Empat bulan di penghujung 2019 itu adalah salah satu (kalau tidak mau dibilang satu-satunya) momen terbaik ngidol saya selama hampir 10 tahun aktif menjadi penggemar JKT48. Empat bulan yang indah dimana Team T Fresh Peach akhirnya membawakan setlist mereka sendiri**, setlist yang akhirnya, pertama kalinya, bisa mereka sebut sebagai their own, yaitu SKE48’s Seifuku No Me, atau versi JKT48nya adalah Tunas Di Balik Seragam.

Saya mau memulai tulisan yang sepertinya akan panjang ini dengan menyegarkan ingatan kita tentang perjuangan yang mesti dihadapi Fresh Peach saat itu. Era mereka dimulai dengan ditunjuknya Ayana Shahab, generasi 1, sebagai kapten pada 1 April 2018. Team T saat itu masih harus melanjutkan tantangan nirfaedah, yaitu mereka diwajibkan untuk membawakan semua setlist yang pernah dibawakan oleh team lain di JKT48. Selama 3 tahun mereka selalu dibanding-bandingkan dengan team kakak-kakaknya yang tentunya sudah punya basis penggemar yang militan.

Kita semua tahu Team J langsung mendapat Pajama Drive dan Renai Kinshi Jourei. KIII mendapat Boku no Taiyou dan T Gen 3 mendapat Te wo Tsunaginagara. Tiga setlist dengan tiga karakteristik berbeda yang membentuk tiga team dengan identitas dan standar yang berbeda. Tidak ada yang meminjam atau harus menyesuaikan diri dengan persona setlist milik team lain. Sementara itu Team T baru ini harus menyesuaikan diri dengan berbagai setlist yang telah mempunyai karakteristiknya sendiri-sendiri. Mungkin gampangnya, mereka sudah harus jadi orang lain sebelum jadi diri sendiri***. Tantangan yang sungguh tidak ada manfaatnya.

Akibatnya? Bermunculan komentar-komentar negatif yang tidak fair ataupun objektif di media sosial, bahkan cenderung menjurus ke perundungan. Kesannya belum apa-apa mereka sudah salah aja. Hal ini terus berkembang dan menyebarluaskan vibes negatif yang menyebabkan apa yang Team T lakukan, sesepele apapun. Selalu salah di mata para “penggemar militan” ini, yang bahkan mungkin belum pernah atau jarang menonton show mereka. Tidak hanya dari faktor eksternal, perilaku aneh yang dilakukan JOT terhadap mereka pun semakin memberatkan.

Berat sekali ya? “Ah belum apa-apa sama yang dulu dihadapi gen 2.” Iya saya tahu kok gen 2 juga mendapat perilaku gak asik dari so-called fans gen 1 saat itu. Tapi mereka mendapat kesempatan secara fair untuk membuktikan diri mereka, langsung mendapat setlist yang kemudian menjadi identitas mereka sendiri. “Dulu K3 sebelum mau dapet apa-apa harus nyelesain tantangan blabla!!!” Iya betul, tapi tantangan-tantangan itu gak sampe 3 tahun kan? Coba bayangkan jika Gen 2 saat itu harus membawakan RKJ selama 3 tahun sampai akhirnya mendapat setlist Boku No Taiyou, hehe.

Ketika akhirnya Team T Fresh Peach mendapat setlist mereka sendiri, setelah 3 tahun yang panjang penuh berbatu berliku, hehe, JOT hanya memberikan mereka kesempatan mambawakannya sebanyak 32 show. Yup, 32 show selama 4 bulan. Udah kaya Waiting Stage aja ya. Mau tahu yang lebih asik lagi? JOT membubarkan tim yang baru saja mendapatkan setlistnya sendiri itu setelah mereka jatuh bangun (beberapa dari mereka literally patah kaki, ada yang cedera otot permanen) untuk menyelesaikan secara fair tantangan yang JOT sendiri berikan. “Ah lebay, dulu team T gen 3 juga dibubarin tuh”. Ya tapi mereka dikasih kesempatan bawain setlist mereka sendiri Te Wo Tsunaginagara selama hampir 2 tahun. Kalau Fresh Peach dibubarkan setelah 2 tahun membawakan SnM, silakan saja dibanding-bandingkan.

