Tidak banyak yang mengenal Fransisca Saraswati Puspa Dewi ketimbang sosok Nabilah Ratna Ayu, eks anggota JKT48, sebagai seorang idola sejuta umat. Paras keduanya terlihat mirip dengan taring mungil yang muncul sebersit. Dibanding-bandingkan sedemikian rupa memang terasa menyesakkan bagi sebagian besar wanita. Namun demikian, Sisca memiliki semacam signature penting yang melekat dalam dirinya, yaitu suara yang indah.
Anugerah suara indah yang dimiliki Sisca bukan semata-mata bakat belaka. Lewat akun Twitter @S_SiscaJKT48 pada tanggal 1 Januari 2017, ia pernah membagikan beberapa foto masa kecil saat lulus ujian les menyanyi. Memori tersebut tentu memperlihatkan usaha Sisca dalam mengasah kemampuan vokalnya sejak dini. Gadis berzodiak Pisces tersebut juga membagikan foto kenangan bersama almarhum ayahnya ketika mengikuti acara menyanyi. Sisca tampak menggemaskan dengan gaun merah terang dan model rambut diikat dua.
Dikutip dari Jawa Pos terbitan 20 Desember 2017, Sisca sudah diikutkan les menyanyi oleh ayahnya saat berusia lima tahun. Ia lulus dari tempat les menyanyi ketika umur sebelas tahun dan lantas didaftarkan ke berbagai kontes menyanyi. Sisca merasa bakat menyanyi tersebut turun dari sang ayah yang suka musik. Dukungan dari keluarga juga turut berandil besar dalam perkembangan menyanyi gadis kelahiran 24 Februari 2000 itu.
Pada awal kariernya di JKT48, Sisca belum terlalu percaya diri menunjukkan bakat menyanyinya. Ia lebih sering berada di bawah bayang-bayang seniornya, Sendy Ariani dan Rona Anggraeni, yang terlebih dahulu tenar sebagai idola yang bermodal vokal. Persona yang terus dilekatkan dengan rupa muka Nabilah Ratna Ayu dan karier senbatsu yang belum kunjung terwujud seolah tidak membuat Sisca kehabisan jalan menuju Roma. Dengan bertajuk tagar #HappyVirusProject dan #SisCover, anggota termuda di JKT48 tim KIII tersebut mulai unjuk gigi dengan video cover lagunya.
Video cover lagu pertama Sisca di Instagram, yang diunggah pada 5 Juni 2016, berjudul Secret Love Song dari Little Mix feat. Jason Derulo. Video tersebut ditonton sebanyak 19.630 kali dan disukai 3.385 pengguna Instagram. Ia juga tidak lupa membagikan video cover lagunya melalui akun Twitter. Tanpa disangka project ini memperoleh banyak tanggapan positif dari kalangan penggemar JKT48 dan warganet awam.
Sisca seakan menemui keberuntungan saat menjalankan project akustik bersama dengan Rona Anggraeni, Nadila Cindi Wantari, dan Ni Made Aurellia. Dibantu oleh Fakhriyani Shafariyanti di belakang layar, JKT48 Akustik memulai debut pada 26 Januari 2017 melalui akun Twitter dengan membawakan lagu First Rabbit. Akhirnya, atas restu JKT48 Operation Team, JKT48 Akustik diresmikan sebagai subunit JKT48 saat Kimi no Hohoemi wo Yume ni Miru Handshake Festival.
Berdasarkan rekapitulasi Siscanation, basis penggemar Sisca JKT48, gadis asal Wonogiri ini telah membuat video cover lagu sebanyak 22 kali sepanjang 2017. Video cover lagu berjudul Lihatlah Lebih Dekat dari Sherina Munaf menjadi yang terfavorit dengan 1895 retweets dan 2934 likes. Sementara itu, bersama JKT48 Akustik, Sisca telah membuat 9 video cover lagu dan tampil di 26 acara selama 2017. Di sisi lain, secara individu di tahun 2017, ia pernah mengikuti audisi drama musikal Petualangan Sherina dan tampil di Asian Youth Day serta #indomusikday bersama Hiroaki Kato. Belum lagi, Sisca dkk. akan tampil dalam acara Tokyo Idol Festival di Bangkok Comic Con pada 27—29 April 2018. Mereka akan satu panggung dengan tuan rumah BNK48 dan sister group lainnya, yaitu NGT48.
