GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Beby JKT48: Perayaan Ulang Tahun, Bicara Kedewasaan, dan Air Mata
Hobbies/JKT48

Beby JKT48: Perayaan Ulang Tahun, Bicara Kedewasaan, dan Air Mata

ragetegar

Pertunjukan Saka Agari, pada Selasa, 20 Maret 2018, menandai sentaisai dua anggota JKT48 tim KIII, salah satunya ialah Beby Chaesara Anadilla. Bersama dengan Rona Anggraeni, Beby memulai prapenampilan dengan membawakan kageana secara bergiliran. Dihadiri oleh para penonton yang memenuhi teater hingga tiga lapis standing, pertunjukan dimulai walaupun tanpa kehadiran Frieska Anastasia yang terlambat datang.

Para kru Beby Oshi, basis penggemar Beby JKT48, sebelumnya telah sibuk memersiapkan sejumlah project. Mereka tidak hanya mempersiapkan kebutuhan di dalam teater, tetapi sebelum dan sesudah pertunjukan. “Project-nya itu ada bagi-bagi undangan, encore diganti jadi Beby 20, gelang undian (ada hadiahnya), lightstick, terus LED yang tulisannya Party 20 Beby,” terang salah satu penggemar Beby, Maharani Lolita.

Pada hari spesial itu, Beby tampil enerjik dengan model rambut pendeknya. Senyum dengan mata segaris beberapa kali muncul saat lagu-lagu ekspresif, seperti Saka Agari. Saat membawakan lagu-lagu bertenaga, seperti Hitei no Requiem, Beby mampu mengimbangi para anggota yang lain tanpa terkesan overpower. Walaupun sempat mengisi bagian center, kedewasaannya dalam menari tetap ia perlihatkan saat di blocking bagian belakang dengan selalu tampil maksimal.

Beby berkesempatan menjadi center dalam unit song Dakishimeraretara menggantikan Cindy Yuvia yang berhalangan hadir. Dengan kostum seksi dan topi homburg khasnya, ia sukses membawakan lagu tersebut bak story telling rasanya dicintai seseorang. Gerakan patah-patah dengan perfect timing menjadi keunggulan gadis Pisces tersebut. Persona dewasa dalam lagu itu mampu melekat secara otomatis tanpa harus mengubah image Beby.

Encore pertunjukan hari itu diganti dengan “Beby 20, Rona OA OE”. Di saat basis penggemar Rona sibuk berbalas pantun untuk memulai encore, Beby Oshi terlihat lebih riweuh di standing biru dengan papan-papan hitamnya. Ternyata, mereka telah memersiapkan LED bertuliskan Party 20 Beby yang terang-benderang berwarna kuning dan biru. Sepanjang lagu-lagu setelah encore, project LED dan lightstick terus mengiringi perayaan 20 tahun oshimen kesayangan mereka.

Impresi Terhadap Sosok Beby yang Galak dan Dewasa

Selama ini, Beby terkenal sebagai sosok idola sekaligus penggemar AKB48 yang juga bisa gesrek. Banyolan-banyolan seputar dunia peridolan kerap ia lontarkan sebagai senjata saat sesi MC. Namun demikian, Beby terkadang gagal menciptakan set up gurauan yang rapi sehingga terkesan garing. Gaya berbicaranya juga kerap menunjukkan keragu-raguan dan kurang percaya diri.

Di luar personanya yang edas, Beby ternyata dianggap galak oleh rekan-rekannya di JKT48 tim KIII. “Beby itu seram. Waktu masuk tim J soalnya posisi dia gue ambil di Arashi,” ungkap Naomi.

Natalia mengungkapkan pula kengeriannya kepada Beby. “Gue deg-degan kalau lihat Beby. Bos gue soalnya di dance project.”

Beby sebagai sesepuh dari generasi 1 di JKT48 tim KIII juga diakui memiliki kedewasaan. Secara fisik, kedewasaan itu terpancar melalui potongan rambutnya yang pendek. “Beby itu ganteng, style-nya maskulin. Cantiknya itu pas lagi pakai kostum,” ujar Lidya.

Anin juga mengamini perihal rambut pendek Beby. “Kak Beby itu cantik pas potong rambut kemarin. (Dia) cantikan rambut pendek, bahkan kalau lebih pendek lagi (cantik). Cocokan rambut pendek. Mirip Sky, anaknya Ernest Prakarsa.”

