Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendorong petani memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik cair. Menurut laporan Antara pada 23 Juni 2026, langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan ketergantungan pada input pertanian yang mahal.
Public Voice melihat isu ini sebagai pengingat bahwa kebijakan pangan tidak selalu harus hadir dalam bentuk proyek besar dan jauh dari warga. Ketika limbah rumah tangga dapat dipakai ulang untuk mendukung lahan pertanian, ada ruang kolaborasi yang lebih dekat antara pemerintah daerah, petani, dan masyarakat. Pertanyaannya kemudian bukan hanya apakah program ini menarik, tetapi apakah pendampingannya cukup rapi agar petani benar-benar bisa mempraktikkannya secara konsisten.
Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok, solusi lokal seperti ini perlu diperlakukan serius. Pemerintah daerah perlu memastikan pelatihan, standar keamanan, dan evaluasi hasil panen berjalan terbuka. Jika tidak, program yang terdengar baik bisa berhenti sebagai kampanye sesaat. Namun bila dikelola dengan data dan pendampingan, pendekatan kecil semacam ini bisa menjadi bagian dari ketahanan pangan yang lebih masuk akal bagi warga.
Sumber: Antara News.
Comments
Login to join the conversation and leave a comment.
Loading comments...
