Intro
Beberapa waktu lalu, sister group JKT48 yang sama-sama dari asia tenggara, BNK48 merilis single “Shonichi” yang artinya dalam bahasa indonesia adalah Hari Pertama. Lagu Shonichi sendiri di AKB48 adalah lagu pada setlist “Pajama Drive” yang dibawakan pertama kali pada tahun 2008 oleh Team B. Lagu ini juga bukanlah salah satu single di AKB48. Lagu ini sendiri kekuatannya ada pada liriknya yang jujur menceritakan perjuangan, kerja keras, dan mimpi para member.
Dalam sebuah acara Talk Asia, Aki-P (Yashushi Akimoto) pun menjelaskan jika lagu ini adalah kejadian nyata dari member-member team B pada saat itu. Contohnya Mayuyu yang sempat cidera, Kikuchi Ayaka yang kaget melihat lighting panggung yang ternyata sangat terang, dan hal-lain.
Seharusnya apa yang dilakukan BNK48 ini bisa di tiru oleh JKT48. Alih-alih tidak bisa memproduksi lagu original, kenapa tidak menjadikan lagu-lagu yang bagus di JKT48 sebagai lagu Single (lagu promosi ke media). Karena menurut saya menggunakan lagu single dari 48group yang notabenenya J-POP kurang bisa diterima oleh semua kalangan di Indonesia. Padahal mungkin banyak sekali lagu-lagu yang harusnya easy listening yang bisa dijadikan single. Berikut ada beberapa lagu yang menurut saya layak menjadi lagu single:
Aozora Kataomoi
Lagu ini adalah lagu yang sangat menakjubkan menurut saya, warna musik pop dengan beat medium, liriknya juga ringan dan dalam banget. Kalo saja lagu ini jadikan single atau minimal di blow-up kesemua media, mungkin ini bisa jadi Soundtrack orang-orang yang mengalami cinta searah.
Only Today
Siapa yang gak tau lagu ini? fans JKT48 pasti semua ikut bergoyang. Lagu ini menceritakan kesedihan, namun seakan kesedihan itu ditutupi dengan senyum lewat lagu ini. Musik Ska dengan ciri khas upstroke technique, ditambah dengan intro terompet rasanya seperti mendengarkan lagu Tipe-X, Jun Fang Gung Foo di era awal 2000an.
Dareka No Tameni
Lagu ini harusnya di pake untuk meredam isu-isu perbedaan yang sekarang sedang banyak terjadi di negara ini. Dengan sedikit perbaikan lirik, lagu ini bakal menjadi yang mungkin bisa sekelas “Rumah Kita” milik God Bless.
Hizukehenkousen (Pembatas Pergantian Hari Cinta)
Mungkin dengan judul jepang akan sulit diucap, tapi jika lagu ini ditujukan ke ranah pensi atau gigs-gigs lokal lagu ini layak dijadikan senjata utama. Andai saja terjadi mungkin JKT48 sudah sepanggung dengan HIVI, Soulvibe, Maliq n d’Essential, dan lain-lain.
Don’t Disturb
Masih di Setlist Sheishun Girl, Lagu Ballad yang sangat soft dan sedikit Gypsi ini tampaknya juga layak dijadikan single. Melody saat interlude pun sangat indah dengan gitar accoustic, tak kalah dengan solonya Synister Gates A7x di lagu Sidewinder.
Sidewinder solo
Erai Hito ni Naritakunai
Sebenarnya lagu JKT48 yang feelnya seperti band sangat banyak, seperti Futari, Himawari, Blue Rose, dan lainnya. Tapi lagu ini sangat berbeda, entah mengapa saat mendengar lagu ini rasanya seperti mendengarkan A Day to Remember – City Of Ocala. Teriakan “Let’s go” ala member ini sebenarnya asik banget kalo di isi gang vocal ala Metalcore.
Kamulah yang Memberi Tahu Aku
Lagu yang paling easy Listening di album Tadaima Renaichuu, sangat fun terasa seperti dua remaja yang akan berpisah. Liriknya mungkin agak sulit dicerna karena terlalu banyak kiasan. Namun musiknya yang sangat pop dengan overdrive high mid, sangat eargasm ditelinga ketika strumming dibagian verse.
Ame No Doubutsuen
Kalau saja lagu ini tidak tentang kencan, lagu ini bisa sangat mengasikkan untuk anak-anak. Minimnya lagu-lagu anak sekarang harusnya JKT48 bisa menjadikan lagu ini menjadi lagu anak-anak, misalnya dengan mengganti liriknya tentang mengajak sahabat ke kebun binatang.
Mungkin masih banyak lagi lagu yang bisa digunakan untuk Single JKT48 membuat orang awam ikut menikmati lagu JKT48? kalian boleh menambahkan di-comment yang menurut kalian OK.
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 16 Mei 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.