Akhir bulan Juli lalu, sebuah media online mengeluarkan infografis hasil survei online terkait hype JKT48 selama hampir sembilan tahun terakhir eksis. Sebagai seorang yang hampir tujuh tahun berkarir di sebuah consulting firm dan bersinggungan dengan survei, komunikasi publik, dan public affairs, gue merasa bisa mengembangkan sedikit metodologi untuk membuat survei serupa dengan kedalaman isu yang mungkin lebih familiar lagi untuk fans JKT48.

Gue coba kontak teman-teman @MAMENOFFICIAL yang mungkin tertarik untuk bikin modelling survei dari fans JKT48 untuk fans JKT48 ini. Anak-anak Mamen tertarik dan akhirnya kami bahas kuesioner dan isu-isu apa yang kira-kira dekat dengan fans, dan mungkin bisa bermanfaat bagi member ataupun manajemen.

Terlebih lagi, gue beberapa kali kepikiran apakah kegiatan JKT48 sampai saat ini tuh mempertimbangkan data atau opini fans-nya atau enggak ya. Karena tampaknya tidak ada survei rutin soal kepuasan fans gitu gak sih hehehe.

Long story short, jadilah 88 pertanyaan dalam kuesioner yang terbagi ke dalam beberapa bagian. Mulai dari pertanyaan soal teater, handshake, konser, merchandise, sousenkyo, preferensi dukungan, sampai kegiatan JKT48 selama masa pandemi Covid-19 ini. Tidak sedikit yang bilang pertanyaannya kebanyakan, gue pribadi mengucapkan terima kasih banget untuk 1,174 responden (sayangnya responden yang kami ambil hanya 1,000 saja) yang rela mengisi kuesioner ini secara lengkap.

Semoga survei yang sedikit lebih saintifik ini bisa jadi insight buat kita semua supaya fandom JKT48 ini jadi lebih kreatif dan positif lagi ke depannya. Menghindarkan kita dari asumsi-asumsi tak berdasar pula hehehe.

Karena surveinya terdiri dari beberapa bagian, maka di artikel kali ini gue akan coba bahas metodologi dari survei ini dan gambaran umum fandom JKT48 di tahun 2020.

METODOLOGI

Survei ini dilakukan secara online karena cara ini adalah yang paling mungkin untuk bisa menjangkau mayoritas fans JKT48. Kuesionernya kami sebarkan melalui media sosial milik Mamen, bekerja sama dengan rekan-rekan dari Alliance Regional 48 untuk menyasar responden di daerah yang spesifik. Kami juga menyebarkan kuesionernya melalui grup chat dari masing-masing aliansi fans Team J, Team KIII, dan Team T.

Populasi dari survei ini adalah fans JKT48 di 19 kota yang pernah disambangi oleh JKT48 melalui JKT48 Circus. Sampel dari beberapa kota juga diambil dari wilayah-wilayah sekitar yang jaraknya tidak terlalu jauh. Populasi ini sengaja digunakan dengan asumsi kota-kota tersebut dipilih oleh manajemen menjadi tuan rumah JKT48 Circus karena memiliki jumlah fans JKT48 yang signifikan.

0. Responden.png

Sampel di masing-masing kota dipilih secara acak dengan total sampel sebanyak 1,000 responden. Proporsi responden di tiap-tiap kota dilakukan dengan sampling frame merujuk ke jumlah penduduk tiap-tiap wilayah menyesuaikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) dua tahun terakhir. Oversampling dilakukan di Jabodetabek dan beberapa wilayah, dengan pertimbangan mayoritas kegiatan JKT48 dilakukan di Jakarta.

Secara umum, proporsi responden merepresentasikan sekitar 45% fans Jabodetabek dan 55% fans far. Survei disebarkan dalam jangka waktu dua minggu sejak 31 Agustus 2020 hingga 13 September 2020 dengan response rate sebesar 61,24%.

Gambaran Umum Fans JKT48 Tahun 2020

Jenis Kelamin

Jika dilihat dari jenis kelamin, tercatat 78,1% fans JKT48 adalah laki-laki dan 21,9% adalah perempuan. Ada sedikit perbedaan angka dibanding survei dari media online bulan Juli lalu yang mencatat sekitar 67% laki-laki dan 33% perempuan.

