GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
High Tension Maximum Cindy Yuvia JKT48, 2019 Lebih Menginspirasi
Hobbies/JKT48

High Tension Maximum Cindy Yuvia JKT48, 2019 Lebih Menginspirasi

ragetegar

Butuh waktu hampir enam tahun bagi Cindy Yuvia untuk mampu memangku mahkota ratu sousenkyo atau Pemilu ala JKT48 jika meminjam redaksi kata Jawapos. Gadis yang akrab disapa Yupi ini menang mutlak dengan perolehan 68.031 suara atau selisih 20.379 dari Shani Indira Natio di urutan kedua. Yupi melesat tinggi dari pencapaian sousenkyo JKT48 2017 yang menduduki peringkat ke-5 dengan perolehan 37.477 suara.

Yupi berhak menempati posisi center single ke-20 JKT48 berjudul High Tension. Selain itu, dara kelahiran 14 Januari 1998 tersebut turut mendapatkan hadiah solo photobook dengan mengambil lokasi pemotretan di Jepang dan solo debut dengan judul lagu Migikata.

Dalam pidato kemenangannya, Yupi tanpa sangka membuka kondisi “kritis” JKT48. Akan tetapi, dibalik kalimat menusuk itu ia ingin seluruh penggemar sister group pertama AKB48 di luar Jepang ini bersatu dan bangkit mengembalikan masa kejayaan JKT48.

“Mungkin kalian semua sudah tahu, jujur saja JKT48 sedang berada dalam masa yang kritis. Kalian semua pasti tahu hal tersebut. Program Reboost mungkin memang telah dijalankan selama setengah tahun, tapi apakah kalian berpikir program itu sudah berhasil, atau belum?”

“Tanggung jawab di posisi center lebih besar banget. Apalagi sekarang ini JKT48 sedang Reboost, aku juga harus berusaha membawa perubahan untuk JKT48. Jujur saja aku takut banget berada diposisi ini, karena kalian tahu aku orangnya pemikir banget. Aku tahu pemikiran aku sebagai member tidaklah cukup kuat untuk JKT48. Jadi aku juga butuh pemikiran dari kalian agar aku bisa memajukan JKT48.”

“Dan, aku ingin mengatakan, untuk member, staf, dan kepada fans semuanya, ayo bantu JKT48 untuk bisa melewati masa kritis ini,” ucap Yupi dikutip dari pidatonya, Sabtu (17/11/18), di Ballroom Sleman City Hall, Yogyakarta.

Dengan semangat JKT48:Reboost!, Yupi memimpin gerbong generasi baru JKT48 yang nyaris berusia sewindu. Ia diharapkan sanggup melanjutkan estafet Melody Nurramdhani Laksani, Jessica Veranda, dan Haruka Nakagawa untuk menginspirasi jutaan pasang hati yang berusaha mengejar mimpi. Tak khayal, Yupi kini dituntut lebih memiliki tanggung jawab untuk tidak sekadar mengisi lini depan, tetapi juga ikut membaur dan merangkul juniornya yang masih seumuran jagung.

Yupi kini bukan lagi gadis loli dengan jurus goyang poni. Ambisi si mungil limited edition boleh saja tak terbatas, namun ia harus mulai perlahan membumi dengan mengisi gelas-gelas kecil yang memerlukan air.

Menangis bukan lagi selimut bercampur debu yang melindunginya dari ketidakmampuan dalam mengatasi situasi pelik. Yupi sepantasnya perlahan mulai berani mengambil sikap, walau terkadang dianggapnya nekat. Pada sentaisai atau perayaan ulang tahunnya yang ke-21, Sabtu (19/01/19), Yupi telah membuktikan kedewasaan yang belum pernah ia diperlihatkan sebelumnya.

Perayaan Ulang Tahun yang Limited Edition

Sebuah anomali terjadi bila sentaisai atau perayaan ulang tahun ratu sousenkyo JKT48 2018 tidak ramai disaksikan ratusan pasang mata. Tidak hanya penggemar lokal, penonton luar negeri terutama Jepang sangat antusias menyukseskan hari jadi Cindy Yuvia yang ke-21 pada pertunjukan setlist Tadaima Renaichuu oleh JKT48 tim J, Sabtu (19/01/19). Terlebih, basis penggemar Cindvia Dealoved telah menyiapkan sejumlah hadiah dalam perayaan ulang tahun Yupi yang menghabiskan anggaran Rp7 juta itu!

