Kurang lebih sudah 6 tahun sejak pertama kali saya menyukai sebuah grup idola bernama JKT48, namun baru 1 tahun belakangan saya berada cukup dekat dengan mereka. Hanya butuh 40 menit perjalanan menggunakan TransJakarta. Saya masih berstatus sebagai pelajar salah satu SMA di sebuah kota di Jawa Timur ketika mereka menjalani debut dengan membawakan Heavy Rotation di layar televisi. Saat itu pandangan saya terhadap mereka masih miring karena memang di rentang waktu itu banyak bermunculan girlband baru yang sebenarnya mirip-mirip, hanya beda kemasan saja.
Baru setelah mereka membawakan lagu Kimi no Koto ga Suki Dakara saya mulai tertarik dengan mereka, karena lagu ini lebih mudah dicerna oleh orang awam seperti saya. Kebetulan juga dulu saya pernah tertarik dengan versi AKB48-nya, dimana Aki Takajo menjadi center dilagu itu. Sejak kala itu saya semakin memerhatikan lagu-lagu yang mereka bawakan. Akhirnya saat saya menjadi mahasiswa di sebuah kampus negeri di Surabaya pada tahun 2012, saya mulai menjadi Fans JKT48.
Pertama Kali Menonton Secara Langsung
Menjadi Fans JKT48 yang hanya bisa memandang idola dari layar kaca bukanlah sebuah masalah bagi saya, karena memang yang membuat saya tertarik dengan grup ini adalah lagunya. Sehingga selama saya bisa mendengarkan lagu mereka, dimana pun saya berada bukanlah sebuah perkara. Namun semua berubah ketika saya mendengar informasi bahwa JKT48 akan datang mengisi acara Dahsyat di Surabaya. Jika saya tidak silap, mereka mengunjungi Surabaya pada Bulan April 2013. Saat itulah mulai timbul rasa penasaran di diri saya mengenai suasana ketika melihat mereka secara langsung. Karena di layar kaca saya selalu melihat Fans JKT48 sangat bersemangat ketika “mendampingi” idola mereka tampil.
Akhirnya dengan modal lighstick 20 ribuan dan jaket JKT48 fanmade saya berangkat untuk melihat penampilan mereka di sebuah mal yang tidak jauh dari rumah saya. Saya datang ke acara itu sendirian karena memang tidak ada kenalan saya yang sehobi dengan saya. Dan kesan pertama saya ketika berkumpul dengan fans lain adalah: mengagumkan. Yang datang bukan hanya fans Surabaya seperti saya, fans dari kota sekitar Surabaya pun ikut datang untuk meramaikan acara. Sangat mudah untuk mengenali Fans JKT48 karena mayoritas mereka menggunakan aksesoris berbau JKT48 atau bahkan membawa spanduk fanbase masing-masing. Di acara itulah pertama kalinya saya meneriakkan chant yang sudah saya hafalkan sejak pertama kali menyukai JKT48. Walaupun hanya membawakan sedikit lagu, saya sangat puas dengan pengalaman pertama kali merasakan atmosfer fandom ini.
Sejak saat itu saya selalu menyempatkan diri untuk melihat JKT48 jika mereka datang ke kota saya. Sebut saja direct selling single RIVER pada Juni 2013 (saya pernah membuat ulasan mengenai acara tersebut di sebuah web) dan konser Perkenalkan Nama Kami JKT48 di bulan yang sama. Lalu konser Mengarungi Samudera Nusantara Mengetuk Pintu Hatimu pada Oktober 2014 di Kota Madiun. Untuk konser yang saya sebut terakhir merupakan salah satu konser terbaik yang pernah saya lihat karena saat itu merupakan pertama kalinya saya bisa mengajak kekasih saya melihat langsung JKT48. Namun saya melewatkan kesempatan melihat teater sementara di Surabaya karena ada hal lain yang lebih penting.