Surat dari Frieska dan Penyangkalan Terhadap Kedewasaan

Ya. Akhirnya, Frieska muncul setelah encore digaungkan. Kehadirannya jelas teramat spesial sebab adik Melody Nurramdhani Laksani itulah yang menuliskan surat untuk Beby. Sebagai sesama anggota JKT48 generasi 1, Frieska tentu lebih memahami perjuangan mojang Bandung tersebut.

Dalam suratnya, Frieska mengungkap sosok Beby yang kreatif, dewasa, dan pintar. “Beby itu pintar, pintar menyembunyikan perasaannya kalau lagi sedih,” kata Frieska. Ia mengetahui kesedihan Beby yang terus saja ditinggal sahabat dekatnya, mulai dari pengunduran diri Neneng “Ochi” Rosdiana sampai perpisahan dengan Gabriela Warouw di JKT48 tim J.

Sebagai teman seperjuangan, Frieska memahami perjuangan Beby yang tidak mudah dan terkadang naik-turun. Beby pernah merasa sedih saat tidak terpilih dalam senbatsu single kesukaannya padahal sudah merasa pantas. Ia juga pernah lama melewatkan tampil dalam setlist favoritnya, Renai Kinshi Jourei, karena sakit dan mengharuskannya untuk opname. Namun demikian, Beby selalu bersikap dewasa dalam menyikapi hal-hal yang selalu membuatnya merasa kurang.

Di akhir suratnya, Frieska berpesan agar Beby tidak merasa khawatir akan kehilangan teman. Dengan segala upayanya, Beby merupakan sosok yang mampu beradaptasi dengan mudah. “(Pokoknya) jangan canggung untuk bicara. Jangan suka memendam perasaan juga, aku mau kok jadi pendengar buat kamu,” tutur Frieska sebelum menutup pesan suratnya.

Beby yang sedari tadi menahan air mata dengan pertahanan senyumnya pun kalah. Ia menangis di pelukan Frieska tanpa tertahankan. Air mata sang Ratu Dansa JKT48 itu tumpah di hadapan para penggemarnya yang jarang sekali menyaksikan idolanya menangis. Sosok yang terkenal edun dan dewasa tersebut pun akhirnya menyangkal bahwa ia tak sedewasa yang orang lain bayangkan.

“Sejujurnya aku takut menghadapi umur yang sudah kepala dua. Kadang orang bilang aku itu dewasa padahal aku sendiri belum merasa dewasa. (Aku) kayak belum bisa menetapkan jati diri,” terang Beby sembari terisak-isak merespons surat dari Frieska.

Beby mengakui bahwa ia ingin segera dewasa dan cepat menikah. Ia terkadang masih suka mengikuti orang lain sehingga belum merasa dewasa. Beby pernah selalu disalahkan dalam mengambil keputusan di usianya yang masih muda sehingga membuatnya sedih. Ia juga telah memahami rasanya “dibuang”. Beby tercatat secara berturut-turut pernah tidak terpilih dalam jajaran senbatsu single ke-12, ke-13, dan ke-14 selama tahun 2016. Beby secara mengejutkan tidak terlibat dalam single ke-12 Beginner padahal di atas kertas ia sangat layak membawakan single tersebut. Pada sousenkyo single ke-13 Mae Shika Mukanee untuk pertama kalinya ia terlempar ke undergirls di peringkat ke-22. Sementara itu, pada edisi perdana Tournamen Janken, Beby harus takluk di tangan Riskha Fairunissa di ronde pertama. Tahun itu merupakan masa terburuk Beby selama berkarier di JKT48.

Di akhir impresinya, Beby mengungkapkan bahwa saat ini penggemar mulai subjektif dalam mendukung idolanya. Penggemar hanya memberi dukungan berdasarkan faktor yang ia sukai. Idola tersebut tidak perlu lagi lihai dalam menari atau menyanyi. Selama mampu memenuhi ekspektasi, idola itu akan terus didukung oleh penggemarnya. Beby mengakui bahwa ia tidak dapat menjawab seluruh ekspektasi penggemar sehingga harus menuntut dirinya agar menjadi pribadi yang lain.