Kembali lagi ke JOT, mereka bahkan mengumumkan pembubaran team dan senshuuraku hanya dalam jarak satu minggu. Bayangkan fanbase-fanbase yang kalang kabut menyiapkan project senshuuraku dalam satu minggu itu. Ada yang harus cuti, ada yang harus batal mudik, luar biasa. Akhirnya, sebagai penutup dari rangkaian perilaku JOT yang sangat menghargai Team T dan fansnya ini, mereka sama sekali tidak menyediakan dan mengupayakan dokumentasi untuk show Seifuku no Me versi Team T Fresh Peach ini. DVD? Tidak ada. MP3? Spotify? Nihil. Sekadar lirik saja tidak ada di website JKT48, fans harus mencatat sendiri liriknya berdasarkan pendengaran mereka sendiri. Setlist itu hanya menjadi seperti mitos yang hanya beredar dari cerita mulut ke mulut. Terbayangkah rasanya jadi member dan fans Team T Fresh Peach? Sudah jatuh, ditabrak mobil, tersambar petir, tertimpa tangga, patah kaki pula.

Sabtu ini, tanggal 29 Mei 2021, setlist Seifuku no Me akan dibawakan kembali oleh JKT48. Perasaan saya campur aduk seperti hendak menonton versi remake modern dari film klasik yang saya favoritkan. Di satu sisi saya berharap “ngapain di-remake? Tonton aja versi originalnya!” lalu saya teringat “gimana nontonnya kan gak ada dokmentasinya, hehe.” Di sisi lain, saya juga penasaran bagaimana generasi baru JKT48 ini menginterpretasikan setlist ini dengan gaya mereka sendiri. Sama dengan rasa penasaran saya ketika mau menonton remake Beauty and The Beast nya Disney.

Untuk para pendukung setia Team T Fresh Peach yang saat itu turut jatuh bangun, marah, sedih, menangis, bahagia bersama mereka, saya mempersembahkan tulisan ini untuk kalian. Akhirnya, mari bernostalgia sedikit dan bersenang-senang lagi di setlist ini. Ini momen kita, azig. Untuk kalian yang belum pernah atau saat itu belum sempat menyaksikan kedigdayaan Fresh Peach membawakan Seifuku no Me, izinkan saya bercerita tentang itu. Setlist ini biasanya dibawakan oleh line up utama: Lisa, Anin, Ayana, Fidly, Brielle, Aby, Kyla, Jinan, Melati, Lala, Pucchi, Nanda, Sonia, Angel, Celine, dan Vanka. Zara juga sempat membawakannya beberapa kali. Beberapa trainee pun sering menggantikan Pucchi, Sonia, dan Melati yang cedera, seperti Olla, Jesslyn, Freya, Yori, Aiko, Fiony, dan Dey.

Singkat cerita, semua member menunjukkan kekerenannya di setlist ini. Lala yang mempesona sebagai center, Brielle yang menggemaskan, Celine si hardworker, Kyla si anti-idol, Meme si rusuh, Lisa si vocal-line, Anin yang energinya gak habis-habis kaya pake cheat, Pucchi si ngasal, Jinan si karismatik, Sonia si wakil kapten, Vanka yang kocak, Angel si nyablak, Fidly si ngeselin, Aby si gaul, Zara the talent, Nanda si versatile, dan tentunya Ayana, si kapten keren yang sangat menyayangi dan disayangi anak-anak buahnya. Berbagai kepribadian unik itu bergabung dalam sebuah team yang menurut saya paling heterogen, tanpa pretensi aneh-aneh, dan paling menyenangkan untuk ditonton ataupun didukung.

Nah, setlist ini dibuka dengan Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta. Sebuah lagu yang menurut banyak orang adalah M01 terbaik dari setlist-setlist yang pernah dibawakan JKT48. Lagunya penuh semangat, alih bahasa liriknya pun tetap terasa puitis tentang unrequited love yang menyakitkan. Dibawakan dengan sangat bersemangat dan ada bagian koreo dimana mereka melompat setinggi mungkin, patut dinantikan. Dilanjutkan dengan Ciuman Kelulusan, lagu menggemaskan tentang seseorang yang menunggu selesai Ujian Nasional untuk akhirnya menerima cinta dari gebetannya. Brielle sangat mengesankan di lagu ini. Berikutnya di M03 ada Antenna, lagu yang juga sangat catchy tentang perasaan longing, menunggu dan menantikan seorang soulmate hadir di dalam hidup. Lagu ini mempunyai koreografi yang lucu, dan agak susah untuk di-chant. Kemudian M04 adalah title track dari setlist ini. Lagu ceria yang selalu mengingatkan saya kepada Melati, karena joke “kuyang” nya saat itu berasal dari lagu ini.

