GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Ngefans JKT48 karena membernya, atau karena lagunya?
Hobbies/JKT48

Ngefans JKT48 karena membernya, atau karena lagunya?

ragetegar

Jujur pasti ada teman-teman kita yang kalau ketahuan kita nge-fans sama JKT48 pasti gak jauh-jauh ditanya begini: “Lu pasti ngincer personil-nya ya?” Ya maksudnya ngedeketin personilnya (biar kita jadi pacar salah satu member tersebut alias modusin member . Hehee). Atau ada yang lebih terkesan menusuk hati : “Lu suka gara-gara pahanya ya?” Dan itulah yang paling nyakitin. Sedih memang ada saja tantangan yang harus dihadapi bila kita mau nge-fans JKT48 (apalagi ketahuan kita itu “Wota”, sebutan salah kaprah bagi orang awam kepada kita yang nge-fans JKT48).

Bicara soal nge-fans sama JKT48 pasti kita gak jauh-jauh dari anggapan kalau kita nge-fans cuma karena pesona kecantikan dan keanggunan member-nya. Ya memang hal itu sih sudah pasti dianggap wajar karena kita kan cowok. Siapa sih cowok di dunia ini yang gak tergila-gila atau kepincut sama cewek-cewek cakep yang bening. Kalau pun kita berusaha menyangkal pasti ada yang bilang ” Ah bohong? Gak percaya lu nge-fans jekate karena musiknya. Pasti karena cewek-ceweknya, kan? Bening-bening gitu.”

Memang sih anggapan kalau kita nge-fans JKT48 cuma karena terpesona dengan cantik-cantiknya member itu sudah pasti ada. Dan itu pun memang semata didukung oleh fakta bahwa mayoritas yang nge-fans itu kebanyakan cowok-cowok ganteng yang belum punya pacar alias jomblo. Hehe. Kalau pun ada yang cewek itu pun sedikit dan pasti mereka nge-fans sama JKT48 bukan karena mereka seorang lesbian. Mungkin ada beberapa hal yang lain (seperti lagunya atau semangat juang member-nya atau karena ingin menjadi member generasi baru).

Nah kita selaku fans JKT48 pernahkah bertanya-tanya dalam diri kita apa yang membuat kita jadi nge-fans dgn JKT48. Kalau pun karena cakep-cakep sih seperti yang gua bilang tadi, itu sih dianggap suatu hal yang wajar. Tapi pernahkah kiranya kita melihat dari sisi yang berbeda? Seperti dari musik dan makna liriknya. Atau pun karena semangat juang member-nya.

Kalau pun kita pilih karena lagunya sih itu memang masih perlu pendalaman juga. Pasalnya ada beberapa lagu yang memang kalau kita baca dan maknai agak sedikit aneh dan tidak kita mengerti maksud lagu ini apa. Tapi bila kita maknai dari musiknya sih memang gua akuin sangat beda. Ya gua sih maklumin karena lagu-lagu JKT48 itu sendiri kan mengusung genre J-Pop yang dari segi nada dan iramanya sangat berbeda dengan musik-musik pop Indonesia. Dan kalau kita dengar juga kebanyakan lagu yg dibawa oleh JKT48 sendiri sangat ceria iramanya (walau ada yg bertema galau seperti Boku no Sakura, Sasae, dsb). Jadi sangat wajar bilamana ada sebagian fans JKT48 yang suka karena musiknya (bisa juga karena dia itu seorang penggemar musik Jepang atau sebagainya).

Begitu juga dengan semangat juang member-nya. Pernah gak sih kita berpikir bagaimana luar biasanya member JKT48 itu. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak sekolah dan mahasiswi. Mereka mesti menghafal koreo yang rumit dan berbeda-beda dalam satu setlist penuh tiap harinya. Lalu sehabis pulang sekolah harus bisa show di teater pada malam harinya (terkadang bila mendesak harus minta izin dulu dari pihak sekolah). Ditambah lagi menghadiri event-event tertentu. Hal itulah yang kadang membuat kita menjadi termotivasi akan perjuangan mereka. Apalagi harus bisa terlihat cerita di hadapan fans-fans setianya dan sebisa mungkin tidak boleh terlihat ada raut cemas atau sedih. Itulah sisi lain yang oleh sebagian dari kita ingin menyatakan diri dan tertarik untuk menjadi fans JKT48.

Tak bisa dipunkiri, image pervert sudah dicap pada wota (sebutan untuk seseorang yang sangat menekuni hobi tertentu. Setara dengan otaku. Wota sering dianggap sebutan negatif untuk seseorang yang dianggap aneh bagi masyarakat) karena stereotype orang tentang wota itu adalah pervert. Tak jarang oknum-oknum (pervert) ini paling dibenci oleh fans JKT48 sendiri (bahkan ada ambisi untuk memusnahkan habibat mereka di dunia maya). Namun apa daya mereka semua eksis tanpa terkendali. Coba saja lihat di medsos. Mereka ada bak jamur di musim hujan. Untuk fans JKT48 jangan sekali-kali menjadikan member JKT48 object “fantasy”. Ingat, member itu sendiri juga manusia, mentalnya akan down jika dirinya dijadikan bahan “salkus” yang diketahui oleh mereka lewat media social. Wotasum (beberapa orang menyebut, red) gak lebih dari jones menjijikkan yang hidupnya penuh dengan insting delusi pervertnya.

Nah dari sinilah kita bisa menyimpulkan sendiri. Apakah kita benar-benar nge-fans JKT48 itu karena member-nya atau musiknya. Semua terserah pada diri kita masing-masing. Jadilah fans yang bermanfaat untuk dirinya sendiri (terlebih kepada sesama fans) dan juga orang lain. Jadikan JKT48 sebagai sumber semangat kita dalam menjalani hidup. Ambillah hal-hal yang positif selama kita nge-fans dan sebisa mungkin kurangi dampak-dampak negatifnya (seperti boros beli SWAG yang berlebihan, baperan karena melihat oshimen-nya gandengan dengan seorang cowok, dan sok imba karena dapat japrian member di hadapan fans lain). Jaga sikap diri kita karena orang lain menilai kita dari sikap dan perbuatan kita.

Salam ourya oi.

Sumber foto: pribadi dari hasil gabungan foto hasil jepretan member dan idolgrapher. *

*) Pada saat mengedit foto TS sempat gesrek xD

Twitter: @hsnakb48

Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 2 September 2017. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...