sepuasnya”

Kealpaan para penggemar memungkinkan tumbuhnya ‘rumput-rumput liar’ tak terarah. Faktanya, mereka mayoritas berasal dari academy class A yang cenderung didorong untuk menunjukkan warna dari diri masing-masing tanpa terikat sebuah warna yang menjadi tuntunan. Berbeda dengan kondisi saat ini, mereka harus menciptakan keseimbangan antara warna mereka masing-masing dengan warna team. Keseimbangan tersebut dapat tercapai dengan bantuan dari senior di team dan tentu saja para penggemar. Semisal biru adalah warna yang menjadi warna tuntunan dalam team, para anggota team T beserma para penggemar masih bisa memberikan kesitimewaan lebih lanjut dengan mengarahkan team T menjadi biru- yang-seperti-apa. Biru benhur, biru jelak, biru ceraka atau biru langit, banyak biru yang bisa diciptakan dan itu semua tergantung dari para penggemar dan anggota Team T, yang terpenting adalah kemauan untuk proses pendewasaan ini, karena mereka para anggota Team T yakin ‘di suatu tempat ada seseorang yang terus menjaga diriku’.

images source: Twitter @OfficialJKT48

Share to everyone

3 KOMENTAR

  1. Untuk yg bagian ketiga (mengawal bersama…) saya sangat tidak setuju yah

    Sebagai fans, kewajiban kita semestinya hanya menjaga dan mendukung, bukan “mengarahkan” apalagi mengatur

    Salah satu yg saya suka dari Team T, sejak Team T OG gen 3 sampai Team T Fresh Peach, adalah setiap membernya punya ciri khas dan keistimewaan sendiri, membawa imej sendiri, tidak perlu berubah menjadi seragam karena tuntutan menyesuaikan diri dengan imej tim

    Saya tidak mau kejadian Chika yg terpaksa berubah imej menjadi kalem dan jaim sejak masuk K3, atau Brielle yg kehilangan imej bocah bawelnya sejak masuk J, terulang kembali pada member academy yg berada di Team T sekarang, biarkan mereka bersinar dengan jadi diri mereka sendiri, dengan warna mereka sendiri, itulah keseimbangan yg kita seharusnya harapkan

    • Halo Kak Aji terima kasih atas komentarnya. Saya sangat setuju dgn yg Kak Aji sebutkan tentang kebebasan untuk setiap member Team T dalam menunjukkan warna mereka masing-masing karena saya juga tidak menyebutkan bahwa tiap member tidak boleh menunjukan warna mereka masing-masing. Hanya saja satu hal yang saya harapkan mereka mampu menyadari bahwsannya mereka saat ini berada di sebuah wadah (team) yang tentunya memiliki distingsi dengan yang lainnya. Distingsi itu dapat tercipta jika setidaknya jika setiap anggota dalam sebuah team menyepakati setidaknya satu hal. Jadi, perlu diingat saja bahwa keberadaan mereka sekarang tidak hanya sbg individu masing-masing melainkan juga individu yang tergabung dalam sebuah tim. Mengenai “mengarahkan” saya juga hanya menyebutkan “bisa” bukan “wajib”, jikalau memang penggemar secara sehat memberikan dukungan dan saran kepada member saya rasa member juga akan mendengar apa yang dikatakan para penggemar, itulah yang saya maksud dengan ‘memberikan keistimewaan lebih lanjut’. Siapa yang tidak senang jika melihat member-member team T menjadi lebih baik berkat mendengar saran dari penggemarnya? Sekali lagi terima kasih ataa komentarnya, mari kita dukung terus Team T🎉

  2. Halo Kak Aji terima kasih atas komentarnya. Saya sangat setuju dgn yg Kak Aji sebutkan tentang kebebasan untuk setiap member Team T dalam menunjukkan warna mereka masing-masing karena saya juga tidak menyebutkan bahwa tiap member tidak boleh menunjukan warna mereka masing-masing. Hanya saja satu hal yang saya harapkan mereka mampu menyadari bahwsannya mereka saat ini berada di sebuah wadah (team) yang tentunya memiliki distingsi dengan yang lainnya. Distingsi itu dapat tercipta jika setidaknya jika setiap anggota dalam sebuah team menyepakati setidaknya satu hal. Jadi, perlu diingat saja bahwa keberadaan mereka sekarang tidak hanya sbg individu masing-masing melainkan juga individu yang tergabung dalam sebuah tim. Mengenai “mengarahkan” saya juga hanya menyebutkan “bisa” bukan “wajib”, jikalau memang penggemar secara sehat memberikan dukungan dan saran kepada member saya rasa member juga akan mendengar apa yang dikatakan para penggemar, itulah yang saya maksud dengan ‘memberikan keistimewaan lebih lanjut’. Siapa yang tidak senang jika melihat member-member team T menjadi lebih baik berkat mendengar saran dari penggemarnya? Sekali lagi terima kasih ataa komentarnya, mari kita dukung terus Team T🎉

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here