Di saat mc jikoshoukai, yang paling ditunggu-tunggu penonton adalah barisan 4 orang terakhir yang biasanya diisi Vanka, Sonia, Angel, dan Pucchi, terkadang ada Lisa atau Freya juga. Line up ini adalah mc paling heboh dan pecah yang pernah saya tonton. Tektokan di antara mereka bisa dibilang menyerupai Vincent Desta, Sule Andre, atau Komeng Adul. Luar biasa menghibur. Berlanjut ke unit song yang dimulai dengan Lebih Dari Memori. Sebagaimana orang susah melepaskan citra Kinal dari lagu Kagami no Naka, fans juga akan sulit melepaskan citra Ayana dari lagu ini. Ayana memberikan performance of her life di lagu dengan koreografi yang juga luar biasa keren ini.

Lanjut ke Serigala dan Pride, lagu duet yang biasanya dibawakan Lala dan Kyla, atau Lala dan Brielle. Cuteness overload. Kamu memang menyebalkan! Lanjut lagi ke Indra Keenam Seorang Gadis. Lagu ini dimulai dengan tarian balet (?) solo yang biasanya ditampilkan oleh Aby atau Nanda. Bagian “tet tet teet!” saat chorusnya itu sungguh sulit dilupakan. Bagian unit song ditutup dengan 2 lagu yang menurut saya juga peak dari setlist ini, yang pertama adalah lagu solo dari Jinan, Stasiun Daun Kering. Lagu pedih tentang being stood up oleh orang yang kamu tunggu-tunggu. Jinan membawakannya dengan sangat powerful, kepedihannya terasa betul karena dia selalu open mic dan berkali-kali menangis di atas panggung ketika membawakannya. Ada pula bagian spoken word yang seakan menabur garam di atas luka yang sedang kita rasakan saat itu. Sedih sekali.

Terakhir adalah Kaleidoskop. Lagu yang berfokus pada vokal dari 5 performernya yaitu Lisa, Angel, Vanka, Pucchi, dan terkadang Sonia, Celine, atau Freya. Lagu ini adalah salah satu unit song terbaik yang pernah dibawakan JKT48. Ada bagian break di tengah dan akhir lagu yang membuat merinding. Indah sekali. Sebelum kembali ke group song, ada segmen yang disebut #SnMTanyaTeamT dimana member akan menjawab pertanyaan dari fans yang dikirimkan melalui twitter. Agak mirip lah dengan segmen baca pantun yang sekarang-sekarang ini.

Selepas itu, sudah menanti lagu Alibi Kecemburuan. Kalau kamu menganggap headbang di lagu Lay Down sudah cukup seram, coba tonton lagu ini, dimana semua member menggila seperti Craig “133” Jones. Dilanjutkan oleh RAGU! Lagu yang dibawakan dengan sangat keren juga oleh semuanya, terutama Lala sang center yang begitu mempesona di lagu ini. Kemudian berlanjut ke Lagu Sahabat. Lagu yang super fun ini biasa dinyanyikan beramai-ramai bersama fans. Rangkaian lagu pra-encore ditutup dengan lagu yang sangat merepresentasikan perjuangan Fresh Peach, yaitu Kolam Yang Tak Ada Airnya. Dilengkapi dengan sebuah monolog dari Lala. Kadang air mata saya mengalir secara tak sadar di bagian ini. Salah satu momen teremosional saya selama nonton teater JKT48. Lagu-lagu pasca-encore seperti Stairway To Heaven, Geng Pinokio, dan Tentang Suratku, semuanya berbeda vibes dan kekerenannya, harus disaksikan sendiri dan hampir susah untuk diceritakan.

