Guna meramaikan prediksi JKT48 Request Hour 2017 kali ini. Saya akan memilih beberapa unit song yang menurut saya asyik jika dibuatkan video klip. Artikel ini tentu saja murni pendapat saya dan bertujuan untuk menghibur pembaca, kalian bisa setuju bisa tidak.
Saya membatasi diri hanya memilih unit song karena bagi saya, unit song membawa pengalaman berbeda yang tidak bisa dilakukan oleh lagu biasa, cerita dibalik unit song lebih beragam, misal; kelekatan Himawari dengan Viny, atau Temo Demo no Namida dengan Melody, semua fans pasti punya cerita masing-masing.
Terpilihnya unit song sebagai jawara JKT48 Request Hour 2017 diharapkan mampu membuka kemungkinan baru bagi manajemen dalam menjaring fans-fans baru. Mungkin saja mereka yang biasanya melihat JKT48 secara ‘gerombolan’ akan lebih tertarik ketika melihat unit song yang hanya dibawakan oleh sedikit orang. Tentu saja bagi member, tampil di video klip unit song adalah exposure baru untuk mereka. Oke cekidot.
Pajama Drive
Diantara unit-unit song dari setlist theater bertajuk sama ; Tenshi no Shippo, Temo Demo no Namida, Junjou Shugi, Kagami no Naka Joan Da Arc, ialah Pajama Drive yang mampu menyajikan narasi berbeda tentang kisah romansa yang lucu lagi menantang.
Tiga member yang membawakan, saya bayangkan berada dalam CGI yang menampilkan kota Jakarta semi-futuristik. Animasi 3D-nya sengaja dibuat tidak detail dan tidak terlalu baik, menampilkan mereka bertiga membawa mobil mengarungi kegelapan malam kota Jakarta, inspirasi ini datang dari klip The Brandals berjudul Mobil Balap.
Center: Ayana
Himawari
Himawari mengangkat kisah kehidupan petani bunga matahari di pinggiran kota. Tentu saja estetika utama klip ini akan berhubungan dengan hamparan kebun bunga matahari dan bagaimana cerita kehidupan sehari-hari petani bunga matahari dalam film pendek sebagai intro (seperti lagu-lagu AKB48 lainnya yang bisa berdurasi delapan menit).
Soal lokasi syuting, manajemen bisa bekerja sama dengan Kota Kediri karena kota tersebut memiliki tempat wisata berupa Kebun Bunga Matahari yang cukup luas dan indah. Tidak perlu ke Jepang, manajemen bisa memaksimalkan kinerja DOP dan sutradara untuk menggali potensi tempat tersebut.
Center: Viny (Oke ini bias, pilihan lain jika merujuk Senbatsu bisa Shani atau Melody)
Cinta Pertama di Jam 7 Lewat 12
Lagunya easy listening, liriknya sederhana meskipun terdengar klise. Tentang usaha perempuan untuk berkenalan dengan laki-laki di gerbong kereta, tentu saja mereka tidak bisa bertemu lantaran kereta penuh.
Ini akan menjadi kali pertama JKT48 memasukkan aktor laki-laki dewasa (sepantaran) kedalam klip mereka. Tentu saja, fans diharapkan untuk bisa ikhlas dan tidak marah-marah. Latarnya akan memakai stasiun paling hectic di Jakarta, Palmerah atau Tanah Abang. Twist-nya adalah, aktor laki-laki tersebut ternyata juga menyimpan perasaan yang sama, uwuwuwuw~
Center: Devi/Shania
Kimi to Boku no Kankei
Unit song yang tidak masuk setlist theater, tetapi masuk sebagai coupling song album “Manatsu no Sounds Good”. Lagu ini saya pilih karena musik electropop-nya akan mudah cepat diterima karena memang genre sejenis sedang populer. Pun dari segi lirik, temanya asyik untuk diangkat menjadi video klip, tentang sulitnya perasaan seorang yang sedang jatuh cinta.
Klip ini berangkat dengan kamera sebagai perspektif orang pertama, yang diajak pergi oleh orang yang disukainya ke berbagai tempat di Jakarta, cafe dan lain-lainnya, sebagai teman bukan pacar. Di sepanjang jalan, orang pertama ini mencari cara untuk mengungkapkan kisah cintanya, namun akan selalu gagal.
Center: tentu saja, siapa lagi?!
Glory Days
Salah satu dari sekian banyak lagu yang menyenangkan dari setlist “Te wo Tsunaginagara”. Liriknya – seperti lagu-lagu di JKT48 bercerita tentang semangat dan usaha keras.
Klip ini bisa dibuat dengan sederhana, bentuknya seperti social experiment. Skenarionya, para member akan berkeliling ke tempat-tempat di Jakarta untuk mengajari orang-orang menari Glory Days, dan tempatnya beragam, bisa panti asuhan atau tempat publik, intinya mengajarkan masyarakat Jakarta untuk lebih menghargai hidup dan bersenang-senang melalui lagu ini.
Center: SG
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 23 Oktober 2017. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.