Cindvia Dealoved membagikan 100 picis uchiwa (kipas angin tangan) bagi penonton bangku oranye, 100 buah topi untuk penonton bangku hijau, dan 100 lembar handuk kecil kepada penonton di area standing.

“(Project-nya) kayak yang dilihat saja tadi ada kipas di (bingo) biru, di hijau ada topi, di standing itu kita bagiin handuk, totalnya ada 300-an picis, sama seperti yang kita sudah twit di Twitter,” jelas Agung Hefril selaku pengurus Cindvia Dealoved saat ditemui seusai pertunjukan.

“(Project-nya) alhamdulillah sukses cuma ada beberapa kendala kayak ternyata banyak yang belum dapat karena show-nya ini antusiasnya terlalu besar. Biasanya kalau kita nonton tim J biasa nggak pernah bingo sampai 20 makanya kita expect sampai 300 saja, ternyata bingo-nya sampai 20, alhasil barangnya jadi kurang.”

Segenap personel Cindvia Dealoved sibuk membagikan pernak-pernik sebelum pertunjukan dimulai. Tempat duduk VIP bahkan telah mereka pesan sedari awal untuk dijadikan base camp dadakan. Para penonton masih ramai berjejalan masuk ketika kageana telah berkumandang pada pukul 18.52 WIB. Sementara itu, pengunjung di standing masih mengular tipis sampai ke pintu masuk teater saat penampilan zenza girls oleh siswi Academy Class A telah dimulai pukul 18.54 WIB. Sanak keluarga Yupi turut meramaikan pertunjukan dengan duduk di 8 bangku pada baris kelima hijau tengah.

Dhea Angelia, Yessika Tamara, Aurel Mayori, Fabi Komaril, dan Rifa Fatmasari menghibur para pengunjung dengan semangat membara. Mereka menikmati atmosfer penonton layaknya pertunjukan yang sesungguhnya. Sampai akhirnya, pentas Tadaima Renaichuu dimulai pukul 19.06 WIB dengan 14 anggota minus Della Delila.

Para anggota tim J muncul dengan rambut sehelai berwarna sesuai tema “Colorful” sebagai wujud apresiasi kepada Yupi yang menjadi center single ke-20 JKT berjudul High Tension. Yupi tampil bermodel rambut diurai sedikit wavy ditambah dua helai ikatan rambut hias warna pink di sisi kanan.

Yupi tidak henti-hentinya menahan senyum semringah sambil sesekali melepar kiss bye dan lambaian tangan ke arah penonton sebagai sebentuk ungkapan cinta terima kasih. Semua penonton kompak meneriakkan chant nama Yupi pada awal masuk lagu Only Today seolah semua yang hadir adalah Yupi oshi. Gadis berzodiak Capricorn itu membawakan unit song Faint bersama Gabriela Margareth dan Cindy Hapsari. Rambut warna pink Yupi kemerlapan di saat gelap, gerakannya energik namun tetap terjaga dan tidak mendominasi. Itulah kedewasaan dance yang perlahan ia tunjukkan alih-alih selalu dianggap overpower dilagu up beat.

Yupi tetaplah Yupi yang cerewet dan tidak henti-hentinya melompat seperti anak kecil. Ia terus saja membawel saat sesi MC yang mengharuskannya untuk diam pasrah menerima umpan pujian sekaligus celaan. Namun demikian, Yupi diam-diam menyimpan surat cerita yang membingungkan. Semua lantas terhenyak, sang ratu idola menurunkan lembar perkamen dan menitahkan sebentuk haluan berupa ungkapan perasaan.

Tanpa Air Mata, Hanya Kata-kata Terencana

Pesan perayaan ulang tahun ke-21 Yupi di JKT48 tim J terasa berbeda. Enggan spontan seperti di tim KIII, ratu sousenkyo JKT48 2018 ini sudah mempersiapkan teks di atas dua carik kertas. Air mata seolah telah diseting untuk tidak lagi menetes. Ia ingin bersikap tegar dari sejak awal dan berlaku bijak dengan kata-kata yang tersusun serta terencana.

“Pertama-tama, terima kasih buat semua yang sudah datang hari ini dan untuk yang sudah mendukungku di mana pun kalian berada,” ucap Yupi, membuka pesan surat ulang tahunnya.