Begitulah gambaran Seifuku no Me Team T Fresh Peach selama 4 bulan itu. Tulisan ini berupaya untuk mengabadikan dan mendokumentasikan situasi, kebahagiaan, kesenangan dari apa yang kami semua tonton saat itu. Biarpun JOT seperti berusaha keras menghapus jejak mereka seperti layaknya aib yang harus ditutupi, (ah dua lagi kekerenan JOT, kemenangan Team T di RH 2019 yang tidak mendapat hadiah apa-apa dan bahkan cuplikannya tidak muncul dalam digest tahunan JKT48, dan bagaimana poster terbaru setlist Seifuku no Me dipaksa menggunakan warna baru, jauh dari pink khas Team T dulu, padahal poster setlist lainnya mempertahankan warna khas mereka dulu, hehe) semoga kita tetap dapat mengingat kerja keras dan betapa kerennya mereka saat itu, selalu.

Karena itu, untuk mengenang legacy dari team yang luar biasa ini, dan tentunya untuk melestarikan semangat yang mereka wariskan kepada generasi baru yang beberapa hari lagi akan membawakan kembali setlist kebanggaan mereka….

Sabtu ini, ayo kita bernyanyi, buat dunia bergema (lagi).

*judul artikel ini terinspirasi oleh lirik lagu The Light pt. II dari Brockhampton, dan juga terinspirasi dari lirik lagu Kaleidoskop dari setlist Seifuku no Me, “aku memandang ke cahaya yang berpijar.”

**aslinya dibawakan oleh SKE48 Team S

***bagian ini dikutip dari artikel Making a Case for T’s Original Stage, yang dimuat pada zine HelloVanka volume 17. Penulis anonim.

Share to everyone

8 KOMENTAR

  1. Isinya lebih cuma kecewa kecewa kecewa ama jot. Padahal mah team T fresh peach ya dibubarin karena tinggal ber9 dan academy blom ada yg bisa dipromote. Trs emangnya bikin dvd SnM gak keluarin duit? Pas itu jot lagi ngegarap rapsodi+konser, tadaima sama saka agari aja gaada dvd nya juga gaada yg protes ribut tuh. Gausah banyak suudzon sama jot, logo poster SnM yg baru diubah aja ditubirin. Di RH 2019 lagu kegarete gak dapet hadiah ya karena jot emang ga janji apa apa buat lagu rank 1. Bersyukur tuh lagu dibawain di Tv

    • halo bang 123 makasih nih komennya, saya sebagai penulis mau nanggepin aja, kalo yg abang tangkep ini tulisan isinya cuma kecewa kecewa kecewa ama JOT mungkin kemampuan komprehensi membaca abangnya aja yg kurang kali yah, gapapa kok 🙏

      tadaima sama saka agari gak ada yg protes terus abang maunya saya harus ikutan gak protes juga gitu yah? 😂😂 padahal mereka kalo mau protes dan minta dvd juga boleh loh gak ada yg ngelarang, itu kan hak kita sebagai consumer yg bayar wkwkwk lagian kalo abang bacanya pelan-pelan pasti tau kok kenapa alesannya saya nganggep SnM harusnya dibikinin DVDnya: saka agari itu udah dibawain 2,5 tahun, tadaima renaichuu 2 tahun, SnM cuma 4 bulan 😂😂

      saya sebagai fans maunya yg terbaik dan berhak juga untuk minta yg terbaik, kan saya udah bayar, sedih amat disuruh dikit-dikit bersyukur aja bersyukur aja, emangnya saya ngasih duit ke JOT itu sedekah? kan kaga 😂😂

    • orang ngasih kritik baikbaik gini dibilangnya tubir, pantes nga maju maju ini JOT, makanya jan kebanyakan tubir tong jadi masih bisa ngebedain mana yang kritik konstruktif mana yang cuman ngatain

    • kalo emang JOT itu masih ngehargain fresh peach sama fansnya, harusnya ketika team T dibikin lagi bulan juni itu 9 orang ex fresh peach dibalikin lagi ke team T, sisanya baru diisi academy, bukannya malah bikin team baru 16-16nya dan ga bawain SnM pula, common sense aja bro, lalu SnM cuma dibawain 4 bulan itu harusnya dapet kompensasi lah berupa dvd atau mp3 dari JOT, masalah bikin dvd pake duit ya harusnya mereka udah pertimbangin itu dari jauh2 hari, sediain budgetnya kalo mau ngebubarin tim yg baru bentar bawain setlistnya, itu baru namanya ngehargain fans, saka agari sama tadaima ga ada yg minta dvd karena fans udah kenyang bro nontonnya, setlistnya udah bertahun2 dan udah ada mp3 nya juga.