Karier solo gadis asal Wonogiri ini semakin terbuka lebar. Sisca kini telah tampil secara reguler di setlist Saka Agari membawa unit song berjudul Mushi no Ballad. Bak penyanyi solo profesional, ia membawakan lagu tanpa lip sync dan penuh penghayatan serta teknik vokal. Sisca hampir tak tergantikan di unit song tersebut sejak dimulainya setlist baru JKT48 tim KIII itu. Lagu ini juga masuk dalam 20 besar Request Hour JKT48 2017. Hal tersebut tentu menjadi mimpi Sisca sejak lama yang akhirnya terwujud.
“Cita-citaku mau jadi penyanyi solo yang punya album dan tampil di satu panggung yang benar-benar besar, spektakuler, dan itu cuma aku sendiri yang nyanyi”, ujar Sisca, dikutip dari laman detikHot pada tanggal 12 Maret 2017.
Sisca hanya satu di antara sekian anggota JKT48 yang menginginkan dorongan dan kesempatan lebih dari manajemen. Kualitas vokal tentu menjadi salah satu variabel penting untuk menjadi seorang idola. Kemampuan tersebut paling tidak perlu dihargai dengan berbagai macam peluang. Apalagi JKT48 bermain dalam industri musik dan hiburan.
Gadis berkulit eksotis ini dapat didorong untuk mempopulerkan kembali lagu JKT48. Sisca dapat memanfaatkan pangsa pasar Instagram dan Youtube untuk memperoleh atensi seperti halnya penyanyi cover lagu. Di era zaman now tentu tidak sulit untuk memproduksi video musik yang unik dan sinematik. JKT48 pun dapat menikmati adsense dari hasil views dan subscribers. Namun demikian, JKT48 wajib secara rutin menciptakan konten-konten yang menarik di kanalnya.
Sampai saat ini belum ada terobosan dari manajemen untuk mengikutkan Sisca ke dalam ajang pencarian bakat, seperti Rising Star Indonesia, X Factor Indonesia, atau The Voice Indonesia. Hal itu tentu tidak jauh berbeda dengan kesempatan bermain film yang diperoleh Adhisty Zara dan Shinta Naomi. Keberadaan sosok Sisca di ajang pencarian bakat tentu akan semakin menaikkan pamor JKT48, di samping mengembangkan dan mengorbitkan talenta Sisca di industri musik tanah air.
Di tengah kesimpangsiuran penyelenggaraan sousenkyo 2018, Sisca masih berharap kemungkinan terbesar untuk masuk ke dalam jajaran senbatsu. Gadis bersuara alto itu paling tidak dapat merengkuh peringkat mengingat rekor nihil di empat kali keikutsertaannya di gelaran tahunan tersebut. Siscanation pasti berkeinginan mewujudkan mimpi sang idola untuk bisa eksis di poster-poster dan layar kaca. Sisca tentu tidak ingin menyia-nyiakan harapan awalnya bergabung di JKT48.
“Karena aku dari kecil suka banget sama dunia entertainment, dunia musik. Jadi pas ada audisi JKT48 aku merasa kalau misalnya itu bisa jadi salah satu kesempatan aku untuk belajar. Gimana sih cara tampil di depan banyak orang secara profesional? Atau gimana sih bertemu dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia entertainment? Mungkin untuk karierku ke depannya, melalui JKT48 aku berharap dapat bekal yang banyak dan cukup dari sini”, harap Sisca, dikutip dari wawancara dalam laman gozzip.id pada tanggal 23 Oktober 2017.
Sisca menolak untuk menyerah. Ia tidak ingin kalah dikoyak-koyak kepasrahan dan zona nyaman. Jika disuruh memilih antara ninja opo vespa, Sisca tentu memilih cinta yang mengalahkan cacahing roda. Cinta itu adalah mimpi yang ia rabuk sejak kecil demi menjadi penyanyi solo terkenal dan dapat membahagiakan orangtua serta kota Wonogiri tercinta.
Image : Twitter
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 16 April 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.