Secara umum, JKT48 memang masih sangat identik dengan fans laki-laki. Semoga dengan mencuatnya tagar #jeketiselcaday di Twitter tiap bulan, makin banyak kaum hawa yang tertarik mengafiliasikan diri ke fandom JKT48 ya.

1. Jenis Kelamin.png

Usia Saat Ini dan Usia Saat Pertama Menjadi Fans

Hasil survei mencatat, 59,4% fans JKT48 saat ini berusia 15-22 tahun dan 35% berusia 23-30 tahun. Gue kurang paham apakah ini sudah sesuai dengan target market dari JKT48 atau belum, karena usia mayoritas fans ini sepertinya belum masuk ke kategori yang financially independent.

2. Usia.png

Tercatat juga 56,6% responden menjadi fans saat usianya masih di bawah 17 tahun, sedangkan 40,1% responden menjadi fans di rentang usia 17-25 tahun.

4. Usia Saat Menjadi Fans.png

Pekerjaan atau Kegiatan Utama

Usia juga mencerminkan mayoritas pekerjaan atau kegiatan utama dari fans JKT48. Hasil survei mencatat 41,3% fans merupakan mahasiswa yang umumnya belum independen secara finansial. Disusul 23,6% adalah pekerja swasta, 14% adalah pelajar sekolah, dan 7,9% adalah pekerja paruh waktu/freelancer.

3. Pekerjaan.png

JKT48 Terkenal Karena Acara Televisi, Perbincangan Mulut ke Mulut, dan Tentu Saja… Media Sosial

Ketika diberikan pertanyaan soal dari mana fans pertama kali mendapatkan info mengenai JKT48 Ada tiga jawaban yang mendominasi. Televisi sedikit unggul dengan 26,3%, diikuti perbincangan mulut ke mulut dari teman, keluarga, atau komunitas sebesar 25,7%, dan tentu saja efek internet dan media sosial sebesar 25,4%.

6. Info Soal JKT48.png

Acara Live dan JKT48 School Berperan di Awal Kemunculan. Media Sosial, Dilan, dan Keluarga Cemara Punya Peran Saat JKT48 Bangkit?

Mayoritas fans JKT48 berasal dari tahun-tahun awal JKT48 muncul yakni di tahun 2012 (27,5%), 2013 (16,5%), dan 2011 (12,2%). Perlu diingat, tahun 2012 adalah debut teater permanen JKT48 yang sudah pasti jadi magnet besar buat grup idola yang saat itu belum genap berumur setahun. Masa-masa surut, sulit mendapatkan fans baru, dimulai di tahun 2015 (5,8%) dan titik terendahnya di 2017 (4,8%). Namun JKT48 nampaknya bisa mulai bangkit di tahun 2018 dan 2019, terlihat dari grafik yang merangkak naik sebelum akhirnya hit their lowest karena pandemi di tahun ini.

5. Tahun Saat Menjadi Fans.png

Gue tertarik melakukan crosstabs antara data “tahun awal menjadi fans” dengan data “dari mana fans pertama kali mengetahui JKT48”. Hasilnya, fans-fans awal JKT48 di tahun 2011-2013 pertama kali mendapat info mengenai JKT48 dari acara televisi yang mengundang JKT48 (29,36%) dan dari teman, keluarga, atau komunitas (28,65%). Di masa promosi JKT48 dulu, gue ingat betul bagaimana JKT48 cukup banyak hadir di acara-acara televisi, bahkan dibuatkan konser sendiri di salah satu stasiun televisi padahal lagu yang dimiliki JKT48 masih sangat sedikit.

Fans-fans di tahun 2012 juga dimanjakan dengan seri singkat JKT48 School yang menurut gue pribadi, dikemas sangat apik dan menarik. Gue berani berpendapat kalau JKT48 School itu salah satu program televisi tersuksesnya JKT48 sih, terbukti dari hasil survei ini… hehehe.

12. Info Soal JKT48 (2011-2013).png

Gue juga tertarik melakukan crosstabs untuk melihat fenomena naiknya grafik fans baru di tahun 2018 hingga 2020 ini. Hasilnya, hampir setengah dari fans di masa “kebangkitan JKT48” ini mengetahui JKT48 dari internet dan media sosial (45,45%). Variabel acara televisi dan teman, keluarga, atau komunitas yang paling banyak dijawab oleh fans di tahun-tahun awal, berkurang drastis. Sementara, variabel jawaban “Others” atau lainnya mengerucut ke satu jawaban yakni “Film yang Dibintangi Member JKT48” walau hanya sekitar 3% saja.