      ga ada yg suudzon dah ini kritik valid semua, kenyataannya kan emang gitu, poster SnM beda sendiri warnanya, toh para ex-member fresh peach yg ngalamin sendiri aja setuju sama ini artikel dan pada bilang ini ngewakilin mereka, lahh siapa elu yg berani2nya bilang ini artikel ga valid? LOL

  2. Sebenernnya fresh peach bagus banget awal nonton mereka pas bawa gadis gadis remaja, awalnya cuma penasaran gimana sih team t yang baru ini terus pas liat pecah parah dari lucunya melati, ayana yang ketawa lepas banget pertarungan kyla zara itu semua sempurna menurut gua karena kaya liat team j aja walau pasti ada yang bilang beda banget ya, seiring perjalnan waktu mereka udah mulai berkembang dari dapet posisi 1 di requst hour dan lain lain, sampe ayana yang teriak minta setlist sendiri sama jot, mereka harus mati matian dapet setlist ini, waktu itu nonton snm pertama kali pas vanka grad itu pun gak tau hoki atau apa bisa dapet tiket on the spot grad, terus gila sih team t full power banget abis itu lagu lagu nya langsung klik gitu di otak tapi yang di sayangin itu cuma sebentar, pas banyak yang grad kepikiran nih wah pasti anak academy yang backup in nih setlist pasti masuk gantiin yang grad ternyata nggak dong terus teriak sendiri marah sambil bilang “itu gunanya mereka lari keliling gbk pas puasa apa kalo cuma sebentar?”, sumpah itu kaget sekaget nya tapi seneng pas denger jkt bakal bawain nih setlist karena kangen banget soalnya waktu itu juga berharap team t yang fly bakal bawain beberapa lah lagunya jangan yang susah susah kaya surat ku, lagu sahabat, gitu gitu tapi ya gitu lah, maaf ya kalo panjang

  3. Halo bang! termakasih sudah membuatkan artikel ini jujur saya terkadang suka bingung dengan istilah “fresh peach” dan apa hubungannya “fresh peach dengan setlist SnM yang di sinyalir berbahaya bagi member” dengan artikel ini sekarang saya jadi tau alasan dibalik semua itu. Semangat terus bang menulis artikelnya saya tunggu next artikel 🙂

  4. Untuk Kak RidwanH, terima kasih sudah sangat vokal dalam menulis artikel ini. Semua keresahan saya terhadap JOT yang terlihat zalim ke anak-anak Fresh Peach terwakili semua oleh tulisan kakak.

    Oshi saya Brielle, sangat disayangkan saya baru mengoshikannya setelah ia dipindahkan ke Tim J. Ada rasa sesal, saya tidak pernah menyaksikan masa keemasan Brielle membawakan setlist ini bersama Tim T Fresh Peach.

    Kemarin, ketika saya melihat setlist ini dibawakan ulang, ada rasa merinding dan terharu ketika menyaksikan lagu Ku Tak Pantas Jadi Seorang Pujangga Cinta dibawakan dengan sangat energik oleh member-member JKT48 yang tersisa. Otak saya membayangkan, pasti dulu Brielle dan anak-anak Fresh Peach juga sekeren itu dalam membawakan lagu tersebut. Bahkan vibe-nya juga pasti lebih mengharukan karena ini buah keringat mereka selama hampir tiga tahun.

    Setelah membaca artikel kakak, saya semakin yakin untuk memberikan semua voting saya untuk lagu Pujangga Cinta di RH2021. Meski nanti lagu tersebut tembus dan bukan Fresh Peach yang membawakan, anggap saja ini sebagai tribute dan rasa terima kasih untuk anak-anak Fresh Peach yang telah berjuang mati-matian membawakan setlist ini.

    Siapapun yang nanti membawakan lagu ini dan dalam acara apapun, percayalah. Lagu dan setlist ini membawa kenangan tersendiri tentang perjuangan anak-anak Fresh Peach, dan akan selalu identik dengan Tim T Fresh Peach.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here