Menonton Request Hour 2017
Sejak konser Mengarungi Samudera Nusantara Mengetuk Pintu Hatimu, JKT48 mulai jarang tampil di luar kota. Hal ini sangat bisa dipahami karena tur mereka di beberapa kota bisa dibilang gagal. Mulai saat itulah antusiasme saya terhadap JKT48 perlahan luntur, saya hanya mengikuti lagu single mereka yang rutin saya beli. Sudah tidak ada niat untuk mencari tahu lagu setlist mereka ataupun member yang masuk dan keluar JKT48. Pada April 2017 saya mulai bekerja di Jakarta, sama sekali belum ada keinginan untuk menyambangi markas JKT48 di Sudirman. Mungkin karena saya masih sering ditugaskan ke luar kota sehingga akhir pekan selalu saya gunakan untuk beristirahat.
Di kuartal akhir 2017 saya melihat pengumuman Request Hour Setlist 2017. Saat diumumkan saya langsung mencari tahu maksud dari acara tersebut hingga akhirnya saya menemukan video Request Hour Setlist 2016 (selanjutnya akan saya singkat menjadi RHS) di internet. Saat itulah “jiwa wota” saya bangkit karena ternyata ada banyak lagu bagus yang saya lewatkan. Tanpa basa-basi saya langsung memesan 1 tiket RHS 2017 yang diadakan di Balai Sarbini. Sebenarnya tidak banyak ekspektasi yang saya gantungkan ke acara ini, saya hanya ingin mencari tahu lagu JKT48 yang enak untuk dimasukkan ke playlist saya.
Namun gema Overture yang sudah lama tidak saya dengar membuat saya mulai melakukan chant walau tidak membawa lightstick. Walaupun saya tidak tahu lagunya, walau saya tidak tahu member yang membawakan, atmosfer di dalam Balai Sarbini terus mengajak saya untuk ikut melakukan chant. Saat itulah saya mulai kembali tertarik dengan JKT48. Suasana menonton langsung, obrolan member di atas panggung dan lagu-lagu yang baru saya dengar, benar-benar membangkitkan “jiwa wota” saya yang sudah lama padam.
Menyaksikan Theater JKT48
Namun sayang, pekerjaan membuat saya harus menjauh dari Jakarta selama beberapa saat. Saat di luar kota saya sudah bertekad untuk silaturahmi ke markas JKT48 di Sudirman. Akhirnya kesempatan saya tiba di bulan Januari 2018, saat itu saya berkesempatan untuk melihat pertunjukan BELIEVE K3. Sebelum pertunjukan dimulai saya membeli sebuah lightstick agar lebih seru. Saya kira atmosfer teater sama saja dengan atmosfer konser yang sudah beberapa kali saya lihat sebelumnya, ternyata pikiran saya salah.
Di teater, jarak antara member dan fans benar-benar dekat, bahkan jarak panggung ke posisi standing pun masih bisa dibilang dekat jika dibandingkan dengan konser. Mata saya yang minus 6 bisa melihat wajah manis member dengan jelas dari row 5, tempat duduk saya waktu itu. Ruang teater yang tidak sebesar hall konser juga membuat chant para fans lebih terdengar daripada saat saya melihat konser. Benar-benar sebuah pengalaman baru bagi saya.
Karena itulah saya memutuskan untuk melihat pertunjukan tim lain di lain hari. Hingga artikel ini saya buat, saya sudah melihat pertunjukan teater JKT48 sebanyak 21 kali. Beberapa suasana sudah pernah saya coba, pernah saya menonton sendiri, pernah saya mengajak teman kuliah saya. Pernah saya mengajak kekasih saya (orang yang sama dengan yang saya ajak melihat konser JKT48 di Madiun) saat dia ke Jakarta. Pernah juga saya mengajak adik sepupu saya melihat teater. Nama terakhir tersebut menjadi partner yang paling sering menemani saya melihat pertunjukan JKT48.
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 31 Juli 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.