Yupi memulai suratnya dengan perjalanan hidup dari awal sebagai idola dan perubahan besar dalam kariernya di JKT48, termasuk pindah ke tim J. Setiap suasana haru yang nyaris berujung tangis selalu teriring tawa yang mematahkan pilu. Yupi sesekali tercekat, kata-katanya mulai terpatah-patah pada lembar kedua. Ada rasa kesal dan emosi, namun ujung-ujungnya semua berakhir dengan pelukan yang mengikis kesepian.

“Untuk member tim J, sejujurnya waktu aku masuk tim J awalnya takut banget, deg-degan. Tapi terus terang tim J nggak seperti yang aku khawatirkan,” ungkap mantan center JKT48 tim KIII itu.

“Mungkin memang sekarang belum terbuka, tapi aku dulu itu lebih tertutup lagi. Jadi, semenjak di tim J aku itu lebih berekspresi, lebih bisa mengutarakan yang aku pikirin ke kalian semua. Karena aku bahagia di tim yang lama, tapi memang ada beberapa hal kesulitan yang harus aku rasain sendiri tanpa bisa membagi dengan membermember di tim yang lama.”

Tidak bisa dipungkiri, pesan yang kurang spontan itu ditangkap sebagai bentuk kurangnya keakraban Yupi dengan member JKT48 tim J. Hal tersebut turut dirasakan oleh Della. Dalam pesan ulang tahun terakhirnya kepada Yupi sebagai member JKT48 sebelum graduate. Della mengungkap sisi tertutup Yupi yang kerap berperang dengan pikirannya sendiri dalam diam dan sulit bercengkrama bersama.

“Sebenarnya Yupi nggak pernah cerita sama aku tapi aku itu suka lihatin dia. Aku suka tahu misalnya orang yang suka memendam segala sesuatu itu nggak baik gitu buat diri sendiri. Aku nggak pengin Yupi jadi kayak gitu,” ungkap Della saat perayaan ulang tahun Yupi.

“Aku sebenarnya memikirin kayak gitu walaupun sebenarnya Yupi nggak bilang. Aku suka kalau pas lagi pergi sama Gaby bilang ‘Gab, Yupi gimana ya?’. Tapi gimana juga mau bilang, gue kadang gengsi orangnya, tapi sebenarnya gue sayang sama Yupi.”

“Gue setiap hari menanyain lu (Yupi) sama Gaby karena Yupi itu suka menyendiri, suka main handphone sendiri. Makanya gue suka marahin lu ‘taruh nggak HP-nya, ngomong sama yang lain, punya mulut bukannya ngomong’.”

“Tapi maksud gue baik, biar kalau misal gue sudah keluar dari JKT48, paling nggak lu punya teman. Maksudnya lu ada orang yang akrab, bisa lu buat jujur sama lu. Lu kan orangnya pendiam, lu suka mendam-mendam, itu nggak bagus buat otak lu sama muka lu nanti makin tua,” tutup Della, mengakhiri pesannya kepada Yupi.

Yupi turut menyampaikan rasa syukur atas keberadaan dan kesetiaan pendukung-pendukungnya yang selama ini ada menemani setiap langkah kakinya yang kecil nan ringkih. Ia berharap kesungguhannya di JKT48 bisa menjadi balasan dari setiap cinta pengorbanan yang telah diberikan oleh para penggemarnya.

“Untuk para fans semuanya terima kasih banyak. Banyak hal yang telah kalian korbankan dan berikan untuk aku. Fans aku semuanya baik banget, walaupun kadang denial, kadang-kadang bilang nggak sayang Yupi lah, apalah, suka marah-marah, tapi aku tahu sebenarnya itu kalian lakuin karena kalian memikirin aku kan?” ujar Yupi, sedikit tersenyum simpul dengan nakal.

“Seandainya aku nggak di JKT48, aku nggak bisa kenal sama kalian. Karena itu aku tersentuh bisa bertemu dengan kalian di grup ini dan didukung oleh kalian. Aku nggak bisa membalas semua kebaikan dan hal yang telah kalian berikan untuk aku. Aku cuma bisa membalasnya dengan kesungguhan aku dalam menjalani hidupku. Karena aku bersyukur punya kalian yang aku tahu selalu mendukungku dalam menjalani hidup ini. Oleh karena itu, aku akan sangat senang bila kalian juga menjalani hidup dengan sungguh-sungguh.”

