“Motivasi aku ikut JKT48 adalah karena aku ingin menjadi pribadi yang lebih mandiri lagi, supaya lebih percaya diri lagi. Terus aku juga ingin menjadi salah satu idola dari kalian semua,” kata Dey dalam video profilnya di Youtube.
Dey selalu melukiskan kebahagiaan di wajahnya. Ia tak pernah menyia-nyiakan pertemuan sebentar. Meski kau bukan siapa-siapa, Dey akan memastikanmu ada selintas di dalam senjanya. Rasanya ingin hati sekadar hadir menyapa cinta, memastikan adakah wajahku hadir dalam semestanya.
Dara asal Jakarta kelahiran 18 Agustus 2001 ini punya kemampuan menari di atas rata-rata. Tabrakan kecil maupun jatuh tersengkang tidak membuatnya kehilangan tawa dalam luka. Hal itu justru jadi titik balik bagi Dey untuk membikin orang lain peduli dan enggan pergi.
Sebagai siswi JKT48 Academy Class A sejak 28 Oktober 2018, Dey terus mempelajari setlist baru dan memanggung bersama tim-tim yang berbeda. Ia menjalani debut di setlist Pajama Drive bersama Academy Class A pada 24 Maret 2019. Gadis kelas dua SMA penjurusan IPA ini dipercaya sebagai center unit song Junjou Shugi dan Kagami no Naka no Jeanne d’Arc serta juga pernah membawakan Temodemo no Namida.
Dey perlahan mulai melebarkan sayap dan mendapatkan kepercayaan untuk tampil di tim. Pertunjukan pertamanya di setlist Idol no Yoake bersama tim J terjadi pada 20 April 2019 dan membawakan unit song Tengoku Yarou. Dey turut menapakkan kakinya di tim KIII dengan menjalani debut setlist Saka Agari pada 10 Agustus 2019 dan menampilkan unit song Ai no Iro. Per tanggal 27 September 2019, Dey telah mencatatkan total 63 penampilan.
Sekali waktu Dey menjelma gadis super akademi, memanggung sana sini menjadi teman hari-harimu. Ruang dan waktu lalu bersekutu menghadirkan rindu. Inti jiwamu tenggelam dalam dua matanya, senyummu merekah bertemu bibirnya. Laranya memiliki beragam rasa yang membius tanya, tentang rasa sakit dan pahitnya menunggu.
Dey selalu punya cara melelapkan kekhawatiran, menyembunyikan segala yang lemah mengenainya. Derita itu ia pendam bersama benteng pertahanannya yang amuk redam. Kebahagiaan di balik seragam akhirnya terasa menyedihkan. Hati menjadi patah berganti sikap peduli yang teramat parah. Cinta mengapa kau sengsara, benciku melihatnya.
Dey The Explorer dan Peta Penunjuk Arah
Dilarang mencintai Dhea Angelia telah menjelma paradoks. Dari yang awalnya sekadar suka, kini akhirnya jadi sulit berhenti peduli. Kerja kerasnya menghadirkan eksistensi yang menggetarkan hati barisan penunggu sepi. Dey tanpa sadar mulai menuai deras keringat. Masa step up telah terlewati, berganti perjalanan mesra the explorer.
Persaingan menuju singgasana sousenkyo single original tidak mudah, baik senbatsu maupun undergirl sekalipun. Semua berjibaku dan bersatu padu menggalang suara demi sang idola. Pengumuman kelulusan besar-besaran para langganan barisan terdepan kian melanggengkan peluang generasi pendatang.
Dheyzious turut membaca probabilitas yang ada. Sebagai basis penggemar Dhea Angelia, mereka tidak ingin jerih payah idolanya terbuang sia-sia. Berbagai macam cara dilakukan Dheyzious untuk mewujudkan petualangan baru Dey di JKT48.
“Target di sousenkyo tahun ini pastinya masuk 32 besar. Target vote dari kami juga semoga bisa mencapai 5.000,” ungkap Bryan Lesmana selaku pengurus Dheyzious.
“Kalau project dari fanbase ada beberapa yang sudah kami persiapkan, seperti menarik iuran wajib dari member fanbase dan memaksimalkannya menjadi subsidi handshake.”
“Mungkin dari kami baru itu karena menunggu hasil tahap satu. Kami juga berharap vote yang sudah diberikan bisa membawa nama Dhea masuk ke pengumuman tahap satu. Kalau memang masuk tahap satu, kami bakal membuat project lagi untuk menarik donatur dan menunjukkan kesungguhan kami di sousenkyo 2019 ini.”
Pertarungan sengit antara sesama siswi JKT48 Academy Class A menjadi pemandangan baru di sousenkyo single original 2019. Embel-embel tim dan seragam akademi bukan lagi menjadi penghalang. Penghambat utama untuk maju hanyalah hilangnya kemauan untuk mewujudkan angan menjadi kenyataan.
“Persaingan ketat di undergirl sama anak akademi itu bagus, tandanya fans itu serius buat dukung oshi-nya masing-masing. Pengin lihat oshi-nya bisa masuk single original kan bisa jadi suatu kebanggaan tersendiri atau mungkin itu juga sebagai bentuk apresiasi karena sudah kerja keras tapi masih belum bisa promosi ke tim,” kata Bryan menambahkan.