“Semua sudah mulai subjektif. Menjawab ekspektasi fans itu susah. Idol sekarang nggak perlu punya skill karena sudah mulai subjektif. Aku ingin tetap jadi diri sendiri dalam memenuhi ekspektasi kalian,” ujar Beby.

Kepada para penggemarnya, Beby berterima kasih atas segala kejutan yang telah diberikan. Belum lagi, ia terkadang tidak menyangka kalau perayaaan ulang tahunnya selalu mengalami pengunduran karena berbagai hal. Di sisi lain, gadis berjuluk The Dancing Queen tersebut sangat bersyukur karena para penggemarnya masih dapat menerima ia apa adanya. Beby mengaku tidak biasa menunjukkan sisi terdalamnya, tetapi ia berusaha untuk terus semangat di JKT48 tim KIII.

Harapan Fans dan Menatap Sousenkyo Yang Belum Pasti

JKT48 di tahun keenam bakal menyisakan beragam tantangan, mulai dari nasib sepeninggal Melody Nurramdhani Laksani sampai kelanjutan roda peridolan yang kian monoton. Harapan para penggemar semakin pupus dengan tak kunjung adanya single original JKT48 atau keberadaan calon anggota generasi 6 yang gaib. Belum lagi, muncul kabar bahwa sousenkyo JKT48 2018 bakal ditiadakan seiring penyelenggaraan AKB48 53rd Single Sekai Senbatsu Sousenkyo. Hal itu tentu membuat dilema baru bagi sebagian basis penggemar JKT48.

Tanpa menafikan gonjang-ganjing isu yang belum jelas, Beby Oshi tetap memersiapkan diri menghadapi event JKT48 selanjutnya. Ditemui seusai sentaisai Beby, Rizky Apriliya selaku pengurus Beby Oshi mengungkapkan pandangannya terhadap isu yang beredar. “Kita belum bisa pastiin konfirmasi dari JOT (mengenai rumor sousenkyo). (Kalau) sousenkyo nggak ada itu bisa jadi tarik nafas dulu buat fanbase-fanbase,” terangnya.

“Kita persiapan (sousenkyo) itu nggak cuma satu bulan, dua bulan, tapi dari satu tahun sebelumnya. Kalau benar (sousenkyo) nggak jadi diadakan, mungkin JOT bisa bikin inovasi lain untuk pemilihan senbatsu tahun ini.”

Ditanya perihal kesiapan menghadapi sousenkyo, April mengungkapkan rasa kekhawatirannya terkait persaingan di JKT48. “Kalau menurut saya pribadi, jujur, untuk sousenkyo kali ini berat, apalagi generasinya sudah sampai lima. Buat sebagian fanbase yang nggak terlalu besar susah ngumpulin materi meskipun fans-nya banyak.”

Beby Oshi juga tidak jauh berbeda dengan kebanyakan basis penggemar dalam memanaskan mesin jelang sousenkyo. Mereka tetap melaksanakan kebijakan uang kas, donasi, dan penjualan merchandise. Mengenai target yang hendak dicapai dalam sousenkyo mendatang, April belum dapat memastikan secara pasti. “Kalau target untuk sousenkyo yang penting yang terbaik karena kita di sini berjuang bareng-bareng. Kita team work dan nggak bisa sepinginnya sendiri. Dan, oshi juga harus melihat bagaimana fans-fans-nya berjuang,” jelas April.

Terkait harapan untuk sang idola, Lolita berharap agar Beby terus berani menghadapi tantangan ke depan. “Beby sudah dua puluh tahun, jangan takut untuk menjajaki tangga masa depan (kedewasaan). Jangan takut, (karena) kanan-kiri kamu ada yang sayang. Jadi, nggak usah takut (kamu) merasa sendiri atau nggak bisa melewati itu. Ada mama, keluarga, fans, teman (kamu).”

Di samping oshimen, Beby telah menjadi role model bagi para penggemarnya. Ia mengajarkan kedewasaan dan ketangguhan dalam menghadapi keadaan. Beby hanya terlalu pintar dalam menyembunyikan ketakutan saat ia membutuhkan adanya dukungan. Sentaisai kali ini begitu menguras emosinya. Begitu banyak impresi yang ingin ia sampaikan. Hal itu baik karena sedikit empati akan membuka muara lebih besar untuk ke depannya.

Sumber Foto : Twitter

Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 24 Maret 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...