Lewat “Inspire”, Cindvia Dealoved Melebarkan Sayap

Menanggung beban sebagai idola tidaklah cukup hanya berlenggak-lenggok di atas panggung semata. Seluruh kehidupan hampir selalu tercurah hingga privasi pun tidak ada batasnya. Yupi sudah sedari dulu merasakannya, namun pundaknya kini terasa lebih berat saat memikul garda terdepan JKT48 di era Reboost. Terlebih, ia punya adik-adik yang haus akan ambisi untuk bisa memenuhi ekspektasi para penggemar yang telah lelah menanti regenerasi.

Della menjadi sosok yang begitu menanti karisma menginspirasi Yupi. Ia meyakini sahabat dekatnya itu bisa menjadi sumber inspirasi layaknya simfoni pereda patah hati.

“Yupi itu sudah gede, sudah 21 tahun, maksudnya banyak junior-junior Yupi gitu, Yupi kan nomor satu, seharusnya Yupi itu nggak cuma bagiin dampak senang ke fans tapi Yupi juga bagiin dampak-dampak yang Yupi dapatin di nomor satu itu ke membermember juga. Jadi, biar member yang merasain itu (termotivasi) ‘ih, gue pingin kayak Kak Yupi’,” ungkap Della saat perayaan ulang tahun Yupi.

Tanggung jawab untuk menginspirasi rupanya turut diemban oleh Cindvia Dealoved. Basis penggemar Yupi ini memang dikenal piawai mengorganisasi dukungan layaknya manajemen profesional dengan dibantu desain grafis mumpuni dan basis massa yang berani. Lewat tagline “Inspire” yang filosofis, mereka berupaya membagi perjalanan dan pengalaman hingga mampu membawa Yupi sebagai ratu sousenkyo JKT48 2018.

“Sebenarnya ‘Inspire’ itu hashtag sudah dari 2017, jadi pas dia (Yupi) turun dari peringkat 5 itu sebenarnya kita ingin (pakai) ‘Inspire’. Tapi terus akhirnya melihat speech dia yang mau maju akhirnya kita jangan pakai itu. Nggak mungkin kita menginspirasi orang kalau kita nggak di posisi satu,” beber Fredhytama atau lebih akrab disapa Tamappi, yang juga bagian dari Cindvia Dealoved.

“Tahun ini kita mau (pakai) ‘Inspire’ untuk menginsprasi semuanya, makanya fanbase kita kadang-kadang jadi tempat fanbase-fanbase lain buat kasih tahu caranya sousenkyo gini-gini atau tanya hal yang lain soal fanbase.”

Tamappi tidak memungkiri pihaknya tetap berkeinginan untuk mempertahankan Yupi sebagai pemuncak sounsenkyo JKT48 tahun 2019. Akan tetapi, ia juga ingin mengajak basis penggemar lain untuk meramaikan sousenkyo berikutnya agar lebih kompetitif.

“Sebenarnya kita sudah ngomong sama Yupi, pokoknya tahun ini (2019) kita mau kasih tahu (fanbase) yang lain supaya gerak. Biar nggak kayak dulu-dulu yang ikut itu-itu saja. Sebenarnya kasihan kan, member punya keinginan untuk maju tapi fanbase-nya nggak mau maju,” tandas Tamappi.

Terkhusus untuk Yupi, Tamappi turut berharap idolanya tersebut bisa menginpirasi para penggemar dan juniornya seperti halnya tagline ‘Inspire’ yang telah didengungkan oleh Cindvia Dealoved.

“Sekarang ya (harapannya buat Yupi) supaya bisa menginspirasi orang, junior-juniornya juga makin banyak kan. Dia juga sudah tua, member-member diajarin lah, kayak mengayomi adik-adiknya,” tutupnya.

Cindvia Dealoved kini telah membuka tangan bagi basis penggemar anggota-anggota JKT48 untuk maju beriringan bersama. Maka dari itu, kemudian lahirlah CDL Entertainment. CDL Entertainment hadir untuk menjadi wadah berbagi perihal basis massa JKT48 lewat media grafis dan podcast.

Sekarang, semuanya kembali kepada Yupi. Gadis yang sebentar lagi menyelesaikan studi sarjana ekonominya ini hendak memilih menjadikan posisinya saat ini sebagai beban atau justru tantangan. Ia telah hampir memiliki segalanya di JKT48. Lalu, setelah ini apa lagi, Cindy Yuvia?

Images : Facebook, Twitter

Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 13 Maret 2019. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...