Sampai saat ini, dua dari tiga sesi Dey di Fajar Sang Idola Handshake Festival, 5 Oktober 2019, telah habis terjual. Hal tersebut tentu menjadi suka cita bagi Dheyzious. Meski begitu, mereka tidak menampik masalah dana masih menjadi kendala utama.
“Kendalanya ada di dana. Soalnya nggak mudah mencari fans yang mau benar-benar vote. Selain itu, juga kami masih baru, jadi persiapan dananya masih kurang dan dukungan dari fans juga belum banyak,” terang Bryan mengakhiri penjelasannya.
Dey masih punya waktu menemukan penunjuk arah yang meyakinkannya untuk melangkah. Hanya dengan begitu, derap larinya akan terus terdengar walau sambil tertatih di jalan sunyi.
Andaikan perjalanan berakhir menyedihkan, tetaplah menjadi kamu yang selalu bahagia setiap harinya. Tersenyumlah, kamu akan memahami arti kata menjadi tabah. Kuning atau merah, perjalanan itu tapak demi tapak akan terarah membawa kepada ingar bingar.
Sekali lagi, ingatlah kamu manusia biasa. Ada batas tubuh dan tabah. Bersabarlah. Temukan cinta yang benar-benar mencintaimu. Aku masih seseorang yang dengan tabah mencintaimu, yang dengan teguh menunggumu. Setelah kesedihan berlalu, mulailah hari seperti biasa, seolah yang terasa hanya kamu mencoba untuk terus berusaha dan tidak melihat sisi lain yang membuatmu menyerah karena kamu tak kenal tabah. Satu hal yang menarik dari luka adalah kamu bisa menikmati fase sembuhnya. Ketika harus kehilangan, ketahuilah, puncak dari perasaan cinta adalah merelakan.
Dhea Angelia : Tengoku Yarou’s seifuku
Dhea Angelia Bicara
Hai, ini Dhea Angelia bicara. Terima kasih telah marah dan maaf sudah membikin khawatir. Ketika menyembunyikan rasa sakit, aku nggak mau kamu tahu. Tugasku bukan membuatmu cemas, melainkan tersenyum karena keberadaanku. Maka dari itu, perlihatkan garis lengkung bibirmu yang membuatku mengadu rayu. Dengan begitu, kebahagiaanmu mengafiatkan laraku.
Aku selalu penasaran soal perasaan. Di sengkarut malam yang larut, pesan panjang lebarmu mengacaukan rencana tidurku. Satu per satu aku baca dan peram dalam ingatan. Bila ada yang menggoda tawa, narasimu aku simpan untuk suatu masa kukenang ulang.
Kamu juga nggak akan lepas dari pengawasan aku. Foto profilmu sudah jatuh di tangkapan layar ponselku. Semua itu semata-mata karena aku ingin mengenalmu, menyapamu, dan memberimu satu kata terima kasih paling serius tanpa titik atau koma, tanpa jeda dan akhir.
Kalau ada yang bisa aku bagi, cukup senang dan gembira. Maaf bila aku begitu egois. Biarkan aku coba menyenangkanmu, menerima marah riuhmu yang berisik. Terkadang aku ingin menjadi matamu, agar aku mengerti apa yang kamu rasakan saat kamu menatapku.
Aku akan selalu semangat dan bahagia untuk kamu. Maka dari itu, kamu juga harus semangat dan bahagia jika mau melihat aku merasakan perasaan yang sama.
Pesan dari aku, makan teratur selalu dan jaga kesehatan. Berhati-hati di mana pun dan selalu bersyukur serta berusaha berbuat baik. Tolong jaga perasaanku, jangan sia-siakan itu.
Mungkin masih berapa lama aku dibuat menunggu. Entah berapa lembar kalender yang masih harus aku balik. Setahun, itu waktuku telah bersamamu.
Terasa dingin menunggu bersama teman-teman yang gelisah karena namanya tak kunjung dipanggil. Saat satu per satu mulai pergi, helaan napas serasa menyesakkan dada. Sebenarnya apa yang kurang dari diriku ini? Sudah berjuang sekuat tenaga, apa lagi yang harus kutempuh?
Dari balik pintu itu, kumenyaksikan member segenerasi denganku, yang disebut-sebut bintang masa depan. Memang saat kumelihat dirinya, auranya bersinar buatku cemburu. Riuhnya tepuk tangan membuat mereka bersama kakak-kakak yang kukagumi kian berkilau dari mentari.
Ah, suatu hari di panggung itu, rasanya ingin kumenyanyi dan menari. Suatu hari di panggung itu, sesulit atau sekeras apapun, akan terus kurentangkan tanganku, untuk menjadi bintang yang paling bersinar terang.
Menuju panggung yang kudambakan, percaya aku bisa ada di sana. Jikalau kumenyerah sekarang, semua akan sia-sia bukan? Menuju panggung yang kudambakan, walau sesedih ataupun sekecewa apapun, aku akan terus maju ke depan, untuk menjadi bintang terang satu-satunya, untukmu.
“Sebenarnya aku agak sedikit tahu sih di mana jalannya, cuma aku kurang yakin kalau nggak ada kalian. Kalian mau nggak jadi penunjuk jalan aku? Yuk, kita capai mimpi kita sama-sama,” kataku, Dhea Angelia.
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 4 Oktober 2019. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.