13. Info Soal JKT48 (2018-2020).png

Kalau gue boleh berasumsi sedikit, social media effect ini sangat mungkin terjadi karena di tahun-tahun tersebut para member JKT48 sedikit banyak justru mulai merambah ke layar lebar juga. Adhisty Zara yang selalu mengemban nama JKT48 sempat berpartisipasi di beberapa film yang selalu hits di media sosial seperti Dilan, Keluarga Cemara, dan Dua Garis Biru.

Tiga film tersebut tak bisa dinafikan menarik clout yang sangat besar di internet dan media sosial yang secara tidak langsung punya impact ke JKT48. Tapi, untuk benar-benar membuktikan asumsi gue ini, kayaknya perlu ada pertanyaan yang lebih khusus lagi soal “kebangkitan JKT48” ini hehehe.

Konsep JKT48 Menarik, tapi Musikalitas Sangat Potensial Jadi Komoditas!

Ketika ditanyakan soal alasan utama menjadi fans JKT48, mayoritas responden (34,4%) menyatakan bahwa mereka adalah penyuka musik dan musik JKT48 menarik untuk didengarkan. Selanjutnya, ada sekitar 24,7% responden menyatakan tertarik dengan konsep kedekatan antar member dengan fans yang membedakan JKT48 dengan grup-grup lain di Indonesia. Lalu, 21,6% responden menyatakan bahwa mereka memang menyukai kultur dan musik pop Jepang secara spesifik yang merupakan akar dari franchise 48 Group ini. Hanya 12,7% saja yang mengaku alasan utamanya menjadi fans adalah karena visual para member, dan 5,9% saja yang tertarik karena koreografi serta dance-nya.

7. Alasan Menjadi Fans.png

Kalau melihat data ini, langkah JKT48 di awal 2020 merilis Single Original Rapsodi untuk menyesuaikan pasar musik Indonesia sepertinya sudah on track. Musikalitas sangat potensial jadi komoditas karena mau bagaimanapun publik Indonesia belum akrab betul dengan konsep grup idola. Otomatis, kualitas produk musik bisa jadi pintu gerbang awalan untuk menggaet pasar lebih luas lagi.

Koneksitas Media Sosial, Perbincangan di Grup-Grup Chat

Interaksi media sosial juga jadi dinamika yang sangat menarik di fandom JKT48. Berdasarkan data yang dihimpun, 97,6% responden memiliki akun Twitter, menyusul Instagram (93,2%), Facebook (63,9%), YouTube (56,5%), dan TikTok (31,4%). Lantas, dari media sosial apakah para fans mendapat informasi paling banyak soal JKT48? Dominantly, fans mendapatkan informasi dari Twitter (90,9%).

8. Koneksitas Medsos.png

9. Koneksitas dan Update.png

Perbincangan mengenai fandom dan JKT48 di media sosial tidak afdol rasanya kalau tidak dibahas bersama-sama rekan di grup chat ya. Tercatat ada sekitar 61,6% responden yang tergabung dengan grup chat yang khusus membahas mengenai topik-topik seputar JKT48.

10. Aplikasi Messaging untuk Update.png

Dari 61,6% responden yang tergabung dengan grup chat yang membahas JKT48, terdapat 55,68% yang mendapatkan informasi atau update-nya dari grup Whatsapp, dan ada 39,7% responden yang paling sering mendapat update dari Line grup. Sisanya, hanya 1,95% di Telegram grup, dan 2,6% melalui channel Discord.

11. Aplikasi Messaging untuk Update [2].png

Closing

That’s it! Soal metodologi survei yang sudah dilakukan oleh Mamen dan gambaran umum mengenai fandom JKT48 di tahun 2020 yang berat ini. Sembilan tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah grup bisa terus eksis dan bertahan di lanskap showbiz Indonesia. Tentunya kita selalu berharap yang terbaik untuk grup idola kesayangan kita ini.

Di artikel selanjutnya, gue akan coba bahas beberapa data menarik lainnya mungkin dari kegiatan teater JKT48 yang baru berulang tahun ke delapan pada bulan September lalu, atau mungkin sedikit data dan opini soal kegiatan JKT48 selama masa pandemi!

Share to everyone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here